James: Daerah Jangan Latah Kembangkan Wisata, Padang dan Mentawai Kurang Sinergi
Sabtu, 14 Februari 2009 Padang, Padek-- Rencana beberapa daerah membangun water boom dinilai latah, sehingga mesti dihentikan. Perilaku itu akan memicu persaingan tidak sehat sehingga menimbulkan kanibalisme. Karena itu, setiap daerah dituntut kreatif mengembangkan wisata lokal, sesuai potensi daerah. "Dalam rakor gubernur dengan bupati dan wali kota, hal itu sudah sering disampaikan. Soal water boom misalnya, cukup di Sawahlunto dan Padangpanjang. Seharusnya daerah lain justru membuat turunannya, bukan sebaliknya. Seperti wisata minat khusus taman kupu-kupu di Payakumbuh. Kalau tetap mau mengembangkan produk yang sama, investornya layak dipertanyakan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar James Hellyward kepada Padang Ekspres kemarin. Dari 10 destinasi wisata di Sumbar, Kota Padang dan Mentawai termasuk yang kurang melakukan sinergi dan sinkronisasi dengan Pemprov Sumbar. Padang misalnya, masalah kebersihan Pantai Padang dan Pantai Aia Manih saja, dari tahun 2006 sudah diingatkan agar persoalan tersebut dituntaskan, tetapi sampah tetap saja berserakan. "Begitu juga dengan pungutan liar belum bisa ditertibkan. Padahal kan ada Pol PP dan polisi wisata. Itu bisa dikerahkan untuk penertibannya," kata James. Meski Mentawai sudah populer dengan marine tourism-nya, James menilai tetap masih banyak yang harus dibenahi. "Mestinya wisatawan sebelum masuk Mentawai harus diarahkan dari Kota Padang. Rute perjalanan wisata seperti di luar negeri harus diatur daerah setempat. Sekarang apa yang didapat masyarakat. Mereka kadang tidur di kapal. Bawa makanan sendiri. Jadi wisata kuliner tidak berkembang. Sebenarnya itu bisa diatur melalui peraturan daerah," tutur nya. James juga meminta daerah tidak melulu mengharapkan dana dari APBD provinsi dan APBN dalam pengembangan objek wisata di daerahnya. "Harus ada back up dana dari kabupaten/kota seperti yang dilakukan Kota Pariaman yang berencana membuat rumah Tabuik. Jadi, harus ada percepatan sehingga tidak kalah bersaing dengan daerah lain," ungkapnya. Untuk pembenahan objek wisata tahun 2009, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar sudah menyiapkan program, baik baru maupun lanjutan. Salah satu yang strategis adalah lanjutan pembangunan Kawasan Wisata Mandeh di Pesisir Selatan. Sudah ada perencanaan untuk membangun dermaga dan cotage di kawasan tersebut. "Untuk dermaga akan diawali dengan pembuatan DED dengan dana Rp850 juta dari APBN. Sementara pembangunan cottage, dananya dari APBD sebesar Rp275 juta," papar James. Di luar itu juga terdapat rencana pembuatan penangkar kupu-kupu dengan dana Rp350 juta sebagai tahapan wisata butterfly garden di tahun 2010 di Kabupaten Limapuluh Kota. Selain itu, juga terdapat lanjutan pembangunan jalan setapak sepanjang 200 meter dengan dana Rp250 juta dan pembuatan DAM dengan dana Rp1,5 miliar di kawasan Danau di Atas dan Danau di Bawah. Untuk pengisiannya seperti permainan air, sedianya pemerintah daerah turun tangan. "Daerah harus kreatif mengelola setiap kawasan wisatanya agar diminati orang lain," pungkasnya. (geb) http://www.padangekspres.co.id/content/view/30651/1/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
