Assalamualaikum ww Benul, eh maksudnya benar dan betul sanak, Raja Kecil yang seharusnya menggantikan posisi sang Ayah yang Raja Johor itu namun keduluan dikudeta oleh sang paman cs yang kurang senang kalau Raja Kecil "budak Minang" ini memegang tampuk pemerintahan Kerajaan Johor, terpaksalah Raja Kecil ini ngugsi ke Istana Pulau Penyengat Tanjung Pinang Kepulauan Riau sekarang, lalu pindah ke Istana Daik Lingga di Kabupaten Lingga Riau Atas nama Raja Alam Minangkabau di Pagaruyung 3 orang Pengulu Luhak Nan Tigo ditugaskan menjemput Raja Kecil sang kemenakan Rajo Alam Pagaruyuang ke Istana Daik Lingga dan selanjutnya ditabalkan sebagai Raja di Siak Sri Inderapura yang bertugas mengamankan Pesisir Timur dan Selat Malaka sebagai jalur lalu lintas Pagaruyung Negeri Sembilan dan Johor Bagi mamak dan dunsanak yang pernah berkunjung ke Istana Siak, sampai saat ini masih bisa membaca didinding istana Siak tersebut dipajang pada selembar plat kuningan silsilah Raja2 Siak dimana pada baris teratas nama Raja Kecil terdapat dua panah memanjang kiri dan kanan keatas yang satu tertulis “BER-IBU KE PAGARUYUNG” sedang panah yang satunya lagi tertulis “BER-BAPE KE JOHOR” Wasalam abp
--- On Sat, 14/2/09, Alzaber Alzaber Arif <[email protected]> wrote: From: Alzaber Alzaber Arif <[email protected]> Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: bukti historis lebih dari cukup To: [email protected] Date: Saturday, 14 February, 2009, 6:21 AM Assalammu'alaikum Wr.Wb. Paliang indak dunsanak alah saketek labiah tau tu maaa! Apokah Rajo kaciak nan dunsanak mykasui samo jo rajo kaciak di Johor??????? Trims!! --- Pada Sab, 14/2/09, Arman Bahar <[email protected]> menulis: Dari: Arman Bahar <[email protected]> Topik: [...@ntau-net] Re: bukti historis lebih dari cukup Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 14 Februari, 2009, 8:36 AM Assalamualaikum ww Suai, Minangkabau sepintas lalu tidak punya pasukan atau militer kecuali beberapa lusin dubalang sehingga tidak heran ada clash sedikit aja dengan pengikut Tuangku Lintau Minangkabau lenyap dari permukaan bahkan Istano Basa Pagaruyuang rata dilalap api hingga Rajo Alam dan Putra Mahkota Sulthan Alam Bagagar Syah yang masih berumur 9 tahun ngungsi dikegelapan malam ke Istano Tuanku Gadih kerabat dirantau Kuantan Riau Benarkah selamanya demikian? Ternyata dizaman Adityawaman dan anaknya Ananggawarman kerajaan ini punya juga kok angkatan perangnya, lihat aja peristiwa Padang Sibusuk Juga waktu Pesisir Timur dibawah bayang2 Aceh hingga lalu lintas Pagaruyuang ke Semenanjung Tanah Melayu seperti Negeri Sembilan dan Kerajaan Johor istana sang besan macet dan dijarah tentara2 Aceh ternyata Minangkabau punya juga pasukan handal hingga Aceh dapat diusir dari Pesisir Timur dan selanjutnya sama kita lihat Rajo Alam di Pagaruyuang menempatkan Rajo Kociak (Raja Kecil) yang ber-ibu Putri Pagaruyuang dan ber-ayah Sultan Johor itu sebagai penguasa Pesisir Timur raja pertama kerajaan Siak Sri Inderapura Ex Pasukan Pagaruyuang yang membebaskan Pesisir Timur itu kita kenal sekarang sebagai orang Sakai yang sekarang dapat kita lihat mereka berdomisili dipedalaman Kabupaten Siak dan Bengkalis Riau Jadi ada timbul dan tenggelam, masa jaya dan masa kemunduran suatu kerajaan, mungkin ketika zaman perang Paderi, Minangkabau Pagaruyuang dalam masa2 suram dimana sebagaian besar wilayahnya di Rantau seperti Barus, Kinali, Tiku, Pariaman, Indropuro dan banyak pula di rantau pesisir Timur telah melepas diri dari kontrol pusat di Pagaruyuang note Adokah mamak dan dunsanak nan mengetahui Rajo2 Pagaruyuang dan para kerabatnya bersuku apo, apakah mereka penganut matriachat seperti kita juga, karena ane dengar mereka patriachat artinya seluruh keluarga Istana Pagaruyuang di Gudam itu melaksanakan perkawinan endogami kawin hanya sesama lingkungan keluarga istana saja hingga dengan demikian suku mereka jadi tidak jelas lagi Dari pengakuan beberapa yang mengaku masih kerabat istano Pagaruyuang mengaku mereka dekat ke suku Piliang namun ado juo beberapa kerabat lainnya diperantauan Duri menegur kerabat lain yang bergabung kepersatuan Keluarga Suku Piliang karena katanya suku mereka khusus bahkan ada yang bilang sukunya Gudam padahal nama suku Gudam itu tidak ada yang ada bahwa Gudam itu sebuah kanagarian dengan penghuninya masih kerabat keluarga istana Pagaruyuang Iko jadi pertanyaan besar dalam hati ambo salamoko, mohon pencerahan dari mamak2 dan dunsanak yang mengetahui masalah ini wasalam abp --- On Fri, 13/2/09, Datuk Endang <[email protected]> wrote: From: Datuk Endang <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: bukti historis lebih dari cukup To: [email protected] Cc: [email protected] Date: Friday, 13 February, 2009, 3:54 PM Sanak Suryadi, sedikit komentar saya berikan : "Seperti terefleksi dalam judul buku itu: modal raja2 Minangkabau dulu hanyo muncuang sajo (ibarat tukang galeh ubek); tantara indak ado, paliang punyo dubalang gak salusin, kuaso yg terpusat indak ado. Kerajaan tanpa pasukan militer: itulah Pagaruyung." Dalam Ilmu Negara terdapat 2 kemungkinan untuk kondisi negara tanpa dukungan angkatan perang ini : 1) negara protektorat; sehingga pertanyaannya : siapa yang memberikan proteksi kepada Pagaruyung? 2) negara dalam pengampuan/perwalian; sehingga pertanyaannya : siapa yang menjadi wali bagi Pagaruyung? "Raja-raja kecil di pantai barat dalam periode tertentu memberi semacam 'pasalaman' --untuk tidak mengatakan upeti--kepada Pagaruyung sebagai tanda respek, bukan sebagai tanda tunduk. " Dalam tambo Dt. Batoeah disebutkan secara lebih gamblang, terkadang diberikan dengan langsung marosok tangan raja ketika raja berkunjung ke tempat itu, atau diletakkan begitu saja di atas meja dan kemudian raja mengutipnya, dst. Memang untuk beberapa daerah di Tanah Datar ada aturan ameh manah tiang bubuq, dan melalui prosesi tertentu. Wassalam, -datuk endang --- On Fri, 2/13/09, Lies Suryadi <[email protected]> wrote: From: Lies Suryadi <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] bukti historis lebih dari cukup To: [email protected] Date: Friday, February 13, 2009, 4:47 PM Dunsanak sekalian, Soal raja2 di Minangkabau (Pagaruyung) dan raja2 kecil di pantai barat saya kira bukti2 historis lebih dari cukup. Bukankan Thomas Diaz, orang Eropa pertama yang masuk ke pedalaman Minangkabau pada pertengahan abad ke-17 bertemu dengan raja Pagaruyung yang istananya berkilau oleh emas? Lihat: Timothy P. Barnard. “Mestizos as Middlemen: Tomas Días and his Travels in Eastern Sumatra” in Iberians in the Singapore-Melaka Area (16th to 18th Century), ed. Peter Borschberg (Weisbaden: Harrassowitz, 2004), pp. 147-60. Tentu tak ada salahnya juga jika kita membaca buku Jane Drakard: A Kingdom of Words: Language and Power in Sumatra (Shah Alam [etc.]: Oxford University Press, 1999), sebuah buku yang menarik yang, sayang sekali, tak ada orang kaya Minangkabau yang tertarik untuk membiayai penerjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia. Seperti terefleksi dalam judul buku itu: modal raja2 Minangkabau dulu hanyo muncuang sajo (ibarat tukang galeh ubek); tantara indak ado, paliang punyo dubalang gak salusin, kuaso yg terpusat indak ado. Kerajaan tanpa pasukan militer: itulah Pagaruyung. Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
