Jalur Sumbar-Riau Dibanjiri Pelacur
Kamis, 19 Februari 2009 16 Orang Digelandang Satpol PP Limapuluh Kota, Padek--Jalan negara penghubung Sumbar dengan Provinsi Riau yang membelah wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, ternyata tidak hanya menjadi urat nadi ekonomi para sopir dan pengusaha. Namun juga menjadi lahan subur untuk meraup uang, bagi kupu-kupu malam alias pelacur. Buktinya, Selasa (17/2) malam, Satpol PP yang diperkuat oleh personel Intel Kodim 0306 Kabupaten Limapuluh Kota, berhasil mengamankan 16 pelacur yang biasa mangkal di Jalan Negara Sumbar-Riau. Lokasi pelacur ini terjaring tepatnya di kawasan Tanjuang Balik dan Tanjuang Pauah, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. "Tapi sebelum dikirim, mereka kami bekali dulu dengan pemahaman tentang apa itu Panti Andam Dewi. Dengan tujuan, supaya nanti, mereka tidak kembali lagi ke sana," ucap Kepala Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Limapuluh Kota Azwardi, saat dihubungi secara terpisah. Adapun ke-16 belas pelacur yang diamankan Satpol PP dan dikirim ke Panti Andam Dewi tersebut, masing-masing berinisial "EY", 47, asal Padang, "DBS", 22, asal Padang Sidempuan, "EJ", 29, asal Medan, "YS", 29, asal Medan, "KI", 36, asal Solok, dan "SI" asal Indramayu. Kemudian, juga ada "EI", 43, asal Baso, Agam, "EA", 33, asal Limapuluh Kota, "YA", 27, asal Limapuluh Kota, "EI", 21, asal Pasaman Barat, "NG", 33, asal Tembilahan Riau, dan "ER", 32, asal Payakumbuh. Selanjutanya, juga ikut diamankan "DF", 21, asal Lubuk Sikaping Pasaman, "SW", 29, asal Padang, "DA", 38, asal Limapuluh Kota, dan "SA", 21 asal Limapuluh Kota. Atas penangkapan 16 pelacur itu, kalangan MUI Kabupaten Limapuluh Kota, dengan tegas menyatakan dukungan dan mengapresiasi tindakan Satpol PP. "Razia terhadap para pelacur di Jalan Sumbar-Riau, sangat tepat. Kami para ulama, sudah lama menunggu hal ini. Namun kalau boleh, razia jangan setengah hati, tapi berkesinambungan," harap Buya Rusli Marjidan, pengurus MUI Limapuluh Kota. Buya Rusli Marjidan, pengurus MUI Limapuluh Kota yang juga pemimpin Majelis Ta'lim Wal Awamil, saat diminta komentarnya sore kemarin. (frv) http://www.padangekspres.co.id/content/view/30845/107/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
