Makin hari puisi yg Ifah hasilkan semaikn baiktersusun apik dan betul mengambarkan apa yg terjadi dan apa yg Ifah rasakan Kami dari Rantau Net mendo'akan agar Ifah jadi penulis yg besarMiom pada dasarnya jinak dan tak berbahayaUntuk ifah ketahui saya lampirkan, bisa juga jadi bahan bagi pembaca lainnya
MIOMA UTERI II.1. DEFINISI Mioma uteri adalah tumor jinak yang brasal dari otot uterus. Mioma uteri sering disebut juga denga fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid.(5) II.2. EPIDEMIOLOGI Insiden mioma uteri ditemukan sekitar 20% pada wanita usia reproduktif. Pada usia > 35 tahun kejadian miom lebih tinggi yaitu mendekati 40%. Faktor risiko lain yang berhubungan dengan mioma uteri adalah meningkatnya kejadian mioma uteri dengan pertambahan umur, menurun pada wanita yang baru melahirkan, menurun pada usia menopause, sering terjadi pada multipara, meningkat pada obestitas, menurun risiko pada wanita yang banyak latihan fisik, dan terjadi penurunan risiko pada wanita perokok.(5,6) II.3. PATOGENESIS Etiologi pasti terjadinya mioma uteri hingga kini belum diketahui. Namun bila melihat mioma uteri banyak ditemukan pada usia reproduksi dan kejadiannya rendah pada usia menopause, maka estrogen paling banyak diduga sebagai penyebab timbulnya mioma uteri. Di dalam jaringan mioma itu sendiri dijumpai secara signifikan konversi estradiol menjadi estron, dan selanjutnya oleh enzim 17å- hidroksisteroid dehidrogenesa tipe I, estron dirubah menjadi estradiol. Oleh enzim 17å- hidroksisteroid dehidrogenesa tipe II, estradiol diubah lagi menjadi estron. Estradiol merupakan estrogen kuat dan estron merupakan estrogen lemah. Peningkatan aktivitas enzim aromatase dan enzim 17å- hidroksisteroid dehidrogenesa tipe I menyebabkan mioma uteri bertambah besar, dan defisiensi enzim 17å-tipe II juga menyebabkan pertumbuhan mioma uteri. Selain itu , pada mioma uteri ditemukan kadar reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan di dalam miometrium. Apakah estrogen secara langsung memicu pertumbuhan mioma uteri, atau memakai mediator masih menimbulkan silang pendapat,. Akan tetapi telah banyak ditemukan mediator di dalam mioma uteri, seperti estrogen growth factor, insulin growth factor-1 (IGF-1). Connexin-43-Gap-junction protein, dan marker proliferasi. (10) II.4. PATOLOGI Mioma uteri biasanya multiple, discrete, dan spheris, atau lobus ireguler. Meskipun mioma uteri mempunyai "false capsule", tapi terpisah jelas sekali dari jaringan otot di sekitarnya, dan dapat dengan mudah dienukleasi dari jaringan sekelilingnya. Pada pembukaan, mioma tampak lebih putih dari jaringan sekitarnya, melingkar, smooth. Pada pemeriksaan mikroskopik tampak sel-sel otot polos panjang yang disusun seperti konde (whole like pattern). Inti sel juga panjang, dan sel bercampur dengan jaringan ikat. (5) II.5 KLASIFIKASI Mioma dapat diklasifikasikan menurut lokasi. Mioma di bawah endometrium, dan pertumbuhannya akan menekan ke dalam lumen uterus disebut mioma submukosa. Pengaruhnya pada endometrium akan menyebabkan perdarahan uterus abnormal. Mioma submukosa ini bisa bertangkai dan keluar melalui kanalis servikalis (mioma geburt). Mioma uteri intramural tumbuh pada lapisan miometrium. Mioma uteri subserosa tumbuh pada lapisan subserosa uterus. Jika mioma subserosa ini bertangkai dan mendapat suplai darah dari ekstrauterin (omentum), maka tangkai ini akan atropi dan diresorbsi dan disebut mioma parasitik. Tumor subserosa tumbuh lateral dan meluas antara 2 lapisan peritoneum pada ligamentum latum menjadi mioma intraligamenter. Mioma ini dapat mengubah jalan ureter dalam rongga pelvis, dan hal ini perlu diketahui jika akan melakukan pembedahan pada mioma.(5,6) II.6. GEJALA KLINIS Kebanyakan wanita dengan mioma uteri tanpa gejala. Hanya 35-50% pasien yang memberikan gejala klinis. Gejala mioma tergantung lokasi, umur dan perubahan degeneratif pada mioma dan pasien hamil atau tidak. Perdarahan uterus abnormal Perdarahan uterus abnormal merupakan gejala yang paling banyak dijumpai pada mioma uteri (>30%). Perdarahan ini biasanya terjadi pada mioma submukosa dimana terjadi terganggunya aliran darah menuju endometrium, distorsi, dan kongesti pembuluh darah sekitarnya, khususnya vena-vena atau ulserasi sepanjang endometrium. Pasien paling sering mengeluh perdarahan lama, monoragia, premenstrual spotting. Perdarahan intermenstrual terutama terjadi pada mioma bertangkai dan melewati kanalis servikalis. Nyeri Nyeri jarang dikeluhkan kecuali telah terjadi perubahan pada mioma itu sendiri. Nyeri disebabkan oleh putaran pada tangkai mioma, infeksi, atau degenerasi merah. Mioma yang besar dapat menimbulkan rasa berat pada pelvik atau rasa tidak enak. Tumor yang besar juga dapat menekan persarafan pada pelvik yang menimbulkan nyeri menjalar ke punggung atau esktremitas bawah. Tanda penekanan Mioma intramural atau intraligamenter dapat mendistorsi atau menyumbat organ lain. Mioma parasitik dapat menyebabkan obstruksi instestinal jika ukurannya besar, melibatkan omentum atau saluran cerna. Mioma servik dapat menyebabkan discharge vagina serosanguineois, perdarahan pervaginam, dispareunia, dan infertilitas. Massa tumor yang besar dapat mengisi rongga pelvis dan menyebabkan kompresi ureter, vesika urinaria, kongesti vena pelvik, dan udema ekstremitas bawah. Gejala dari gastrointestinal seperti konstipasi atau tenesmus jika mioma menekan pada rekto-sigmoid. Infertiliti Mioma uteri menyebabkan infertiliti sekitar 2-10% pasien. Infertiliti jarang disebabkan oleh mioma, tapi jika terjadi, hal ini disebabkan oleh mioma submukosa, atau mioma yang besar, kavum uteri yang meluas dengan implantasi normal, atau dengan transportasi sperma. Demikian juga, mioma intramural bisa menyebabkan obstruksi atau disfungsi ostium tuba. Pada pasien dengan fertilisasi in vitro, distorsi kavum uteri oleh mioma menyebabkan penurunan angka kehamilan dan abortus spontan lebih dari 50% kasus. Mioma uteri juga menyebabkan kegagalan kehamilan berulang. Meskipun tidak ada penelitian prospektif yang membandingkan manajemen hamil dengan miomektomi pada wanita dengan gejala, hampir semua penulis setuju adanya peningkatan reproduksi setelah tindakan operatif. Abortus spontan Insiden terjadi abortus spontan pada mioma uteri dua kali lebih besar di bandingkan dengan wanita hamil normal. Mioma submukosa memudahkan terjadinya abortus.(5,6,10) II.7. KEGANASAN Mioma uteri adalah tumor jinak yang berpotensi menjadi ganas walaupun jarang. Mioma dapat mengalami transformasi menjadi ganas kurang dari 0,5%. Mungkin hal ini karena pertumbuhan leiomiosarkoma de novo dan tidak berhubungan dengan leiomioma jinak. Menurut Corscaden dan Singh, keganasan terjadi kurang dari 0,13%. Montaque dkk melaporkan bahwa dari 13000 kasus mioma uteri, ditemukan sarkoma uteri yaitu 0,23%. Adanya riwayat pertumbuhan mioma yang cepat terutama pada wanita menopause, seharusnya dilakukan pengangkatan massa tumor. Pertumbuhan yang cepat pada wanita muda di mana suatu kehamilan telah disingkirkan dan pada wanita tua sebelum menopause, perlu dipikirkan suatu keganasan. II.8. DIAGNOSIS Diagnosis mioma uterus secara klinis tidak begitu sulit. Dengan anamnesis, pemeriksaan inspekulo dan palpasi bimanual sudah dapat menegakkan diagnosis, namun kadang-kadang terjadi kesulitan juga dalam menegakkan diagnosis mioma uteri. Pada keadaan seperti ini dapat digunakan alat bantu tambahan seperti USG. Dengan USG diketahui besarnya mioma, sejumlah mioma dan lokasi mioma uteri. Degan USG doppler dapat diketahui secara tepat vaskularisasi dari mioma uteri. Bila dengan palpasi dan USG masih menimbulkan keraguan dalam menegakkan diagnosis, maka perlu digunakan metoda operatif seperti histeroskopi dan laparoskopi. Dengan adanya histeroskopi dan laparoskopi, maka diagnosis mioma uteri dengan menggunakan histerosalpingografi (HSG) sudah jarang digunakan. MRI juga dapat digunakan untuk mendiagnosis mioma, namun biayanya relatif mahal. (5,6,10) II.9. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan mioma uteri adalah sebagai berikut yaitu: Ekspektatif Medikamentosa (GnRH analog, antiprogestin) Operatif (miomektomi atau histerektomi) Ultrasonografi frekuensi tinggi Terapi laser Cryoterapi Thermoablasi Embolisasi Arteri Uterina Pemilihan terapi ini harus dipikirkan sangat hati-hati dengan mempertimbangkan banyak faktor, baik medis dan sosial, termasuk usia, paritas, keinginan jumlah anak, beratnya gejala, ukuran dan jumlah mioma, lokasi mioma, berkaitan dengan kondisi media, kemungkinan adanya keganasan, dekatnya usia menopause, dan keinginan mempertahankan uterus. (5,6,10) Salam teriring do'a --- Pada Sel, 24/2/09, hanifah daman <[email protected]> menulis: Dari: hanifah daman <[email protected]> Topik: [...@ntau-net] TAK SABAR Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 7:09 PM TAK SABAR Ketika badan terbaring lemah Pikiranku galau dan cemas Ku pejamkan mata dan berdoa Saat itu kurasakan aku berdoa sangat khusuk Ketika bibir mulai mulus Makan sudah terasa enak Tidur nyenyak Sudah ada kekuatan Untuk melakukan sesuatu Aku merasa waktu berlalu sangat lama Terbayang kegiatan rutinku selama ini Yang berperan ganda Sebagai wanita karir dan Sebagai ibu rumah tangga Hingga waktu berlalu terasa sangat cepat Dua hari ini Aku mulai kembali ke dapur Ku pilih menu yang praktis Asam pedas ikan Tadi pagi sisa asam pedas kukasih santan Kubikin sambal tomat Terung ungu ku goreng tanpa di cabe Nanti siang akan ku goreng tempe Tak sabar rasanya Kembali kekampus Berada di tengah mahasiswa Mengasuh matakuliah Membimbing tugas akhir Melakukan kegiatan yang lain Tapi aku harus bisa menahan diri Paling tidak untuk beberapa hari ini Disamping belum sempurna sembuh Aku sedang menanti hasil periksa darah Setelah miomku di kuret Sebagian darahku Dikirim ke Bandung Andai hasilnya berbahaya Rahimku harus diangkat Tapi aku berdoa Semoga penyakitku tidak berbahaya Semoga rahimku tak sempat diangkat Amin Bengkulu, 24 Februari 2009 Hanifah Damanhuri NB. Bapak Suheimi, sudilah kitanya bapak menjelaskan tentang miom dan penanganannya Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru. http://id.messenger.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
