Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Di bawah ini saya tampilkan berita Kompas hari Senin tanggal 1 Maret 2009 ini, yang kelihatannya bersumber dari artikel Charles Babington yang saya tayangkan tanggal 28 Februari dahulu, yang telah mendapat perhatian dari beberapa sanak. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected]
Obama Tantang Para Pelobi Kompas, Minggu, 1 Maret 2009 | 02:22 WIB WASHINGTON, Sabtu - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menantang para pelobi yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Obama mengatakan tidak akan mundur dari pertarungan melawan kelompok kepentingan, yang selama ini diuntungkan berkat kedekatan mereka dengan Gedung Putih. Obama menantang para pelobi dengan berdebat secara resmi, terutama saat penyusunan undang-undang tentang perubahan pembiayaan sistem kesehatan, energi, dan pendidikan. Ada banyak pihak yang diuntungkan dengan kebijakan Gedung Putih selama ini, terutama kelompok-kelompok perusahaan karena mendapatkan kontrak- kontrak bisnis dari Gedung Putih. Namun, kontrak-kontrak bisnis itu merugikan keuangan negara dan merugikan rakyat. Obama menegaskan bahwa semua itu harus diubah. ”Sistem yang kita miliki selama ini sudah menguntungkan para pelobi yang punya kekuatan besar dan hal ini sudah berlangsung lama. Namun, saat giliran saya, hal ini tidak bisa dibiarkan. Saya akan berjuang demi rakyat Amerika.” Obama mencanangkan program stimulus ekonomi, penyelamatan perbankan, dan juga peningkatan anggaran untuk perbaikan sistem kesehatan agar terjangkau rakyat banyak. Obama juga mencanangkan peningkatan anggaran untuk perbaikan sistem pendidikan serta penyediaan dana jaring pengaman sosial bagi kaum papa Amerika. Goyahkan parlemen Semua rencananya itu akan ditata dalam bentuk undang-undang, yang menjadi pijakan Gedung Putih. Namun, para anggota Kongres AS mendapatkan tantangan dari para pelobi, yang ingin menggoyahkan anggota parlemen sehingga membatalkan niat Presiden Obama. Kubu Republik paling banyak menentang program Presiden Obama. ”Saya tahu langkah-langkah saya tidak berkenan di hati para kelompok kepentingan dan pelobi yang menerapkan bisnis gaya lama. Saya sadar, mereka akan mencanangkan sebuah perlawanan,” kata Presiden Obama. Namun, Presiden Obama juga menjawab tegas dengan meniru ucapan terkenal dari pendahulunya, mantan Presiden George W Bush. ”Demikian juga halnya saya,” kata Presiden Obama, menegaskan bahwa dia pun tidak akan mundur dari ”perang” yang akan dilancarkan para pelobi. Salah satu hal yang sudah umum diketahui adalah sebagian pelaku industri farmasi AS ingin meraup untung dengan membuat produk-produk baru berharga mahal. Hal ini membuat warga AS terpaksa membeli karena mereka tidak memiliki asuransi kesehatan dan tak memiliki pilihan lain. (AP/MON) ----- Forwarded Message ---- From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> To: Rantau Net <[email protected]> Sent: Saturday, February 28, 2009 7:17:52 PM Subject: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 57: OBAMA BERANI MENANTANG VESTED INTEREST DI AMERIKA Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Secara pribadi saya sangat senang menyaksikan para politisi, yang selain idealis dalam wawasan dan realis dalam implementasinya, juga berani menantang secara jantan mereka yang akan menghambat pelaksanaan program-programnya yang berfihak kepada rakyat banyak. Tabujua lalu, tabalintang patah. Saya melihat kualitas seperti itu pada sosok Barrack Obama. Bacalah artikel Charles Babington di bawah ini. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] Obama tells powerful lobbies: Bring it on By CHARLES BABINGTON, Associated Press Writer Charles Babington, Associated Press Writer 56 mins ago WASHINGTON – President Barack Obama challenged the nation's vested interests to a legislative duel Saturday, saying he will fight to change health care, energy and education in dramatic ways that will upset the status quo. "The system we have now might work for the powerful and well-connected interests that have run Washington for far too long," Obama said in his weekly radio and video address. "But I don't. I work for the American people." He said his ambitious budget plan, unveiled Thursday, will help millions of Americans, but only if Congress overcomes resistance from deep-pocket lobbies. "I know these steps won't sit well with the special interests and lobbyists who are invested in the old way of doing business, and I know they're gearing up for a fight," Obama said, using tough-guy language reminiscent of his predecessor, George W. Bush. "My message to them is this: So am I." Some analysts say Obama's proposals are almost radical. But he said all of them were included in his campaign promises. "It is the change the American people voted for in November," he said. Nonetheless, he said, well-financed interest groups will fight back furiously. Insurance companies will dislike having "to bid competitively to continue offering Medicare coverage, but that's how we'll help preserve and protect Medicare and lower health care costs," the president said. "I know that banks and big student lenders won't like the idea that we're ending their huge taxpayer subsidies, but that's how we'll save taxpayers nearly $50 billion and make college more affordable. I know that oil and gas companies won't like us ending nearly $30 billion in tax breaks, but that's how we'll help fund a renewable energy economy." Passing the budget, even with a Democratic-controlled Congress, "won't be easy," Obama said.. "Because it represents real and dramatic change, it also represents a threat to the status quo in Washington." Congressional Republicans continued to bash Obama's spending proposals and his projection of a $1.75 trillion deficit this year. Almost every day brings another "multibillion-dollar government spending plan being proposed or even worse, passed," said Sen. Richard Burr, R-N.C., who gave the GOP's weekly address. He said Obama is pushing "the single largest increase in federal spending in the history of the United States, while driving the deficit to levels that were once thought impossible." ___ On the Net: Obama address: http://www.whitehouse.gov --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
