Surau di Minangkabau

 

Rabu, 04 Maret 2009

Bagi masyarakat Minangkabau atau Sumatera Barat pada umumnya surau tidak
saja berfungsi sebagai tempat beribadah atau shalat tetapi sejak dari
dulu sudah menjadi tempat/pusat kegiatan masyarakat dalam banyak hal
(serba guna). Mulai dari rapat/pertemuan, peringatan hari-hari
bersejarah dan kegiatan sosial lainnya. Satu hal yang tak kalah
pentingnya adalah surau dijadikan tempat kegiatan yang edukatif bagi
para remaja putra khususnya dimalam hari, yang diisi dengan
kegiatan-kegiatan yang positif.

 

Kalau kita melihat sejarah masa lalu boleh dikatakan Sumatera Barat dan
Minangkabau khususnya banyak melahirkan para tokoh nasional bahkan
berkaliber internasional, sederet daftar panjang nama para tokoh yang
berasal dari Sumatera Barat, diantaranya Mohammad Hatta, M. Yamin, H.
Agus Salim, Hamka, Sutan Sjahrir. Mereka mempunyai andil besar dalam
menegakkan kemerdekaan RI dimasa lalu. Jika kita telaah lebih jauh,
latar belakang kehidupan saat remaja para tokoh tersebut sangat dekat
dengan surau, artinya surau memiliki andil besar dalam menjadikan mereka
karakter-karakter tokoh yang berkepribadian kuat, berkemampuan nalar dan
memiliki sensitifitas terhadap kehidupan sosial masyarakat, sehingga
menjadikan mereka tokoh yang berkwalitas dan disegani.

 

Yang rajin belajar adat/budaya dan kesenian Minang mereka dewasanya
menjadi budayawan dan seniman besar seperti Chairil Anwar dan budayawan
tersohor lainnya, maka tak salah jika di dalam pelajaran kesusasteraan
di sekolah menengah waktu dulu sebagian besar nama yang berasal dari
Sumatera Barat mendominasi bahan hapalan kita. Begitulah produk tempaan
dan didikan surau pada saat itu telah melahirkan pemimpin-pemimpin besar
yang besar karena seleksi alam dan kawah pendidikan alami dari
lingkungan surau yang kental nuansa Islamnya, dan mereka memiliki andil
besar dalam kancah perpolitikan dan kenegaraan mulai era perjuangan
kemerdekaan sampai dekade 70an dan 80an.

Tentu faktor penyebabnya sangat bervariasi. Tetapi tidak ada salahnya
kita mencoba menduga/berhipotesa bahwa salah satu penyebabnya adalah
telah hilangnya budaya pemanfaatan surau di masyarakat Minangkabau bagi
penempaan generasi mudanya. Surau saat ini telah semakin ditinggalkan
oleh umatnya, jangankan untuk proses pendidikan seperti disebutkan
diatas, untuk shalat lima waktu saja sangat sulit mencari makmumnya
(mudah-mudahan pernyataan ini keliru).

 

Disatu sisi banyak kita temui tempat-tempat ibadah, surau ataupun mesjid
yang dibangun dengan megahnya, namun disisi lain sepi akan aktifitas
umat yang seharusnya memanfaatkan kemegahan tersebut dalam rangka memuja
dan mendekatkan diri kepada "Allah Yang Maha Kuasa dan Pencipta Alam
Semesta". Tentunya banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini,
salah satu adalah faktor kesibukan (ini juga sebetulnya tidak bisa
dijadikan alasan), dan lain sebagainya. Tetapi kemungkinan salah satu
faktor utamanya adalah pendidikan agama bagi anak-anak usia sekolah saat
ini yang sangat minim, sehingga anak-anak cenderung tidak punya modal
ilmu agama yang cukup, yang dulu bagi anak-anak Sumatera Barat menjadi
suatu hal yang mutlak dan diperolehnya di surau.

 

Lebih menyedihkan lagi fenomena yang berkembang saat ini, anak-anak
lebih memilih duduk terpaku di depan televisi dirumah menonton acara
kesayangannya yang tidak lain tidak bukan didominasi oleh sinetron
dengan cerita yang mengumbar kekerasan, gambaran kehidupan mewah penuh
tipu muslihat, tingkah laku yang tidak sopan kepada orangtua, fenomena
mistik, kehidupan selingkuh dan gosip kehidupan bebas tanpa batas para
selebritis, berita-berita kriminal yang menjadi inspirasi/mendorong
perbuatan jahat serta materi acara lainnya yang jauh dari nuansa
keagamaan dan pendidikan yang baik bagi perkembangan jiwa anak.

 

Tontonan seperti inilah yang mendominasi penglihatan mata, mengisi hati
dan kejiwaan anak-anak kita saat ini, sekali lagi timbul pertanyaan apa
jadinya moral dan kehidupan anak-anak kita bila dewasa kelak kalau diisi
dengan fenomena lingkungan seperti demikian, mungkinkah mereka kelak
akan jadi Buya Hamka muda, Muhammad Hatta muda, atau tokoh-tokoh
sekaliber Sutan Syahrir. Kalau mereka jadi pemimpin akan dibawa kemana
negara ini, wallahualam. Ironisnya lagi kebanyakan orang tua sekarang
tidak banyak yang peduli dan sadar akan bencana degradasi moral yang
melingkari lingkungannya, mereka terhipnotis dengan sajian-sajian yang
menghibur tetapi meracuni jiwa dan moral generasi muda, kebanyakan orang
tua saat ini sangat permisif dengan fenomena ini.

 

Mungkinkah para anak-anak kita yang jauh dari kehidupan surau dan
disuapi dengan tontonan yang tidak mendidik dapat mengisi, meramaikan
dan memuliakan surau, mungkinkah mereka dapat mengembalikan citra ranah
minang sebagai gudang para ulama, gudang para pemikir, gudang budayawan,
gudang para pemimpin bangsa dimasa datang? Perjalanan waktu dan
peredaran zamanlah yang akan mejawab, paling tidak kita butuh waktu 15
atau 30 tahun kedepan baru dapat merasakan dampaknya. Memang, untuk
kembali kepada situasi surau di zaman dulu rasanya juga kurang pas
dihadapkan dengan kondisi sekarang.

 

Orangtua mana saat ini yang merelakan anak remajanya tidur di surau
(rasanya sulit dibayangkan). Tetapi paling tidak yang kita inginkan
sekarang adalah bagaimana surau kembali dijadikan tempat  belajar dan
diskusi agama bagi para remaja/masyarakat Minangkabau umumnya serta
setiap jadwal shalat surau ramai dengan jamaah. Disamping itu juga surau
kembali dapat digunakan sebagai tempat pengembangan adat dan budaya
minangkabau, sesuai dengan semboyan Urang Minang "Adaik basandi sarak,
sarak basandi Kitabullah". Mudah-mudahan. ***

http://www.padangekspres.co.id/content/view/31783/55/

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke