Hal ini menurut saya satu tindakan yang baik, saya salut dan akan saya salami dan peluk Satpol PP yang beretindak demikian. Setidak-tidaknya aparatur sebagai pelayan masyarakat, mereka sudah melakukan tindakan preventif. Apalagi kalau dia ikhlas tugas itu dilandasi sebagai "amal ma'ruf dan ber'nahyi munkar", tentunya akan sangat mulya di sisi Allah, walaupun di dunia ada yang mencibirkan.
Untuk dketahui, Satpol PP tidak hanya mengurusi PKL, kalau dulu di Kiktenggi dulu tahun 60-70-1n mengurusi "cik kudo di jalan kota". Satpol PP sebagai aparatur pada hakekatnya adalah mengurusi berbagai maslaah yang timbul atau yang mungkin akan timbul dalam kehidupan bermasyaraka. Aparatur punya kewajiban untuk melakukan tindakan preventif, sesuai dengan tugas mereka (di pemerintahan dikenal dengan TUPOKSI). Permasalahannya adalah, "apakah Satpol PP dapat mengetahui dengan jitu kalau pelajar membuka atau tidak membuka situs porno? Nah, untuk itu Satpol PP perlu diberi pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan internet. Di kantor saya, ada 15 komputer berjaringan internet (WAN), benchmarking Internet Gallery di Tsukuba. Galeri ini yang digratiskan sebagai upaya meningkatkan lterasi masyarakat terhadap ICT. Saat ini saya fokuskan bagi pelajar, terutama pelajar SMP, SMA bahkan SD. Pegawai yang bertugas sebagai operator. diwajibkan untuk mengamati situs apa yang dibuka pengunjung. Masalahnya mereka dapat dengan cepat menutup situs yang mereka lihat (melanggar ketentuan yang dibuat di galeri) dengan cepat saat petugas datang. Kalau petugas piket menemukan situasi yang demikian, mereka akan menelusuri melalui fasilitas "Hystory", dan disini seluruh situs yang dibuka dapat dengan jelas. EDP Manager atau apalah namanya "saat ini", sehausnya memberikan pelatihan singkat sebelum Satpol PP turun ke lapagan. Sengaja kata "saat ini" dalam tanda kutip, karena dengan keluarnya/diimplementasikannya PP No.41/2007, insntitusi yang mengelola "komnikasi dan informasi" ini dimasukkan kedalam kandang yang sama (satu rumpun) dengan perhubungan. Terima kasih ________________________________ From: Riri Chaidir <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, March 5, 2009 3:52:40 PM Subject: [...@ntau-net] Re: 22 Pelajar Dijaring di Warnet Sepertinya Satpol PP ini adalah satu taskforce yang hebat, yang bisa diturunkan dalam perang, entah di gaza, entah vietnam. Pertanyaan saya adalah, kalau memang pelajar itu "bersalah", apakah pihak sekolah tidak perlu dipersalahkan? apakah tidak perlu mewajibkan warnet untuk KYC seperti di perbankan? Dengan razia ini - untuk saya - menjadi tidak jelas, yang mencari kesalahan atau membina. Kalau hanya untuk mencari kesalahan, kesalahan si pelajar atau sekolahnya, atau sistem pendidikan keseluruhan? Riri Bekasi, L 46 2009/3/6 Nofend Marola <[email protected]> Jumat, 06 Maret 2009 Dalih Cari Tugas, Bantah Buka Situs Porno Padang, Padek--Satu kompi anggota Pol PP Padang menjaring 22 pelajar dari 10 sekolah di dua lokasi di kawasan Jati, kemarin. Umumnya mereka ditangkap di warnet (warung internet).”Saya mendapat informasi dari seseorang bahwa di warnet “A”, banyak pelajar yang main di sana. Padahal, masih jam sekolah. Berdasarkan informasi itu kami langsung meluncur ke lokasi,” ujar Kepala Kantor Satpol PP Kota Padang, Eri Sendjaya. Tim Satpol PP beranggotakan 40 orang itu sampai di lokasi. Ternyata banyak pelajar yang berada di sana. Pria sebanyak 18 orang dan empat perempuan. Dari 22 orang yang tertangkap itu ada satu pasangan muda-mudi yang tertangkap sedang berduaan di warnet ‘AN’. “Rata-rata mereka mengaku sedang mencari tugas sekolah. Tentu, kami tak percaya begitu saja,” ujar Eri Sendjaya. Pelajar yang tertangkap itu, sebanyak 8 orang pelajar SMP dan sisanya pelajar SMA dan SMK. Sebelum beraksi, Satpol PP melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Padang. ”Sebelumnya kami telah koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Langkah ini kami lakukan untuk menjawab keluhan para orangtua yang resah melihat anaknya kecanduan warnet. Pemilik warnet nanti juga akan kita panggil,” katanya. Salah seorang pelajar yang minta namanya tidak ditulis mengaku kaget ditangkap. Gadis bertubuh mungil itu menuturkan saat itu dia sedang mengerjakan tugas sekolah. ”Saya kaget ketika Satpol PP datang dan langsung menarik tangan saya dan mengambil tas saya. Demi Allah, kak, saya di sana hanya mencari tugas sekolah. Lagian saya tidak berkeliaran di jam sekolah tapi saya sudah pulang sekolah. Saya kan baru pulang ujian,” tuturnya sambil berurai air mata. Pernyataan yang sama juga terlontar dari pelajar yang berinisial ‘S’. ”Rasanya kami seperti penjahat saja diperlakukan seperti ini. Apa salahnya mereka bertanya dulu pada kami. Ini tidak langsung aja bawa kami. Aparat Satpol PP memberikan pengarahan kepada 22 pelajar bolos di kantor Satpol PP Kota Padang, Kamis (5/3). Kami hanya buat tugas, bukan membuka situs porno di warnet,” ucapnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Padang Nur Amin meminta agar semua sekolah memperketat kontrol absensi pelajar di sekolah sehingga tidak banyak pelajar keluyuran saat jam sekolah. Nur Amin juga mengaku sebelumnya telah memberikan surat edaran kepada pemilik warnet untuk tidak menerima pelajar yang masih berpakaian seragam. ”Kemarin, kami telah berikan surat edaran itu kepada pemilik warnet. Tapi mungkin untuk selanjutnya akan kami sosialisasikan lagi pada mereka. Aturannya sebetulnya telah ada kita berikan, cuma saja masih ada saja pemilik warnet yang tidak patuh,” jelasnya. (cr1) http://www.padangekspres.co.id/content/view/31831/1/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
