Pak Nof, hidupnya KA Wisata sudah merupakan terobosan besar, yang harus kita 
syukuri dan kita kembangkan terus untuk kesejahteraan masyarakat Sumbar. 
Mengenai demikian banyak loko yang lenyap itu, sambil menelusuri sejarah 
lenyapnya, yang perlu kita kerjakan sekarang adalah menciptakan iklim yang 
lebih kondusif untuk perkembangan KA Wisata tersebut.
Sebelum ini besar sekali harapan saya untuk segera terbentuknya WSTB sebagai 
infrastruktur kerjasama lintas bidang pariwisata, tapi saya sungguh heran, tiap 
saya dorong selalu dapat umpan balik yang kurang mendukung, dengan macam-macam 
alasan, baik yang masuk akal maupun yang tidak
Kelihatannya hanya mukjizat yang bisa menciptakan kondisi yang kondusif 
tersebut. Tentu bisa percepat dengan doa, semoga Allah swt membuka hati beliau 
yang selalu ragu-ragu bila diajak maju. 

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak".
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]


--- On Fri, 3/13/09, yumetra fidel amir <[email protected]> wrote:


From: yumetra fidel amir <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] - Next: Bkt & Pykmbh...?
To: [email protected]
Cc: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Friday, March 13, 2009, 11:44 AM






> Mmnda Saaf dan Rekan Nofrins,
> 
> Untuak jalur KA Wisata ka BUKITTINGGI dan PAYAKUMBUAH ko,
> tantu banyak harok ka kawan2 di MPKAS marealisasikannyo.
> Semoga bisa andaknyo sabalun 1 Oktober 2009 ko (Saat SBY-JK
> manyarahan kekuasaan ka Presiden/Wapres nan Baru.
> 
> Tantu harok awak basamo lo ka FIRDAUS HB SSM, nan "sangaik
> dakek" jo pak JK untuak mangana-nganaan baliak. Baa pak FIR
> ??
> 
> Yumetra FA,
> IKK INDONESIA,
> Jakarta
> 
> 
> > > Tanggal: Jumat, 13 Maret, 2009, 12:17 AM
> > Mak
> > Ngah di Amrik, Pak Saaf di Jkt, Heri di Paris dan
> Dunsanak2
> > sedunia,
> > 
> > Barusan saya perhatikan lagi baik2 foto2 dari link
> ini:  http://searail.mymalaya.com/PJKA1985WS/
> > PJKA1985WS.htm 
> > 
> > Ternyata memang ada puluhan Loko Uap kita dulu. Lihat
> saja
> > serinya dari foto tsb yg ada: E-1007 hingga E-1061.
> Saya
> > awalnya agak setengah kurang percaya juga bahwa salah
> > seorang Kepala Stasiun di Sumbar mengatakan dulu ada
> sktr 50
> > unit lebih Loko Uap ini. Lalu dijual sbg besi tua
> semuanya
> > kecuali dikirim masing-masing satu unit ke Taman Mini
> dan
> > Ambarawa. Info dari salah satu member kita di milis,
> > besi-besi Loko
> >  tsb digunakan untuk mensuplai salah satu pabrik
> baja di
> > negara ini, kata beliau. Sampai sejauh mana kebenaran
> berita
> > ini, kita belum punya buktinya. Kecuali PT KAI
> bersedia
> > melakukan bantahan secara tertulis. Agar tidak
> terjadi
> > kesimpang siuran sejarah, kalau memang dirasa perlu
> > pelurusan info tsb...
> > 
> > Sebetulnya berapa besar sih produksi Batubara kita
> dulu
> > sehingga diperlukan sekian puluh unit Loko Uap...?
> Belum
> > lagi ditambah dg seri BB-204. Adakah dunsanak yang
> bisa
> > membantu hitung-hitungannya...? Riri biasanya selalu
> kayak
> > kamus nih...:)
> > 
> > Saya semakin kagum dg kekayaan KA kita di Sumbar,
> luar
> > biasaa... Jadi tidak salah lah kalau kita harus ikut
> > membantu me-revitalisasi KA di Sumbar ini. Jalur tidur
> ke BUKITTINGGI
> > dan PAYAKUMBUH menunggu dukungan kita semua...!
> Jangan
> > sampai hilang tuh sejarah legendaris Mak Itam dan
> Kejayaan
> > KA di Sumbar...! Walaupun pasti akan selalu ada pro
> dan
> > kontra untuk
> >  itu.
> > 
> > Pak Jusuf Kalla melalui Firdaus SSM katanya sudah
> pesan
> > agar jalur ke Bukittinggi kalau bisa segera bisa
> dihidupkan
> > kembali. Dunsanak kita Kurnia Chalik, Ketua II MPKAS,
> sudah
> > mulai melakukan lobby-lobby ke bbrp Kepala Daerah
> terkait
> > dan membuat rencana-rencana berikutnya... Nanang
> Asfarinal,
> > Kepala Divisi Pariwisata MPKAS, sudah mengusulkan
> > diadakannya Pameran Foto-Foto KA di sktr Jam Gadang
> utk
> > membangun Opini Publik... Berhasil atau tidak, itu
> urusan
> > nanti. Yang penting dimulai aja. Tapi tantangannya
> jelas
> > lebih berat dari pembukaan jalur Padang - PP - Solok
> -
> > Sawahlunto.
> > 
> > Semoga semua rekan-rekan Media yang saya bcc di email
> ini
> > juga tetap bersedia ikut membantu untuk membangun
> Opini
> > Publik tsb. Agar Bapak-Bapak Pejabat kita, Anggota
> Dewan
> > yth, baik didaerah maupun di pusat, terbantu dan
> terbuka
> > matanya dengan lebih mudah agar "berani ngetok
> > palu" dan menurunkan bantuannya ke Sumbar, LAGI...:)
> > Terima
> >  kasih.
> > 
> > Salam,
> > Nofrins
> > www.train.west-sumatra.com
> > www.mpkas.west-sumatra.com
> > 
> > NB: Maaf 'tajelo-jelo' agar isu nya gak putus...
> > > 


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke