Sedikit memberi komen, sekaligus bertanya, khususnya tentang Judul,
"KAMANG MUDIAK (BERWISATA KE “NAGARI PAHLAWAN”)". Yang saya tahu, yang
disebut Kamang terdiri dari dua nagari, yakni Kamang Mudiak dan Kamang
Ilia (Hilir). Waktu saya masih SD, antara 1975-1981, kedua nagari
tersebut adalah bagian dari Kecamatan Tilatang Kamang (bersama nagari
Kapau, Gadut, Kototangah, dan Magek). Setelah proses pemekaran
kecamatan, Kamang Mudiak, Kamang Ilia, dan Magek dimasukkan dalam
wilayah Kecamatan Perwakilan Tilatang Kamang yang kemudian dijadikan
defenitif dengan nama Kecamatan Kamang Magek (maaf saya tidak ingat
betul tahun pembentukannya, tetapi kalau tidak salah pada tahun
2000an).

Masih ingat dalam ingatan saya, dalam salah satu pelajaran di bangku
SD disebutkan bahwa Perang Kamang yang terjadi pada 1908 dipimpin oleh
seorang pejuang yang bernama H Abdul Manan yang berasal dari Kamang
Ilia. Di Kamang Ilia pulalah adanya Taman Makam Pahlawan yang berada
di Jorong Taluak. Bagaimana dengan keberadaan Tuanku Nan Renceh yang
juga disebut berasal dari Kamang? Literatur tentang ini sepertinya
masih sedikit dan banyak yang tidak tahu dari mana asal salah seorang
anggota Harimau Nan Salapan ini. Apakah Kamang Ilia atau Kamang
Mudiak? Menjadi pertanyaan juga, apakah sebelumnya Nagari Kamang ini
hanya satu? Karena melihat dialek yang digunakan di kedua nagari
tersebut sama. Mohon pencerahan dari yang tahu.

Salam
Sutan Palimo (Manjalang 40)
Sumando Urang Kamang Ilia

PS.
Tantang durian nan ndak ditamui dek sanak ET Hadi Saputra Katik Sati
di Jorong Durian, ambo ndak tau persis. Tapi kalau di Kamang Ilia,
tamasmuak di rumah anak ambo di Ampek Kampuang, masih ado durian nan
bisa dimakan untuak palapeh taragak.

On 22 Mar, 22:32, Irwan Setiawan <[email protected]> wrote:
> Salam
> assalamualaikum wr.wb,,,
> terima kasih pak atas apresiasinya terhadap tulisan saya...
> kalau ada waktu.. mnanti lebaran pulang ya pak..
> saya sekarang di bengkulu selatan, sudah hampir setahun menjadi guru di sma 1 
> bengkulu selatan, guru sejarah, tamatan UNP padang.
> tantang tradisi sileknya di "nagari kito" masi ado, tapi sudah mulai 
> mengalami penyusutan dari segi kwantitas-peminatnya. tapi saya-kita tentu 
> berharap nilai tradisi ini tidak hilang ditelan zaman.
> Namun kabar menariknya,,, ternyata silek kamang sudah menyebar ke hungaria, 
> saya buka internet,,, dan ingin tau kabar dari uda muhar, orang jorong pakan 
> sinayan yang menjadi pelatih silat di sana...
> kalau bapak terari untuk melihat seni tadisional kita itu bisa buka 
> diwww.pandeka.com
> salam tuk rang rantau JKT dari bengkulu (081374665996). 
>
> --- Pada Ming, 22/3/09, [email protected] <[email protected]> menulis:
>
> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Topik: [...@ntau-net] Re: KAMANG MUDIAK (BERWISATA KE “NAGARI PAHLAWAN”)
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Minggu, 22 Maret, 2009, 10:11 PM
>
> Assalaamualikum wr wb
> Apresiasi yang sangat tinggi buat pak Irwan Setiawan, penuturan yg sangat 
> baik untuk mengajak kita semua mengunjungi Kamang Mudiak.
> Sayapun jadi ingin berbagi sedikit.
> Ibu saya lahir di jorong Durian, dalam ingatan saya tempat ini hanyalah 
> sebuah kampung kecil yg walaupun bernama Durian tapi saat ini sudah tidak 
> menyisakan satu batang pohon Durian pun yg bisa dipetik. Durian Kamang hanya 
> tersisa dinagari Magek yang lebih dekat keBukittinggi.
> Sebelum mencapai ngalau Kamang pun, kita bisa melihat aktifitas penambangan 
> batu kapur secara tradisional. Diseberang bukit ngalau Kamang tersebut dahulu 
> ada hutan Jambu (Batu), entah sekarang masih ada atau tidak. 30 tahun yang 
> biasanya kami mengarungi hutan jambu tersebut menggunakan rakit batang 
> pisang. Dimusim hujan, hutan tersebut pasti terendam sampai dada orang dewasa.
> Menjelang magrib kami sudah pasti bergegas pulang, karena telat sedikit saja 
> pastilah akan bertemu bayangan 'Inyiak' disela-sela bukit kapur. Kabarnya 
> Inyiak suka turun kebawah bukit malam malam, apalagi saat musim durian. Jadi 
> kamipun tidak berani mengejar durian jatuh disaat malam tiba. Kata 
> orang-orang tua, itu rasaki inyiak, ijan pulo kalian ambiak.
> Puncak bukit itu juga tempat kami belajar silat. Gurunya bernama mak Indih. 
> Beliau juga yang suka mengantar tamu kedalam ngalau. Biasanya mak Indih 
> membawa lampu  strongkeng dan senter enam batre buatan Cina yg sebesar 
> pangkal lengan.
> Mak Indih orangnya gagah, berjambang dan jenggot putih. Kata orang wajahnya 
> tidak pernah berubah sejak dahulu. Tidak ada yg tau pasti umurnya berapa. 
> Yang jelas, nenek, ibu, dan kami sama-sama memanggil beliau mamak.
> Abang-abang yg lebih tua dari kami selalu bicara tentang ujian silat dari 
> Inyiak. Kabarnya kami setelah belajar silat dengan mak Indih, kelulusannya 
> akan ditentukan oleh sebuah pertarungan dengan Inyiak. Inyiak lah yg 
> menentukan kelulusan itu. Entah benar entah tidak, tapi saya dan beberapa 
> teman salapiak sakatiduran tidak sempat membuktikannya karena sebelum 
> pelajaran silat selesai, kami sudah merantau ke Jawa.
> Wassalam
> ET Hadi Saputra Katik Sati
> Dikomplek Kompas Ciputat
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: IRWAN <[email protected]>
>
> Date: Sun, 22 Mar 2009 07:14:32
> To: RantauNet<[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] KAMANG MUDIAK (BERWISATA KE “NAGARI P
>
> AHLAWAN”)
>
> BERWISATA KE “NAGARI PAHLAWAN”
> Oleh :Irwan Setiawan
>
> Perubahan cara kepemimpinan yang bersifat sentralistik ke sistem
> otonomi di Indonesia membawa dan melibatkan daerah-daerah untuk mampu
> memenuhi dan mencukupi keuangan masing-masing. Otonomi daerah juga
> memunculkan berbagai ide untuk pengembangan dan usaha memajukan
> daerah. Bagi daerah-daerah penghasil tambang, dan potensi kekayaan
> bumi lainnya akan lebih mudah mengatisipasi perubahan ini, karena
> mereka umumnya mampu memenuhi keuangan daerah sendiri. Tapi masalah
> akan terasa bagi daerah-daerah yang dasarnya memerlukan dana dari
> pemerintah pusat karena keterbatasan potensi kekayaan alam.
> Agam adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang tak memiliki
> potensi tambang untuk skala besar. Tapi pada sebenarnya Agam mempunyai
> berbagai potensi wisata yang seharusnya bisa dikembangkan dan di
> promosikan untuk skala lokal, nasional bahkan internasional. Hal ini
> dapat dijadikan sebagai koreksi atas perkembangan dunia wisata Agam
> yang tertinggal dibanding Bukittinggi sebagai tetangga terdekatnya.
> Selama ini potensi wisata Agam lebih diarahkan ke daerah Maninjau dan
> sekitarnya dengan panorama danau dan keindahan alam di Puncak Lawang.
> Salah satu daerah wisata di Agam yang jarang disinggung dan masih
> kurang di promosikan adalah objek wisata di Nagari Kamang Mudiak.
> Sebagai sebuah nagari bersejarah, daerah ini sebenarnya adalah daerah
> yang menjanjikan untuk dunia wisata Kabupaten Agam. Dengan jarak
> sekitar 12 km dari Bukittinggi atau hanya memerlukan waktu perjalanan
> 20 menit dari Bukittinggi kita dapat langsung sampai di nagari yang
> unik ini.
> Dalam tinjauan historis Sumatera Barat tentu semua orang tahu tentang
> peristiwa Perang Paderi yang bergejolak tahun 1820-an sampai tahun
> 1830-an dan salah satu tokoh pentingnya adalah Tuanku Nan Renceh yang
> berdomisili di Jorong Bansa, Kamang Mudiak yang makamnya sampai
> sekarang masih terawat dengan baik. Peristiwa penting lain yang pernah
> terjadi adalah Perang Kamang yang meletus tahun 1908 dengan tokoh-
> tokoh pahlawan dari Kamang Mudiak dan Kamang Hilir. Perang Kamang
> sebagai sebuah usaha menentang tindak pemerasan oleh Kolonial Belanda
> yang terjadi dengan pemungutan pajak (blasting) yang memberatkan bagi
> masyarakat, perjuangan ini dipimpin oleh H. Abdul Manan yang berasal
> dari dusun Kampuang Budi, Pakan Sinayan. Untuk mengenangnya kita dapat
> melihat dan berziarah ke makam-makam para pahlawan tersebut di Jorong
> Pakan Sinayan, Kamang Mudiak.
> Selain menyajikan objek wisata sejarah, daerah Kamang Mudiak juga
> memberi pesona wisata alam yang semua objeknya dapat dilewati dalam
> satu rute perjalanan. Apabila kita datang ke Kamang Mudiak melewati
> jalur Bukittinggi, Pakan Kamis ,dan sampai di Pakan Sinayan, maka kita
> akan disambut oleh Tugu Perang Kamang 1908 di daerah Pakan Sinayan
> kemudian perjalanan dapat di lanjutkan ke Ngalau Tarang Batu Biaro di
> jorong yang sama. Ngalau Tarang adalah sebuah sebuah panorama goa yang
> terdapat di kaki bukit dengan pesona yang mengagumkan dengan stalagtit
> dan stalagmit yang terdapat di dalam gua. Masyarakat sekitar memahami
> tempat ini sebagai sebuah legenda yang dahulunya berasal dari sebuah
> kapal, kemudian dikutuk hingga menjadi batu. Tiap sudut gua disebut-
> sebut memiliki spesifikasi dan penamaan-penamaan batu tersendiri. Ada
> batu kaki menggantung, batu kepala raja, batu singa, batu gajah, batu
> buaya, batu kain bersusun, batu ibu menyesui. dan berbagai penamaan
> lainnya. Dibagian depan Ngalau Tarang Batu Biaro terdapat sebuah batu
> besar dan di lewati oleh sebuah bandar (sungai kecil).
> Setelah dari Jorong Pakan Sinayan, kita akan memasuki Jorong Bansa,
> disini kita dapat singgah ke makam Tuanku Nan Renceh sebagai pahlawan
> Perang Paderi. Kemudian perjalanan wisata akan memasuki Jorong Babukit
> dan Halalang. Disini kita bisa menikmati keidahan alam, yaitu
> terdapatnya sebuah danau mini yang disebut masyarakata dengan Tarusan.
> Tarusan dikelilingi oleh Bukit Barisan yang menambah pesona daerah
> yang asri. Bagi pecandu pancing ikan dapat langsung membawa pancingan
> atau kailnya. Kita bisa memancing dengan leluasa karena penduduk
> setempat menyediakan rakit yang dapat dipinjam untuk memancing dan
> kita tak perlu membayar retribusi untuk memancing. Berbagai jenis ikan
> air tawar terdapat di danau mini ini. Tapi ikan spesifik yang jarang
> ditemukan di daerah lain yaitu Pantau. Pantau merupakan ikan dengan
> ukuran tubuh yang kecil, tapi kalau dari rasa dan enaknya tak kan
> tertinggal dari rasa enak, gurih ikan-ikan air tawar lainnya.
> Keunikan dari Tarusan adalah airnya yang sering pasang-surut dalam
> waktu yang tak dapat diperhitungkan. Terkadang air Tarusan penuh dan
> terisi dengan ikan yang tak diketahui asalnya secara pasti. Dan dimasa
> berikutnya air Tarusan akan surut dan habis, hingga ikan-ikan biasanya
> tertinggal di taman-taman (kolam-kolam) yang dibuat penduduk sebagai
> penampung ikan disaat air surut. Kemudian di dalam Tarusan tersebut
> masyarakat sekitar akan bersawah hingga airnya terisi lagi.
> Melanjutkan perjalanan dari Jorong Halalang kita menelusuri kaki Bukit
> Barisan, sesampainya di daerah Jorong Kapecong dan Padang Kunyik kita
> juga dapat berhenti melepas lelah di bawah pohon-pohon di tepi jalan.
> Kita dapat melihat pemandangan yang indah di Panorama Lengkok. Lukisan
> alam yang dapat kita saksikan adalah aggun dan kokohnya Gunung Merapi
> dan Singgalang yang berdampingan dengan lantang dan jelas, serta
> dibagian bawah lereng bukit kita dapat menyaksikan padi nan menguning.
> Sebuah pemandangan yang mengagumkan.
> Dari Jorong Padang Kinyik wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke
> Jorong Durian yang menyediakan sebuah objek wisata Ngalau Kamang.
> Ngalau ini adalah sebuah goa yang curam, bila ditelusuri kita akan
> terbawa masuk kedalam perut Bukit Durian dengan panjang rute lebih
> kurang 1 km. Untuk masuk kedalam gua ini kita harus menggunakan
> penerangan yang lengkap karena gelapnya suasana di dalam ngalau. Bagi
> yang tidak membawa penerangan sendiri bisa meminjam lampu petromaks
> dari penduduk setempat dengan biaya ganti minyak Rp 10.000,-. Sesampai
> di dalam gua kita akan disuguhkan dengan bebatuan yang meneteskan air-
> air yang jernih. Disana sini kita bisa melihat stalagmit dan stalagtit
> beserta sebuah sungai kecil yang mengalir didalamnya yang menambah
> keindahan pesona Ngalau Kamang. Menurut tuturan sejarah
>
> ...
>
> baca lainnya »
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke