Dunsanak,

Ini ada tanggapan dr Billy (yang tulisannya di forward sanak Suryadi bbrp
hari yll), atas "komentar" sesama dokter ...

Jadi, kalau saya melihatnya, ini bukan cuma "ga jelas juntrugannya", tetapi
memang ada. Juga bukan untuk "membuat laku RS luar negeri" ...

Riri
Bekasi, L 46

---------- Forwarded message ----------
From: Billy N. <[email protected]>
Date: 2009/3/24
Subject: konsulsehat.web.id > Re: Re: FW: Hati2 pada Dokter di Indonesia
To: e- Sehat <[email protected]>


  Yth ts dr.XXX
Terima kasih untuk tanggapannya, sangat tipikal tanggapan rekan sejawat yang
lainnya. Hal-hal yang dr.XXX sampaikan itu cukup bagus, tapi itu hanya
pembelaan diri belaka. Nggak perlu 'buruk rupa cermin dibelah', kita harus
obyektif. Kalau memang salah ya salah, nggak perlu dibela, tapi harus
diperbaiki.
Saya nggak menyebar kebencian, tapi saya mengajak masyarakat untuk lebih
kritis pada dokter yang sekarang justru makin 'seenaknya' pada masyarakat,
bukan mendidik tapi malah membodohi masyarakat. Kita nggak akan jadi dokter
tanpa masyarakat, jadi sudah sepatutnya kita melayani masyarakat dengan
baik.
Pasien bisa makan minum normal, untuk apa ranitidine injeksi? Karena teori
turun temurun adanya 'stress ulcer' akibat sakit? Apa itu perlu ranitidine
sampai diinjeksikan? Pasien nggak muntah, bahkan mual pun nggak sedikitpun,
apa perlu ondansetron injeksi? Kalaupun itu semua perlu, masih ada yang
preparat oral (diminum). Apa nilai trombosit 82 ribu/mm3 itu 'sangat
rendah'?
Kalau kebijakan RS salah, apa harus dituruti? Ketika masyarakat mulai peduli
lingkungan, mengurangi sampah, malah dokter yang menjadi pendukung untuk
sampah kimia yang lebih banyak akibat peresepan obat yang sia-sia, hanya
untuk dibuang. Ketika krisis finansial seperti sekarang, uang nggak mudah
didapat, pasien dipaksa keluar uang lebih banyak? Itu tujuan pengobatan atau
menjadi dokter? Masih ingat etika profesi dokter?
Saya nggak buka catatan saya kuliah, tapi saya buka bahan-bahan di internet,
yang paling baru, saya cek apa ada indikasi baru dari ondansetron untuk DBD?
Kalau yang saya ingat dari pelajaran waktu kuliah adalah pengobatan yang
rasional, salah satunya nggak memberi obat yang nggak perlu. Apa pasien
nggak mual perlu obat anti muntah injeksi yang harganya mahal? Apa ini
rasional?
RS taraf internasional? Kalau memang betul-betul taraf internasional,
'treatment refusal form' harusnya hanya ditanda-tangani oleh pasien yang
sadar 100% & setelah diberi penjelasan oleh dokternya, bukan oleh
ditanda-tangani oleh orang lain & tanpa dijelaskan.
Dokter di Spore, UK, USA pun masih banyak yang nggak bertindak dengan EBM &
medications error masih sangat tinggi. Pengobatan nggak harus mahal, kalau
dokter punya hati nurani & bekerja dengan etika profesi.
rgds
Billy
---

From: [email protected] <XXX%40gmail.com>
Alangkah baiknya kalau saya bisa berhubungan langsung dengan dr. Billy N.
Tetapi paling tidak, supaya Bu Eve tidak ikut-ikutan menyebarkan "kebencian"
& antipati terhadap dokter Indonesia, saya ingin urun rembuk. Maaf kalau
agak sedikit "menggurui". Saya bukan (lagi) dokter Indonesia. Saya tahu
pasti, cukup banyak dokter Indonesia (juga di AS) yang brengsek. Dulu
banyak, sekarang mungkin lebih banyak. Bedanya di AS ada mekanisme kontrol
yang lumayan ketat apalagi di kota (atau RS) besar.
EKG memang rutin dikerjakan pada pasien gawat walaupun 3 bulan y.l normal.
Siapa tahu sekarang ada tanda-tanda "iskemia".
Ranitidine suntikan bisa dibenarkan untuk mencegah pendarahan lambung karena
trombosit sudah sangat rendah dan pasien dianggap dalam keadaan "physical
stress", bisa berdarah kapan saja.
Pemberian parasetamol yang mahal, mungkin memang kebijakan RS tsb. Ini
memang cara RS untuk mencari untung. Di AS pun obat-obat seperti ini
diberikan dari RS walaupun pasien punya banyak di rumah.
Ondansetron juga tidak salah karena saat ini obat muntah yang (relatif)
paling aman memang Ondansetron. Waktu dr. Billy kuliah, (mungkin) memang
obat ini hanya untuk pasien yang muntah akibat obat kanker, sekarang obat
muntah yang lain sudah dianggap tidak cukup aman.
Saya duga RS itu cukup baik, mungkin bertaraf "international". Pasien
diminta menandatangani pernyataan "refuse treatment".
Kalau di AS, pasien seperti ini akan diminta menandatangani "AMA" (against
medical advice) dan dibiarkan pulang ke rumah.
Sejak 30 tahunan y.l pengobatan demam berdarah belum banyak kemajuannya.
Anak dokterpun cukup banyak yang jadi korban.
Mekanisme kontrol yang berlaku di AS adalah sebagai berikut.
Dokter yang merawat pasien di RS akan dibayar berdasarkan diagnosis si
pasien. Misalnya pasien dirawat akibat serangan jantung. Berdasarkan DRG
(diagnosis related groups), dokter/RS akan dibayar (misalnya) 50ribu $ oleh
asuransi. Kalau dokter meresepkan obat yang mahal dan tidak perlu atau
mengorder laboratorium/X-ray dll yand tidak perlu, asuransi tidak mau bayar
sehingga RS akan "rugi" (pendapatan berkurang). Kalau dokter ini berulang
kali "merugikan" RS, dia akan diusir dari RS tsb.
Dokter bisa membela diri dengan menunjukan hasil penelitian yang ada di
majalah kedokteran yang menganjurkan pengobatn seperti yand dia lakukan. Ini
disebut EBM (Evidenced Based Medicine). Berdasarkan itu, RS akan meminta
uang tambahan pada asuransi supaya tidak "rugi".
Saya yakin bahwa dokter / RS di Singapura bekerja berdasarkan prinsip EBM.
Memang menggunakan cara ini biaya RS (health care) jadi mahal, tetapi kalau
tidak, risiko dituntut akan tinggi.
Dari contoh pasien ini (abang dr. Billy), kalau pasien kemudian terkena
serangan jantung bersamaan dengan demam berdarahnya) atau mengalami
perdarahan lambung, para "lawyer" akan cepat mengurus penuntutan. Walaupun
pasiennya tidak meninggal, itu tetap dianggap kelalaian (negligence).
Lawyer di AS dapat 40% dari uang tuntutan, karena itu mereka sangat
bersemangat menuntut dokter.
Saya pernah bekerja (8 tahun) sebagai medical advisor di perusahaan farmasi
yang cukup besar. Saya tahu pasti, banyak (sekali) dokter (termasuk
guru-guru dan rekan-rekan saya dari FKUI) yang "busuk". Tetapi kita tidak
boleh menyamaratakan semua "dokter Indonesia". Salah satu guru saya yang
sangat "vokal" mengomentari praktek dokter yang tidak rasional adalah prof
Iwan Darmansjah, mungkin sudah tidak aktif lagi sekarang. Jadi saya tidak
membuta membela dokter Indonesia. Tetapi dalam kasus ini, saya terpanggil
untuk membela walaupun saya tidak tahu apakah RS itu RSCM atau RS "bertaraf
internasional". Sama sekali tidak ada niat untuk berkonfrontasi dengan
organisasi "konsul sehat"
Kalau kebetulan tahu alamat email dr. Billy, boleh tolong diteruskan.

__._,_.___
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/message/459;_ylc=X3oDMTMzaTJxMjVkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARtc2dJZAM0NTkEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg1BHRwY0lkAzQ1OQ-->
(1) Reply (via web post)
<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/post;_ylc=X3oDMTJwNWhhM2NhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARtc2dJZAM0NTkEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg1?act=reply&messageNum=459>|
Start a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/post;_ylc=X3oDMTJmam9mMmZzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyMzc3OTM5ODU->
Messages<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/messages;_ylc=X3oDMTJmNTlzZWtkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzEyMzc3OTM5ODQ->|
Files<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/files;_ylc=X3oDMTJnbnE3dTY0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg0>|
Photos<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/photos;_ylc=X3oDMTJmc2ExaDZhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNwaG90BHN0aW1lAzEyMzc3OTM5ODQ->|
Links<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/links;_ylc=X3oDMTJnYjhucTJmBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNsaW5rcwRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg0>|
Database<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/database;_ylc=X3oDMTJkZXRlYW1nBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNkYgRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg0>|
Polls<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/polls;_ylc=X3oDMTJndnYxNTFsBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNwb2xscwRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg0>|
Calendar<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/calendar;_ylc=X3oDMTJlMzEzM2JwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNjYWwEc3RpbWUDMTIzNzc5Mzk4NA-->
www.KonsulSehat.web.id <http://www.konsulsehat.web.id/>
Berhenti berlangganan: [email protected]
Moderator: [email protected]
[image: Yahoo! 
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlZmVxdWlqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTIzNzc5Mzk4NQ-->
Change settings via the
Web<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat/join;_ylc=X3oDMTJndWVvaTFlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRzdGltZQMxMjM3NzkzOTg1>(Yahoo!
ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily
Digest<[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>|
Switch
format to 
Traditional<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional>
Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/konsulsehat;_ylc=X3oDMTJlZWR0a2xrBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE5MTgwMjM1BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MTEwNARzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDMTIzNzc5Mzk4NQ-->|
Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>| Unsubscribe
<[email protected]?subject=>
.

__,_._,___

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke