Maa Angku Ricky Avenzora sarato Rang Lapau nan Basamo,

Sanang kami manyimak jo maranuangkan apo nan Angku katangahkan dalam
kaik-bakaiknyo Adat Minangkabau jo Agamo Islam sapanjang maso nan kito
katahui.  Kaik-bakaik ko bukanlah hal baru, namun dalam konvolusinyo
gejala Adat Minangkabau tetap berkembang dalam menghadapi
kekuatan-kekuatan luar (eternal forces) .  Indak paralu kito
taguluik-guluik basikareh mangubah adat dengan mamasokan atau manarimo
pangaruah lua ko.

Datuak Parpatiah nan Sabatang lah mambarikan hint dalam nasehatnyo:
"Takuik di Adat ka tagiliang, turuikkan putaran roda."

Samantaro tu dalam Khasanah Pantun-pantun, dapek pulo kito danga:

Ramo-ramo Si Kumbang  Jati,
Katik Endah pulang bakudo.
Patah tumbuah hilang baganti,
Adat Lamo dikana juo.

Parubahan ko selalu bajalan sendirinyo dalam involusi budaya nan
bukanlah baru.  Dangalah antaro lain-lain Lirik Siti Nurhaliza dalam
Kaparinyo:



Semenjak Lembah bertambah dalam

Nampaknya Gunung tinggi bertuah

Semenjak Sejarah Hawa dan Adam
Alam Terkembang berubah-ubah



http://www.youtube.com/watch?v=swHrnux-jhE&feature=related
<http://www.youtube.com/watch?v=swHrnux-jhE&feature=related>




Salam,

--MakNgah

Sjamsir Sjarif





...--- In [email protected], ricky avenzora <avenzor...@...>
wrote:

>
> Dear Pak Saaf dan Dunsanak RN Yang Mulia,
>
> 1. Saya telah membaca beulang-ulang reply Bapak, dan
merenung-renungkan pesan dan makna yang ingin Bapak transformasikan
kepada kita semua (melalui diskusi kita berdua). Dlm perenungan, saya
seperti harus memilih dua jalan, yaitu MENGHENTIKAN DISKUSI ini, atau
MENERUSKAN nya.
>
> Gerak hati untuk berhenti diskusi muncul karena mencuatnya terminilogi
"kalah-menang", ...sedangkan  gerak hati untuk meneruskan nya muncul
karena tiba2 dalam hati muncul kalimat "Kemanakan barajo ke Mamak,
...Mamak barajo ka Pangulu, ....Pangulu barajo ka mufakat........mufakat
barajo ka yang bana,.....dan yang bana badiri sendiri nyo".
>
> 2.  Dengan keyakinan bahwa kita semua BERPUTIH HATI,.....bahwa tidak
ada satupun diantara kita di RN ini yg bermaksud saling memojokan,
mencari KALAH
>  atau mencari MENANG,.....dan dengan keyakinan hati bahwa Pak Saaf
adalah orang tua kami tempat kami bertanya dan mencari jawab,.....dengan
keyakinan bahwa Pak Saaf adalah  berada pada posisi seperti kata pepatah
dunia BIG PORTIONS FOR BGI SERVES,......dan mencermati tulisan Bpk di RN
ini yang selalu berpola untuk keperluan yang besar dan luas,
............maka saya sangat yakin bahwa Bpk tidak akan pernah merasa
lelah dan sia-sia untuk mengulang semua pembicaraan yang pernah ada ttg
"penyeusian adat" ini bagi kami yang baru bergabung di RN ini (karena
saya yakin bahwa Bapak sangat tahu bahwa itulah beda antara ADAT dan
BUDAYA................ADAT ibarat tak lekang oleh panas dan tak lapuk
oleh hujan.....sedangkan BUDAYA selalu berjalan mengikuti jaman dan
"bisa" berganti seperti berlalunya hari),.........untuk itu.......mohon
ijinkan saya  memberanikan diri untuk MENERUSKAN diskusi ini.
>
> 3.  Saya juga telah mengulang membaca tulisan yang saya
>  postingkan,.....mencermatinya dan merasakannya,........rasanya TIDAK
ADA satupun frase yang ada saya tujukan secara personal atau kelompok.
Persepektif saya tuangkan dalam ULASAN ttg KEJADIAN UMUM. Dengan
demikian, saya tidak mengatakan bahwa Bapak (dan/atau kawan2) adalah yg
minoritas atau yg tergolong "me-oriented". Istilah "me-oriented" saya
cuatkan adalah untuk membedakan antara kepentingan
pribadi/keluarga/kelompok yang kecil dengan kepentingan
> bersuku/berbangsa/bernegara.
>
> 4. Jika diletakan dalam perspektif kepentingan
pribadi/keluarga/kelompok kecil, maka secara SEPINTAS saya juga
menemukan bahwa banyak hal yang "BISA TERASA" kurang adil, merugikan dan
bahkan menyakitkan. Tapi, jika diletakan dalam konstelasi
suku/bangsa/negara, maka saya TETAP BERKESIMPULAN bahwa ADAT MINANG
adalah Adat yang SANGAT KOMPREHENSIF, ADAT yg SANGAT TELITI, SANGAT
CERDAS, SANGAT EFISIEN, ADAT yang SANGAT AKTUAL dan FAKTUAL untuk jangka
pendek hingga akhir zaman untuk menjaga EKSISTENSI dan SUSTAINABILITAS
anak cucu Minang serta memperbesar tata kekerabatan tanpa harus
menghadapi ancaman atas wilayah TERITORI ASAL.
>
> Dalam kebodohan saya mempelajari dan memaknai berbagai perjalanan
hidup selama ini, maka saya kembali memberanikan diri utk mengatakan
bahwa ADAT MINANG adalah ADAT TERBAIK yang ada di muka bumi saat
ini,.....dan bisa (bahkan harus) MENJADI CONTOH membangun DEMOKRASI,
EKONOMI, PERTAHANAN DAN KEAMANAN bangsa dan negara, dan paradigma
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN yang sedang semarak dibicarakan dan digaungkan
oleh seisi dunia saat ini. Sedangkan dalam konteks ISLAM, maka saya juga
memberanikan diri untuk menyatakan bahwa ADAT MINANG adalah adat manusia
yang PALING SESUAI DENGAN AJARAN ISLAM.
>
> 5. Semua "PUJIAN" thd adat Minang tersebut adalah saya ungkapkan dalam
konteks pembicaraan dgn platform TATANAN ADAT,......sedangkan berbagai
kelemahan pelaksanaan yang ada selama ini (spt yg sudah banyak kita
cuatkan) adalah saya anggap sebagai BIAS, ......yaitu penyimpangan yang
terjadi (sbg hal yang LUMRAH dan terjadi DIMANA MANA) karena adanya
interest yang berbeda-beda, karena adanya ketimpangan informasi, karena
adanya pemahaman yang berbeda-beda, ....dan karena adanya dinamika
"external threat" (yg salah satunya BISA BERSUMBER dari proses "brain
washing" melalui  bahan rujukan yang ditulis oleh seseorang bukan orang
Minang).
>
> Semua BIAS tersebut adalah TIDAK HANYA DIALAMI oleh ADAT MINANG,
tetapi oleh semua ADAT yang ada di dunia saat ini. Saya sangat yakin bhw
Pak Saaf adalah SALAH SEORANG AHLI  yang selalu mengikuti dinamika
POLITIK 50 TAHUNAN dan POLITIK 100 TAHUNAN DUNIA. Oleh karena itulah,
maka pada posting terdahulu saya mencuatkan isu tentang adanya RAHASIA
ADAT (dlm pelaksanaannya ....biasanya hanya dibisikan oleh Mamak kepada
Kemanakan),......dan semua ADAT DI DUNIA  (di Indonesia, ....sdgkan utk
dunia plz baca sebagai politik peradaban suatu bangsa) juga adalah
mempunyai RAHASIA ADAT. Sebagai contoh di Indonesia, ADAT SANDA PITUNA
di TORAJA (sebagai salah satu adat yg masih dianggap bulat, ternyata
dibisikan oleh salah seorang PUANG di sana kepada saya bhw sesungguhnya
adalah bertatanan 4 x 7777777).
>
> 6.  Saya sangat yakin bhw Pak Saafg adalah dalam BERGURAU untuk
mencuatkan perlunya "ANGKET",......karena saya yakin bhw Pak Saaf adalah
salah seorang orang tua kami yang menjadi saksi hidup tentang kerugian
Indonesia atas hilangnya TIMTIM.
>
> 7.  Mengenai pepatah "sakali aia gadang, sakali tapian berubah", saya
fikir bukanlah sebagai "arahan" untuk menyesuaikan adat dengan
perkembangan jaman, melainkan adalah sebagai "rambu-rambu kehidupan"
agar jangan sampai negeri kita dilanda oleh AIA GADANG, karena kalau hal
itu terjadi pasti akan mengubah tatanan negeri. Untuk itu, maka saya
sangat yakin bahwa Pak Saaf akan setuju dengan selalu membuka ruang
bertanya, diskusi dan belajar bagi siapapun dan kapanpun dengan tujuan
agar kami-kami ini sebagai anak-kemanakan dan generasi penerus bisa ikut
berpartisipasi dalam menjaga agar TIDAK TERJADI AIA GADANG YANG MENGUBAH
TEPIAN di negeri kita.
>
> 8.  Berkaitan dengan gagasan saya utk melaksanakan ADAT MINANG secara
KAFFAH, maka adalah bukan berarti saya merendahkan AGAMA ISLAM,
....bahkan sebaliknya....saya sangat MENJUNJUNG TINGGI ISLAM. Dalam
pltaform tesis-anti tesis,........jika kita meletakan ISLAM ke dalam
ADAT maka akan muncul perspektif bahwa ADAT LEBIH BESAR dari
ISLAM,.....jika sebaliknya kita meletakkan ADAT ke dalam ISLAM maka akan
timbul perspektif bahwa ISLAM TIDAK KOMPREHENSIF.
>
> 9. Dalam kebodohan saya mempunyai informasi,....tahu dan
mengetahui,.... memaknai, dan memahami tentang ADAT MINANG dan AGAMA
ISLAM,....maka saya menemukan bahwa ADAT MINANG dan AGAMA ISLAM adalah
ibarat ALAM AKAL dan ALAM QALBI dalam diri seorang
manusia,..........jika alam akal tidak diterangi oleh alam qalbi maka
AKAL AKAN SESAT,.....sedangkan jika alam qalbi tidak dituntun oleh alam
akal maka QALBI AKAN MATI.......yaitu minimal mati dalam arti berada
pada kondisi "serendah-rendahnya iman" karena tidak ada satupun wujud
nyata dari iman yang dimiliki untuk membuktikan RAHMAN dan RAHIM nya
ALLAH di muka bumi.
>
> Dengan demikian, .....pada tataran telaah yang SAMA dalamnya
(kedalaman yang sama ketika menelaah adat dan menelaah agama).....maka
saya berkesimpulan bahwa ADAT MINANG DAN AGAMA ISLAM adalah TIDAK
BERTENTANGAN, melainkan saling kait berkait ibarat sepasang rel kereta
api,....yang sama kuatnya antara rel kiri dan rel kanan,....sama
lurusnya,....sama datarnya,.....terikat kuat satu sama lain untuk
membawa lokomotif  RAHMAN dan RAHIM serta sepanjang apapun gerbong hidup
dan kehidupan yang ada dibelakangnya untuk LURUS menuju berbagai tujuan
perjalanan hidup yang bersifat sementara dan untuk LURUS menuju tujuan
hidup yang terakhir yaitu mencari jawaban SIAPA DIRI KU, DARI MANA AKU
BERASAL, APA TUGASKU DIMUKA BUMI, KEMANA AKU HARUS KEMBALI, dan KAPAN
AKU HARUS KEMBALI.
>
> 10. Saya sama sekali tidak anti akan pemikiran untuk "melengkapi" atau
"menyempurnakan" atau bahkan untuk "mengubah" nya sekalipun, ......namun
demikian berbagai perspektif yang saya sampaikan selama ini sengaja saya
cuatkan hanyalah semata-mata agar kita semua tidak tergolong yang
tergopoh-gopoh,.....tidak tergolong yang cepat berlelah,....dan tidak
tergolong yang sia-sia dalam membangun sesuatu yang berguna bagi
anak/kemanakan cucu kita semua. Jika kita memang sepakat utk
"mengubahnya" sekalipun, maka saya akan ikut bersama......biarlah usaha
kita utk mengubah itu akan diuji oleh pepatah YANG BANA BADIRI SANDIRI
nyo......namun demikian jika kita hanya akan "mengubah"
sebagaan-sebagain saja (seperti kasus punah,...atau pernyataan Bu Hifni
ttg harta pusaka tinggi diperlakukan sebagai wakaf) maka saya TIDAK BISA
MEMBAYANG KEHANCURAN apa yang akan terjadi.
>
> 10. Sebagai penutup,.....saya mohon maaf jika telah terlalu serius utk
berdiskusi,....juga mohon maaf jika ada pilihan kata dan kalimat yang
salah,....dan juga mohon di beri PENCERAHAN jika ada pengetahuan dan
pemahaman saya yang salah. Saya hanya bermaksud utk belajar.......agar
tidak melintang patah....agar tidak mambujua lalu,....melainkan agar
tetap bisa berdiri lurus ke atas ditengah derasnya arus yang melanda
kehidupan di rantau urang.
>
> Salam,
> r.a.
>
>
>
> --- On Thu, 3/26/09, Dr.Saafroedin BAHAR saaf10...@... wrote:
> From: Dr.Saafroedin BAHAR saaf10...@...
> Subject: [...@ntau-net] Re: MENGUBAH ADAT ISTIADAT (Kasus "Punah, etc")
> To: [email protected]
> Date: Thursday, March 26, 2009, 1:09 PM
>
>
> Sanak R.A dan para sanak sa palanta,
> Saya mencoba membaca baik-baik pandangan Sanak R.A. Rasanya kita
kembali lagi ke 'square one' dalam wacana mengenai masalah adat ini,
padahal sementara itu dunia ini berjalan terus.
> Setiap wacana mengenai adat Minang selalu muncul dua sikap: 1) tak ada
yang salah dengan 'adat lamo pusako usang'; dan 2) karano dunia alah
banyak nan barubah, dan sasuai jo ajaran adat bahaso 'sakali aie gadang
sakali tapian baranjak', mako  alah paralu adat tu direnung ulang.
> [Btw belum pernah diadakan enquette mengenai soal ini untuk mengetahui
mana yang lebih banyak pendukungnya. Bagaimana kalau kita laksanakan
pada suatu saat nanti? Saya benar-benar ingin tahu apakah pendapat saya
mengenai adat ini adalah pendapat 'minoritas' yang 'me-oriented' dan
bersumber dari 'ketidakfahaman' seperti Sanak R.A tengarai. Hasil
enquette tersebut pasti akan sangat menarik sekali. Saya bersedia untuk
menyerah kalah. ]
> Jadi baa lai?
> Kalau dirantang bisa panjang, rancak dibunta naknyo singkek.
> Ini  adalah masalah pilihan. Silakan dipilih salah satu 'mazhab'
tentang masalah adat ini dan silakan laksanakan baik-baik. Fastabiqul
khairaat. Dalam sholat di musajik sajo lai buliah sumbayang surang.
> Tentang suatu hal perlu saya klarifikasi: saya tak pernah
mempergunakan perkataan 'menyempurnakan ' adat Minang. Tak ada
kompetensi dan wewenang saya untuk itu. Memprotes sebagian ajaran adat
Minang, ya. Soal 'punah', yang saya pandang tidak Islami dan berpotensi
melanggar Pasal 277 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
> Pendapat saya itu saya utarakan dalam tahun 2004, lima tahun yang
lalu, dan saya ulangi lagi antara  tahun 2006 sampai 2008 yang lalu di
RN ini untuk menjangkau audience yang lebih luas, dan telah mendapatkan
tanggapan cukup dari para RNetters. Wacana tersebut saya usahakan 
mencari 'modus vivendi'-nya, dengan menawarkan konsep 'Ranji ABS SBK' ,
yang kalau saya tak salah tanggap telah dapat menyelesaikannya.
> Sanak R.A.. kelihatannya sangat tidak setuju dengan gagasan ini. Tentu
saja itu bolah boleh saja.
> Mengenai soal adat yang lain,saya oke-oke saja. Silakan.
> Tentang gagasan Sanak R.A untuk melaksanakan adat secara 'kaffah' (?),
saya tak sependapat. Perlu ada tempat yang terhormat bagi ajaran Islam
di dalam adat Minang yang berasal dari zaman pra kedatangan Islam  ke
Minangkabau itu. Buku Christine Dobbin yang dibedah di Padang bulan
Oktober 2008 yang lalu sudah banyak mengulas masalah ini.
> Secara pribadi saya sedang berjuang di tingkat nasional pada
Sekretariat Nasional Masyarakat Hukum Adat (Setnas MHA) untuk
perlindungan hak masyarakat hukum adat secara menyeluruh, khususnya
mengenai hak atas tanah ulayat. Mohon doa semoga berhasil.
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang
Dalam, Pariaman.)
> "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak"
> Alternate e-mail address: saaf10...@...;
>
> saafroedin.ba...@...



Message #85569 of 85665 < Prev <../../../../message/85568>    < Prev
</group/RantauNet/message/85568?var=1&l=1>   | Next >
<../../../../message/85570>    Next >
</group/RantauNet/message/85570?var=1&l=1>         [...@ntau-net] Re:
MERUBAH, berubah bentuk menjadi RUBAH
Terima kasih Mak Ngah.

Salam,
r.a.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamboc...@...
<../../../../post?postID=N8ZCtNwxl14lp9kbr6a2Bhp8nCoe3X3uKx8hKPTo4tjY0t2\
JR1_o0mJhgZNPdeaWIDFswqLjwpJIQOw> >

Date: Tue, 24 Mar 2009 10:02:37
To: <[email protected]
<../../../../post?postID=ZYun0zE-ESWuKMQ6_3T0DWq0myeDNvitfBFG4v2kdhxHlBG\
Th7DJlhPPGvDsgXfzXcB0HWhTftnbB0-bQ-8nXh4> >
Subject: [...@ntau-net] Re: MERUBAH, berubah bentuk menjadi RUBAH



Maa Rang lapau nan Basamo,

Sekedar Catatan Bahasa. Ado kebiasaan, umumnyo Urang Awak nan
mambiasokan
mamakai kato "merubah" nan seharusnyo "MENGUBAH" sabab asal katonyo
"UBAH",
bukan "rubah". Mungkin hal iko tajadi karano tapangaruahi dek kato nan
batua
nan biaso dipakai "berubah" nan asal katonyo memang "ubah" aratinyo
"bertukar".
Kalau "merubah", kito tasindorong mambuek awalan "me" dari kato asal
"rubah",
"me-rubah" nan bararti "menjadi rubah".

Kok dicaliak kamus, "RUBAH" aratinyo sejenis anjiang bamuncuang panjang
nan
makan dagiang, ikan, dsb, Canis vulpes, Serigala. Jadi, kalau
mukasuiknyo
"manuka" dalam Caro Awak atau "menukar" dalam Bahasa Indonesia,
seharusnyo kito
pakai MAUBAH (Caro Awak) atau MENGUBAH (Bahasa Indonesia), BUKAN
"marubah" atau
"merubah" karano "MERUBAH" aratinyo "BERUBAH BENTUK MENJADI RUBAH",
saroman
bantuak anjiang nan bamuncuang panjang tu.

Sakitulah dahulu, baru tasintak lalok tangah malam.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
[untuk Rantaunet Tuesday March 24, 2009]
--- In [email protected]
<../../../../post?postID=USLyQ19ernJBOgZ_133xu78-mnaRwp6pNr_V-uxtpljnypm\
SPyUCU0z4ycxys3bDIB4BJvUWtGA_eOJLPja8Lv9oiw> , avenzor...@... wrote:
>
> Dear Pak Saaf dan Dunsanak Yang Mulia,
>
> 1. Membaca tulisan Bpk ttg usulan merubah adat (sesuai saran Buya HMA
spt Bpk
tulis di bawah) ....mhn ijinkan saya bertanya apakah kita memang akan
mampu utk
merubah ADAT ISTIADAT Minangkabau?


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke