Dear Jepe, 1. Sambia manunggu hujan yg sadang sabana taban di G. Salak malam ko,.....tibo2 pikiran ambo malayang ka Angku.
2. Rasonyo hujan ko yo samo taban nyo jo yg awak rasokan 25 tahun lalu di Gunuang Walad,.....wakato awak sdg diseso dek si Jawul-cs yg manjadi senior dlm "osma" rimbawan yg masa itu sangat prestisius di seluruh jagad kampus rakyat. 3. "Hai perwira rimba raya......dst...dst...meski sepi hidup kita jauh di tengah rimba ......tapi kita bekerja dgn hati yg gembira untuk nusa dan bangsa.......rimba raya....rimba raya ....indah permai dan mulai ....tempat kita bekerja.......", hmmmm......suatu mars yg membakar kebanggan dan semangat jiwa muda kita. Dlm hati kita berdua, siksaan si Jawul-cs gak ada apa-apanya dibandingkan dgn semangat yg menggelora utk menjadi rimbawan sejati....termasuk ketika kita memutuskan melawan semua senior krn kita ingin membela sesuatu yg kita yakini benar (wanita tidak perlu merayap masuk gorong2). 4. Dalam susah dan senang, JePe selalu terlihat sbg individu yg gembira,....cepat kaki ringan tangan, bisa berkomunikasi dgn semua orang, dan dapat diterima oleh setiap orang. Hampir tidak pernah melihat JePe menekan orang lain ataupun melihat JePe dapat ditekan oleh orang lain. 5. Kopi Cap Liong Bulan adalah salah satu kopi kesukaan JePe,.....kala itu....setidaknya dalam sehari 4-5 kali JePe membuat kopi dalam sehari......termasuk membuat segelas kopi sebelum berangkat kuliah di pagi hari....dgn tujuan agar siang atau sore hari nanti kopi tsb telah dingin dan bisa diseruput sebagai pelepas dahaga saat pulang kuliah. Hmmmm,....sayang kopi-dingin tsb seringnya telah lebih dahulu diseruput oleh si Miun (kawan se kamar JePe) yg kala itu selalu bangun siang dan bolos kuliah pagi karena begadang semalaman utk main Bridge. 6. Kelakuan si Miun yg sering menyeruput kopi yg sengaja di dinginkan JePe tentu membuat JePe kecewa,.....tapi JePe tidak pernah memperlihatkan rasa marahnya pada si Miun. Kelakuan si Miun dibalas oleh JePe dgn cara yg cantik,....kalau JePe suka membuat kopi dingin, maka Miun suka selalu merapikan tempat tidurnya agar alas tempat tidur selalu tampak rapi dan licin. Setiap Miun membersihkan tempat tidur, maka tak lama kemudian JePe pun memakai tempat tidur itu utk tidur dgn nyenyaknya. Sama hal nya dgn ketidakpedulian Miun asal "manyosok" kopi dinginnya JePe, maka begitu pula dgn JePe yg selalu mendapat seprai licin krn telah dirapikan si Miun. 6. Selama hampir 3.5 thn sekamar,....rasanya hanya 1 kali melihat wajah JePe susah, yaitu ketika si Miun memutuskan akan ikut turun berkelahi bersama sekelompok adek kelas yg sdg berkelahi dgn kelompok Minang Rantau dr PkBaru. Kelompok adek kelas adalah binaan si Miun, sdgkan Kelompok Minang Rantau (dr PkBaru) adalah kawan main dan konco palangkin JePe. Saat itu sangat terlihat bhw JePe menjadi susah sbg "orang yg ditengah",......dan juga sangat terlihat bhw JePe tidak suka perkelahian. Tapi JePe adalah tetap JePe,.....dia tidak lari atau menghilang....melainkan berdiri lekat dekat si Miun. Kalimat JePe pada konco palangkinya adalah: "kita iya berkawan, tapi dalam kasus ini ambo melihat kalian berada pada posisi yg salah". Hmmmm, ....saat itu di usia yg masih sangat muda JePe telah berhasil melalui salah satu ujian untuk menjadi bijak. 7. Setelah hampir 8 thn tdk bertemu, maka suatu hari di thn 96 ketika sdg di Pekanbaru.....JePe menelpon dgn kalimat : "Miun, loe brengsek....datang ke Pekanbaru diam-diam se....dimaa angku kini?". Singkat cerita, kami bertemu,.....sebagai seorang top manejer saat itu tanpa ragu JePe memeluk si Miun di depan para juragan. HPH yg sedang menjadi tuan rumah kedatangan si Miun-dkk ke Pekanbaru saat itu. Wal hasil,....suatu luxury yg luar biasa didpt oleh Miun-dkk yg saat itu sdg menjalankan tugas di suatu HPH......keberadaan JePe telah membuat HPH yg menjadi tuan rumah merasa malu kalau menelantarkan Miun-dkk.....sementara HPH dimana JePe menjabat pun telah memperlakukan Miun-dkk sebagai tamu kehormatan mereka. Tidak cukup sampai di situ,...ketika Miun telah hendak pulang,....maka JePe pun sengaja datang dr PkBaru menuju Duri utk bisa bertemu Miun yg sdg menginap di rumah salah seorang pamannya,....dan saat itu satu set keramik terbaik dr Riau pun dibawakan oleh JePe sebagai oleh-oleh utk si Miun ke Jkt. 8. Hmmm, hujan telah mulai reda.....dan perjalanan ini nampaknya sudah mulai kembali harus dilanjutkan. Salam, r.a. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: andi jepe <[email protected]> Date: Wed, 8 Apr 2009 11:56:03 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Yusaf Rahman ‘Hidup Kembali’ Opsss pam..pam..bin yai..yai..asal deh angku Ky Yossy yang mana..lupa tuhhhh Sstttt Don't tell anybody ..lah tadanga dek si Bolot bin Pakak..IYO lo keceknyo beko dikadukan lo ambo ka si Jojon kantinyo Persis..?..maksudnya..angku "basayok taruih mah..persisnya dimana..oiii atau begini dulu kita sekolah jualan Kaos..anak skarang sekolah jualan pulsa..kan beda tu persisnya atau samanya dimana nyerah deh lu..apapun jawab lu tetap gue salahin yang benar selalu jawab gue yang nggak perlu lu protes lagi PERSIS ATAU SAMANYA yang jelas SAMA (PERSIS) NYA ...SAMA-SAMA NGGAK JUALAN MOBIL Segitu aja..pisss..aja Brow... Wass-Jepe Pada tanggal 08/04/09, [email protected] <[email protected]> menulis: > Dear JePe, > > Kalau Yossi..... yg Angku caritokan dulu manulak cinto Angku ..... Yossi yg > mano pulo tuh? > > Hahahaha..... maaf ya bro....gue lagi iseng nich karano galigaman mancaliak > kalakuan anak urang (yg persis sarupo kalakuan awak dulu). > > Salam, > r.a. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: andi jepe <[email protected]> > > Date: Wed, 8 Apr 2009 10:59:59 > To: <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: Yusaf Rahman ‘Hidup Kembali’ > > > > Batua Mak Ngah...salah cetak judul berita tu, Da Cap ko lah ambo kenal > sajak di SMA katiko ambo aktif jo sanggar Tari Ibu Sofyani Yusaf, > kebetulan anaknyo nan partamo si Yossi dan nan kaduo si Soni adiak > kelas ambo di SMA katiko tu...kami ikuik kejuaran atau festival tari > tingkek SLTA di Kota Padang, Alhamdulillah dek dibina Bu Sofyani kami > juara satu festival tu (sarupo tulisan ambo nan taralah) > > Nan ambo kenal Da Cap ko..pembawaannyo tanang..tanang sajo ndak banyak > kecek..tapi yo jiwa seni musiknyo dalam bana..mungkin dalamnyo tanang2 > sajo..tu sadang maranuang mancari inspirasi. > > Ambo sadang maminta CD jo Buku tu ka anaknyo si Soni he..he..he > > Wass-Jepe > > Pada tanggal 08/04/09, Hambo Ciek <[email protected]> menulis: >> Saya kira kepala berita di Harian Singgalang ini salah cetak. Namanya >> Yusaf >> Rahman, bukan Yusaf Rahmat. Saya kenal Yusaf Rahman 1954 di Payakumbuh >> dan >> Sofyani Bustamam 1955 di Bukittinggi jauh sebelum mereka menikah. Saya >> hadir >> dalam perkawinan mereka di Bukittinggi, 1965 sebelum saya meniggalkan >> Kampuang Halaman.. >> -- Sjamsir Sjarif >> >> Kamis, 02 April 2009 >> Yusaf Rahmat ‘Hidup Kembali’ >> Laporan Khairul Jasmi >> >> Yusaf >> Rahmat telah tiada, tapi tadi malam di teater Tertutup Taman Budaya >> Sumbar, ia seolah hidup kembali. Seseorang yang hebat boleh pergi, tapi >> karya, cerita dan sejarah tentang dia menjadi bagian dari orang yang ia >> tinggalkan. >> >> Yusaf akrab disapa Da Cap adalah seorang kompunis >> Minang yang terkenal. Gesekekan biolanya, maut, menyayat dan memukau. >> Sudah empat tahun ia pergi, tapi seolah ia masih ada, seolah suara >> paraunya masih terdengar di Taman Budaya Padang. >> Tadi malam, buku >> tentang dirinya diluncurkan di hadapan orang-orang hebat. Mereka yang >> hadir antara lain, Gubernur Gamawan Fauzi, Walikota Padang, Fauzi >> Bahar, Bupati Agam Aristo Munandar, tokoh masyarakat Basril Djabar, >> wartawan dan sastrawan Makmur Hendrik, Kepala Dinas Pariwisata James >> Hallyward, Ketua Dewan Kesenian Harris Effendy Thahar, wartawan senior >> Mathis D Pandoe dan sederatan panjang nama lainya. >> Buku dengan >> judul, “Yusaf Rahmat, Kompionis Minang,” itu disunting oleh penulis >> Nazif Basir. Ia hadir bersama istrinya Elly Kasim. Tentu Ciak Uniang >> kita ini juga bernyanyi, seperti halnya Gubernur Gamawan Fauzi. >> Buku >> yang diterbitkan Lubuk Agung (2007) tebalnya 279 halaman. Buku ini >> cukup obyektyif mengupas siapa sebenarnya seniman hebat kita ini. >> “Tidak mungkin kita bicara tentang Yusaf Rahman, tanpa menghubungkannya >> dengan perkembangan musik Minang. Selain lagu-lagu Minang yang pernah >> diciptakannya yang sangat kuat warna Minangnya,seperti lagu “Indak >> Kabarulang, Perak-perak”, “Rusuah Hati”, “Lindok-lindok”, “Kelok >> Sambilan,” “Usah Diratok-i” dan lain-lain, maka tari-tari Minang yang >> dibuat syofyani, istrinya, menjadi begitu terkenal dan monumental >> justru karena aransment musik yang dibuat Yusaf”. Itu antara lain >> tertulis di dalam buku tersebut. >> Da Cap, menghormati semua orang, >> tua atau muda. Baru mancogok atau sudah malang-melintang, ia tak >> peduli. Ia memanusiakan manusia. Jika saja, orang seperti dia masih ada >> hari ini, maka perkembangan musik Minang, tentu akan kian hebat pula. >> Ia tak saja memasyaratkan lagu Minang di Minang tapi juga di >> mancanegara. Yusaf Rahman, dengan demikian adalah contoh yang baik >> tentang keseriusan seseorang di bidangnya. >> Acara yang dikemas apik >> tadi malam, tampil kian sempurna karena disentuh oleh anak-anak >> almarhum. Hadirin puas, bukan saja karena acaranya yang bagus dan >> sambutan-sambutan yang bernas, juga karena hal lain. Hal lain itu, ada >> buku dan CD yang dijual murah di pintu masuk. Tentu saja keduanya >> tentang Yusaf Rahman. >> Yusaf memang telah pergi. Ia bukannya membawa >> identitas keminangkabauan, tapi malah meninggalkannya. Sekarang, >> generasi penerus bisa menggeseknya bagai biola atau malah justru tak >> peduli. Kadang, untuk hal-hal penting, kita memang kurang peduli. Tapi >> tadi malam,. kepedulian itu ada. Da Cap, tenanglah kau di sana!* >> >> >> >> > >> > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
