Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Walaupun bukan merupakan hasil definitif, namun hasil 'quick count' sampai saat 
ini sudah dapat menunjukkan kecenderungan pilihan yang dilakukan oleh Rakyat 
Indonesia yang sangat majemuk. 
Dalam pandangan saya ada beberapa hal yang menarik dari Pemilu 2009 ini, antara 
lain:  1)   kita bersyukur bahwa pemilu berjalan tertib dan aman; 2)  para 
pemilih semakin rasional, mampu mengalihkan pilihannya kepada partai dan atau 
tokoh lain yang memberi kesan lebih memperhatikan kepentingannya; 3)  para 
politisi tidak bisa begitu saja menggunakan teknik 'tebar pesona' untuk 
memperoleh dukungan pemilih, mereka harus bekerja keras dan menunjukkan kinerja 
yang jelas untuk mendapatkan kepercayaan pemilih;  4) beberapa tokoh nasional 
kontroversial sudah tidak beredar lagi;  5)   tidak ada satu partai -- dan 
tidak ada seorang tokoh pun -- yang mampu menjadi mayoritas tunggal, 
sehingga kemajemukan, toleransi,  dan koalisi akan merupakan suatu ciri yang 
khas`dalam sistem pemerintahan presidensial yang kita anut; dan 6)   kemampuan 
prediksi lembaga-lembaga survai kita semakin akurat, yang dapat membantu 
meningkatkan kualitas demokrasi dan
 manajemen partai politik nasional kita di masa datang.
Ringkasnya, Pemilu 2009 ini memang merupakan suatu babak baru yang lebih segar 
dalam sejarah nasional kita. 
Kecenderungan umum tersebut di atas juga terlihat di Sumatera Barat. Daerah 
yang selama ini 'dikuasai' oleh Golkar dan PAN, kini memberikan kepercayaan 
kepada Partai Demokrat, seperti kata pepatah 'gadang balega' dan 'iduik 
bakarilaan'.
Syukur Alhamdulillah.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail address: [email protected];
Partai Demokrat Unggul  
 
Suara Indonesia, Friday, 10 April 2009  
JAKARTA(SI) – Partai Demokrat unggul sementara dalam perolehan suara nasional 
Pemilu 2009 berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga 
survei. 
Hasil quick count Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan 
Sosial (LP3ES) hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan Partai Demokrat masih 
memimpin dengan perolehan suara 19,6%, disusul PDIP 14,9%, Partai Golkar 14,8%, 
dan PKS 7,7%. Hasil ini terkumpul melalui penghitungan 83,6% dari sekitar 1.676 
TPS yang menjadi sampel. 

Kemudian lima partai menyusul di bawahnya,yakni PKB 5,7%, PAN 5,7%, PPP 5,1%, 
Gerindra 4,5%, dan Hanura 3,7%. Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid 
mengatakan, dengan demikian hanya sembilan partai tersebut yang diprediksi akan 
mempunyai wakil di DPR. ”Sisanya, 29 parpol tidak akan mempunyai wakil di DPR 
karena gagal melampaui ambang batas perolehan kursi di DPR (parliamentary 
threshold sebesar 2,5%),” kata Fajar di Jakarta tadi malam. 

Fajar mengungkapkan, quick countyang dilakukan LP3ES menggunakan metodologi 
yang sudah diterima secara internasional. Margin kesalahan dari prediksi 
diperkirakan tidak lebih dari 1% pada tingkat kepercayaan 95%. Selain melakukan 
quick count, LP3ES juga melakukan exit polls atau wawancara kepada 5.989 
responden yang baru keluar dari TPS. 

Menurut Fajar, dari exit polls diketahui meningkatnya perolehan suara Partai 
Demokrat secara signifikan karena mendapat limpahan pendukung partai lain 
seperti Partai Golkar (13,4%), PDIP (8,7%), PPP (11,9%), PKS (9,1%), dan PAN 
(7,3%). Selain itu,Partai Demokrat unggul karena figur Susilo Bambang Yudhoyono 
dan program pemerintah yang dinilai berhasil. Sementara itu, Golkar dan PDIP 
tergusur dari kursi pemenang dan runner upPemilu 2004 karena tidak mampu 
mempertahankan dukungan pemilihnya pada 2004 lalu. 

”Hanya 35,8% pemilih Golkar dan 38,6% pemilih PDIP yang masih setia mendukung 
partai tersebut hingga kini,”ujarnya. Adapun PAN paling banyak ditinggalkan 
pemilihnya dari hasil Pemilu 2004. Menurut Fajar, kebanyakan pendukung PAN 
beralih ke PKS (39,1%), sementara yang masih memilih PAN hanya tersisa 20,3%. 

Dari hasil analisis LP3ES, Partai Gerindra mendapatkan suara cukup signifikan 
dalam debutnya di Pemilu 2009 ini karena mendapat limpahan suara dari pemilih 
Partai Demokrat, Golkar, dan PDIP. Sekitar satu dari empat pemilih Gerindra 
adalah pemilih Partai Demokrat. Sebaliknya, untuk Partai Hanura, tiga perlima 
pemilih mereka adalah pemilih Partai Golkar,PDIP,dan Partai Demokrat. 

Menyinggung koalisi partai, menurut Fajar saat ini ada tiga besar yang 
potensial menggalang koalisi yaitu Partai Demokrat, PDIP, Golkar dengan 
partai-partai menengah atau partai bawah. Dari hasil quick countLingkaran 
SurveiIndonesia(LSI),PartaiDemokrat juga menempati urutan teratas dengan 
20,36%, disusul Partai Golkar 14,77%,dan PDIP 14,77%. 

Direktur Eksekutif LSI Denny JA mengatakan, hasil tersebut kecil kemungkinan 
berubah karena data yang masuk sudah mencapai 87% dari TPS yang tersebar di 33 
provinsi.Meski begitu,dia tidak menyebut hal itu sebagai kemenangan yang final 
karena masih harus menunggu keputusan KPU. Hanya saja, dengan angka yang telah 
disebutkan itu,LSI menyatakan bahwa survei terakhir yang dilakukannya tepat 
dengan menempatkan tiga partai yang menempati papan atas. 

”Kita ucapkan selamat kepada tiga partai politik yang memenangi pemilu.Tapi 
untuk PDIP dan Golkar, kita belum bisa menentukan siapa yang bakal menjadi 
nomor dua karena masih di batas margin of error,” kata Denny dalam jumpa pers 
di Kantor LSI, Jakarta, tadi malam. 

Setelah tiga partai besar tersebut, lanjut Denny, PKS mengikuti dengan 7,92%, 
disusul PAN 6,05%, PPP 5,4%, PKB 5,31%, Partai Gerindra 4,19%, dan Partai 
Hanura 3,55%.”Partai lain sekitar 17,91% dengan perolehan ratarata satu koma 
dan nol koma. Mereka diperkirakan terkubur pada pemilu kali ini,”ungkapnya. 
Menurut Denny, Partai Demokrat bisa unggul secara nasional atas PDIP dan Golkar 
karena bisa menguasai lima dari tujuh provinsi yang merepresentasikan 70% 
populasi.

Lima provinsi besar yang dimenangi Demokrat adalah Jawa Timur, Jawa Barat, DKI 
Jakarta, Banten, dan Sumatera Utara. ”Sementara PDIP hanya unggul di Jawa 
Tengah dan Golkar unggul di Sulawesi Selatan,”paparnya. Denny menjelaskan, pada 
pemilu kali ini semua partai lama selain Demokrat cenderung mengalami 
penurunan.Hanya PKS dan PAN yang terbilang stabil, sementara yang mengalami 
kenaikan hanya Demokrat. Naiknya suara Partai Demokrat, menurut Denny,karena 
partai tersebut bisa mengasosiasikannya dengan figur SBY. 

Selain itu, mereka didukung program populis SBY di tengah ekonomi sulit yang 
dihadapi rakyat dengan tiga kali menurunkan harga BBM dan Bantuan Langsung 
Tunai (BLT). ”Yang juga berpengaruh adalah iklan keberhasilan SBY yang sangat 
masif,”ujarnya. Denny menyatakan pula bahwa hasil pemilu kali ini mengubah 
wajah DPR yang tadinya hanya dikuasai dua parpol besar, yakni PDIP dan Golkar.

”Ada perubahan drastis di mana 2004 ada 16 partai politik di DPR,2009 hanya 9 
partai saja. DPR semakin ramping,” tandasnya. Hasil yang tidak berbeda jauh 
juga ditunjukkan quick countLembaga Survei Indonesia (LSI). Hingga pukul 23.00 
WIB tadi malam, hasil hitung cepat LSI telah mengantongi data dari 1.752 tempat 
pemungutan suara (TPS) atau sekira 85,4% dari total keseluruhan TPS yang 
disurvei sebanyak 2.096 TPS. 

Berdasar data itu, urutan perolehan suara sementara secara berturut-turut 
dipimpin Partai Demokrat sebesar 20,41%, diikuti PDIP 14,58%, Partai Golkar 
13,98%, PKS 7,76%. Selanjutnya PAN 5,77%, PKB 5,17%, PPP 5,22%, Partai Gerindra 
4,59%, Partai Hanura 3,73%, dan Partai Bulan Bintang (PBB) 1,44%. Peneliti LSI 
Burhanuddin Muhtadi mengatakan,data tersebut sudah mendekati proporsional 
karena hampir semua data dari sebagian besar wilayah di Indonesia telah masuk. 

Menurut dia, PDIP dan Partai Golkar akan bersaing sengit karena selisih 
perolehan suara partai yang berada pada urutan kedua dan ketiga itu tidak 
terpaut jauh. Namun, Burhanuddin memprediksi, secara umum susunan parpol yang 
memperoleh suara terbanyak tidak akan berubah. 

Hasil hampir sama juga ditunjukkan quick countyang dilakukan Cirus Surveyor 
Group di Jakarta. Hingga tadi malam, pukul 21.20 WIB, Partai Demokrat sementara 
mengungguli partai lain. Peneliti Cirus Surveyor Group Andrinov Chaniago 
menuturkan, dari hasil penghitungan cepat dengan persentase data yang masuk 
mencapai 90% atas sampel 2.000 TPS di seluruh Indonesia,Demokrat meraih 20,77%. 

Pada urutan kedua tercatat PDIP dengan perolehan 14,48% dan Partai Golkar 
14,31%. Andrinov menjelaskan,dengan telah masuknya 90% data dari TPS sampel, 
secara umum data persentase perolehan suara tersebut tidak akan berubah banyak. 
Project Manager Cirus Surveyor Group Hasan Hasbi mengatakan jumlah TPS sampel 
adalah 2.000 TPS yang tersebar secara proporsional di 77 daerah pemilihan. 

TPS itu berada di 2.000 desa. Untuk teknik sampling, di setiap daerah pemilihan 
dipilih beberapa desa secara acak. Di setiap desa atau kelurahan, relawan akan 
menggunakan instrumen pengacak untuk menentukan TPS terpilih. Dalam satu desa 
atau kelurahan hanya ada satu TPS target.Ini dilakukan untuk menyiasati 
ketiadaan kerangka sampel ideal berupa daftar dan jumlah TPS yang pasti di 
setiap desa atau kelurahan di seluruh Indonesia. 

”Tingkat kepercayaan quick countini sebesar 95%, margin of error+/-1,”katanya. 
Jumlah pemilih tetap Pemilu Legislatif 2009 adalah 171.265.442 orang dan kursi 
DPR yang diperebutkan 560 kursi.Calon anggota legislatif yang bertarung 
memperebutkan kursi di DPR mencapai 11.215 orang, sementara 1.109 orang 
memperebutkan kursi DPD. Jumlah TPS di seluruh Indonesia tercatat 528.217 
dengan maksimal jumlah pemilih 500 orang di setiap TPS. 

Tunggu Hasil Resmi 

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) meminta masyarakat menunggu hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan 
Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meskipun akurasi hitung cepat dapat dipercaya dan 
dipertanggungjawabkan, hasil penghitungan suara resmi adalah yang berasal dari 
KPU. 

”Oleh karena itu, mari kita berikan dukungan seraya memastikan proses 
penghitungan yang dilakukan KPU dengan jajarannya, mulai dari TPS sampai 
tingkat nasional itu berjalan baik, aman, tertib sehingga tidak ada masalah apa 
pun,” ujar SBY dalam keterangan pers tadi malam di kediamannya Puri 
Cikeas,Bogor. 

Menurut SBY, berdasarkan pengalaman tahun 2004 lalu, hasil hitung cepat dengan 
hasil akhir yang dilaksanakan KPU tidak jauh berbeda. ”Tapi, sekali lagi, saya 
mengajak untuk kita ikuti, kita tunggu hasil akhir dari penghitungan akhir yang 
dilakukan KPU,”tandasnya. 

Partai Demokrat, lanjut SBY, sangat bersyukur dengan keberhasilan meraih 20% 
suara seperti hasil quick countberbagai lembaga survei. Meski demikian, Partai 
Demokrat tetap memerlukan kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan di 
masa yang akan datang. Karena itu,menurut SBY,sejak hari ini Partai Demokrat 
akan mulai melaksanakan komunikasi politik yang intens, untuk membicarakan 
proses koalisi, baik di pemerintahan maupun parlemen. 

Dalam beberapa waktu ke depan, lanjut SBY, dinamika politik akan lebih menarik. 
”Saudara akan mendengar nanti koalisi seperti apa yang akan dibangun, kemudian 
kira-kira berapa calon yang memenuhi syarat undang-undang, yang akan maju nanti 
sebagai pasangan capres dan cawapres dan kemudian kontrak politik seperti 
apa,”paparnya. 

Di tempat terpisah, KPU meminta semua pihak objektif dalam menyikapi hasil 
penghitungan cepat sejumlah lembaga survei. Penghitungan cepat berbasis sampel 
di 1.000–2.000 TPS dari total 500.000 TPS tidak bisa dijadikan pegangan karena 
bukan hasil akhir. 

”Kita menghormati hasil seperti itu sebagai hasil ilmiah.Tapi semua pihak harus 
objektif dan menunggu hasil penghitungan manual, itu kan sampling-nya hanya 
beberapa,”kata anggota KPU Andi Nurpati Baharuddin di kantornya, Jalan Imam 
Bonjol, Jakarta, kemarin. (rd kandi/rahmat sahid/ rarasati syarief/ant)   
 
[email protected]

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke