Saya selalu bertanya kalau ada keberhasilan orang minang yang
      menjadi tokoh, apakah ketokohannya merupakan hasil tempaan dari
      budaya minang atau dari proses belajar di rantau karena kebetulan
      saja dari keturunan minang (minang geneologis).

      Sebetulnya kalau prestasi perempuan minang dengan ukuran (minang
      keturunan) maka tidaklah tertinggal, karena Menteri Pemrberdayaan
      Wanita RI dari  orang minang yaitur DR Meutia Hatta.

      Mungkin  yang  menjadi  sorotan  adalah  orang yang berasal dari
      produk  budaya minang, yakni orang-orang yang tinggal di Sumatra
      Barat  yang  secara  langsung  bersentuhan dengan budaya minang.
      Maka  ini  dapat  dipakai  sebagai  alat  ukur sejauh mana peran
      budaya minang dalam membentuk prestasi masyarakatnya.


      Selanjutnya  adalah  apa  ukuran untuk prestai perempuan minang,
      apakah prestasi tersebut diukur dengan peran publik ?

      Bagaimana   bila  diukur  dengan  tingkat  perlakuan  masyarakat
      terhadap  perempuannya  misalkan  apakah  ada  kasus penghinaan,
      penganiayaan atau tindak kekerasan terhadap perempuan di Sumatra
      Barat, lalu dibandingkan dengan daerah-daerah lain.

      Mungkin bisa didapat kesimpulan yang menyatakan status perempuan
      minang

      Arnoldison


Wednesday, April 22, 2009, 6:42:52 AM, you wrote:

DSB> Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
DSB> Ada suatu anomali -- keganjilan -- dalam posisi perempuan di Minangkabau. 
Secara normatif kita menghormati peran perempuan Minangkabau dalam 
masyarakat, yang disebut dengan istilah anggun: Bundo
DSB> Kanduang.
DSB> Namun jika kita telaah, peran tersebut lebih banyak hanya bersifat 
simbolik belaka, dan bukannya dalam realita. Peran perempuan Minangkabau 
mengemuka dalam penulisan ranji yang mencatat garis
DSB> keturunan, dan seiring dengan itu secara formal dalam pencatatan harta 
pusaka tinggi. Namun kekuasaan riil dalam manajemen suku dan manajemen harta 
pusaka tinggi tidaklah  terletak dalam tangan
DSB> perempuan, tetapi di tangan ninik mamak dan penghulu, yang seluruhnya 
harus dijabat oleh laki-laki. Mengapa harus demikian ? Apa perempuan dianggap 
tidak mampu untuk mengelola dan memimpin ?
DSB> Sebaliknya dengan posisi perempuan di daerah lain di Indonesia, katakanlah 
di Jawa. Adat Jawa menempatkan perempuan sebagai 'konco wingking', teman yang 
berjalan di belakang. Namun dalam
DSB> kenyataannya, di Jawa kita bisa menyaksikan adanya bupati, gubernur, 
bahkan kapolda yang berjenis kelamin perempuan, yang sampai sekarang sama 
sekali belum ada di Sumatera Barat. 
DSB> Perempuan Minang masih tetap dicitrakan sebagai limpapeh rumah nan gadang, 
dengan penekanan pada peranan tradisional domestik belaka, walaupun demikian 
banyak yang sudah bergelar profesor dan
DSB> doktor, dengan potensi yang tidak kalah dengan laki-laki. Bagaimanapun, 
Minangkabau in concreto kelihatannya bukanlah 'negeri perempuan' seperti pernah 
disebut oleh Wisran Hadi (?), tetapi tetap
DSB> adalah negeri laki-laki. 
DSB> Saya cukup risau dengan anomali ini, khususnya jika diingat bahwa kualitas 
perempuan sebagai manusia tidak kalah dengan kualitas laki-laki. Dalam beberapa 
hal, misalnya dalam bidang pendidikan,
DSB> kesehatan, -- bahkan dalam manajemen ekonomi -- terkesan para umumnya 
prestasi perempuan lebih unggul dari laki-laki. 
DSB> Dengan kata lain, walau secara formal menganut sistem kekerabatan 
matrilineal, namun Minangkabau tidaklah memberikan penghargaan, penghormatan, 
serta peran yang tinggi kepada kaum perempuannya.
DSB> Perempuan  Minangkabau masih tetap berada di bawah perwalian -- curatele 
-- dari kaum laki-laki.
DSB> Cepat atau lambat, akan timbul pertanyaan: apakah belum saatnya kepada 
perempuan Minangkabau ini diberikan posisi yang lebih mengemuka, dimulai 
pada tataran suku dan masyarakat dan secara
DSB> bertahap juga ke dalam bidang publik dan pemerintahan ? Apa belum waktunya 
manajemen suku juga melibatkan kaum perempuan ini secara riil dan efektif ? 
Juga timbul pertanyaan: mengapa tak satupun
DSB> bupati dan walikota, atau asisten sekda perempuan, di Ranah Minang ini ? 
Apakah mereka belum siap, belum mampu, atau belum mau? 
DSB> Mau tidak mau saya membandingkannya dengan kemajuan peran perempuan 
Indonesia lainnya. 
DSB> Di tingkat nasional peran perempuan ini juga sudah jauh mengemuka. Sudah 
lama ada menteri perempuan dalam kabinet. Dalam Polri dan TNI sudah ada 
brigadir jenderal perempuan, sudah ada penerbang
DSB> helikopter tempur perempuan. Di Amerika Serikat bahkan sudah ada jenderal 
bintang empat perempuan, yang bertanggung jawab dalam maslah logistik 
pertahanan.Demikianlah, di tingkat nasional dewasa
DSB> ini secara pribadi saya mengagumi tokoh Dr Sri Mulyani, yang sekarang 
selain menjadi Menteri Keuangan juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri 
Koordinator bidang Perekonomian, dan
DSB> melaksanakan kedua tugasnya dengan mantap. Beliau bahkan dinilai sebagai 
menteri keuangan terbaik di tingkat regional dan internasional.
DSB> Dalam pandangan saya, Dr Sri Mulyani dapat kita pandang sebagai prototipe 
tokoh perempuan Indonesia baru, termasuk untuk daerah Sumatera Barat.
DSB> Bagaimana pendapat para sanak sekalian mengenai hal ini?




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke