Assalamu'alaikum. w.w. ... Kalau baitu pak, Alhamdulillah.... Iyo sanang hati ambo mandanga. Tanpa mampapanjang diskusiko, lah jaleh kama kesimpulan nan apak sampaikan dan lah jaleh nan ma nan ka dikakok ... Baiak dari komen pak Saaf, ataupun desakan Buya Mas'oed, dan komentar nan pendek ko dari Apak, sebagai Budayawan dan Politikus Minang nan adang adok di Minangkabau pado khususnyo dan Indonesia pado umumnyo, alah jaleh aa karajo nan kadikarajokan. Ambo alun barani mangatokan kito lah sabulek sagolong mamiliah Islam sebagai cabang nan harus dipanjangkan dari Kayu nan bacupang tigo tadi, dan cabang nan lain akan kito karek atau kito pendekkan supayo Islam bisa manabuak, mamutuih, dek karano urang rami di Palanta ko. Rancak kito tunggu pulo apo komentar mereka. Dan ulasan dari apak, indak ka ambo panjangkan lai, dan mungkin bahasan Trialisme indak pulo paralu ditaruihkan lai, sabab bahasan berikutnya akan rentan jo dugaan subversiv. Buliah karajo ko bisa konsentrasi ka nan lain. 100 butir ABS SBK nan dikirimkan dek pak Saaf ka ambo, sadang ambo kunyah- kunyah kini ko, tantu ditambah jo nan lain-lain. Nan jadi masalah kini baa mamformulasikan nyo manjadi Falsafah sebagai jati diri urang Minang dan hukum nan akan mengikat seluruh individu anggota masyarakat Minang. Ado beberapa hal nan akan ambo kirimkan ka pak Saaf, ataupun ambo lewakan di Palanta ko. ... Singan itu dulu, ... baa kiro-kiro dek apak... dan ambo tunggu pulo komen dari pak Saaf dan Buya... tantu sajo sarato urang nan Gadang Basa Batuah di Palanta ko. Wassalam St. Sinaro
--- On Fri, 4/24/09, Mochtar Naim <[email protected]> wrote: From: Mochtar Naim <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] u/pak Mochtar (Masalah Adaik Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah) To: [email protected], "Sutan Sinaro" <[email protected]>, [email protected] Date: Friday, April 24, 2009, 8:34 AM Ma Sutan Sinaro, Sendirinya antara ajaran yang sifatnya ideal dengan praktek pelaksanaan yang sifatnya subyektif-normatif terdapat hubungan kausalitas -- seperti kata Anda itu. Namun dalam kita mengaji dan menguji apakah sebuah konsep ajaran yang ideal seperti konsep ABS-SBK itu valid, sah, atau logis-rasional, kita tidak boleh mencampur-adukkan antara Ajaran dengan praktek pelaksanaan ajaran itu, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Analoginya sama dengan kita mengkritisi kesahan atau keabsahan Islam sebagai ajaran dengan menilainya melalui praktek yang dilakukan oleh ummat Islam (muslim), yang bisa sangat berbagai dan sangat bervariasi menurut masa, tempat dan keadaannya. Kecerobohan para orientalis di masa lalu persis adalah itu, yaitu di mana mereka menilai keabsahan Islam sebagai ajaran dari praktek yang bisa jauh menyimpang dari para penganutnya (muslim) itu, apalagi ketika sejarah orang Islam berada di titik nadirnya, dengan keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan, dsb, yang mengglobal. Pokoknya, kalau kita mau mengkaji apakah ABS-SBK itu sebagai filosofi hidup orang Minanng atau Melayu secara luasnya, cocok dengan tuntutan kebutuhan masa sekarang, lihatlah konsep ajaran itu secara murni, yang tidak dikaitkan kepada praktek pelaksanaannya. Dalam ABS-SBK, Adat tidak diletakkan sebagai sejajar dengan Syarak. Di hadapan Syarak, Adat itu terbagi dua: yang islami, sejalan dan cocok dengan Islam, dan yang jahili, berlawanan dengan Islam atau syarak. Tugas kita sebagai orang Minang adalah, memakaikan adat yang islami, artinya yang cocok dan sejalan dengan Islam, dan membuang adat yang jahili, yang bertentangan dengan Islam. Apapun contoh barangnya. Tiap kali kita mengatakan Islam, adalah seperti yang diajarkan dalam Al Quran dan Al Hadits itu. Nah, itu dulu. Kini, komentar Anda lagi... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
