Jadi apo nan rancak pilihan awak Nal, kalo SBY mungkin tajadi diintegrasi. 
Berarti antaro JK jo MG dong ya, tapi kasado no mambaok anak bini minantu 
adiak juo nampak no

Wassalam
Tan Ameh (50 + 6 bln)

----- Original Message ----- 
From: "Ronal Chandra" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, May 18, 2009 11:44 AM
Subject: [...@ntau-net] Disintergrasi Bangsa menanti




Ini Pilpres bung bukan Pilkada !

Begitu kurang lebih komentar sebagian masyarakat diluar jawa ketika ditanya 
apa pendapatnya tentang SBY - BOEDIONO. Pemilihan Boediono sebagai calon 
wakil presiden dari Partai Demokrat semakin memperjelas arah serta tujuan 
yang ingin digapaI oleh SBY.

Semua orang tentu menghormati keputusan yang diambil oleh SBY tapi bagi 
sebagian orang diluar jawa akan melihat bahwa SBY mencoba membangun 
singgasana baru di republik indonesia.

Kita bisa lihat, mulai dari Direktur Bni, Danjen Kopasus, Ketua Umum Partai 
Demokrat dan terakhir Anak beliau pun berhasil membuat garis tebal bahwa 
Singgasana itu pun kembali akan dibangun. Entah yang lain yang tidak 
diketahui dengan pasti oleh masyarakat.

Dahulu dijaman suharto, duet Jawa - Jawa menjadi mimpi buruk bagi bangsa 
ini. Saat itu pemerintah ber-anggapan cukup dengan menempatkan menteri dari 
daerah tersebut sudah cukup untuk mengurus daerah daerah diindonesia yang 
tersebar dari sabang - merauke.

Sehingga pemerataan pembangunan tersentralize pada pusat ibukota dan wilayah 
wilayah Jawa sedang daerah daerah lain lebih dari 30th terabaikan dan 
dibiarkan hidup dalam kemiskinan sehingga memunculkan separatisme hampir 
diseluruh indonesia.

Cukup sudah apa yang pernah terjadi, jangan pernah lagi terulang masa masa 
itu pada bangsa ini. Ambon, poso, kalimantan, sulawesi, sumbar dan aceh 
menjadi bukti nyata bahwa ini adalah pemilihan presiden bukan pemilihan 
kepala daerah.

Dan seperti nya gaya seperti itu akan kembali di ulang dengan sudah 
terpilihnya Boediono sebagai Cawapres SBY. Menjadikan duet Jawa - Jawa 
kembali terulang. Kita butuh kebijakan yang lebih holistik dan punya 
kekuatan penuh dilevel presiden atau wakil presiden untuk mempertahankan 
NKRI.

Kita juga tidak ingin di diamkan dengan Posisi Menteri saja yang mewakili 
daerah daerah diindonesia, karena kita bukan anak kecil yang bisa di diamkan 
dengan mainan ketika menangis. Dan satu hal yang pasti kita tidak ingin 
dipecah belah karena seluruh masyarakat indonesia berdaulat dari sabang - 
merauke.

Mari kita sama sama melihat jauh ke depan, mari kita menjadikan kebanggaan 
ketika pemeraatan pembangunan serta kesejahteraan rakyat itu terjadi. Apalah 
artinya satu menteri dalam sebuah kabinet jika penguasa yang memimpin 
membangun sistem kehancuran bagi bangsa ini dan daerah daerah seluruh 
indonesia.

Salam Hormat
Ronal Chandra (30th)






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke