Wah hebat..Ronald sudah jadi pengamat..selamat Nal..mudah2an benar yang dikatakan..wass Rainal Rais.. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Ronal Chandra <[email protected]> Date: Sun, 17 May 2009 21:44:03 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Disintergrasi Bangsa menanti Ini Pilpres bung bukan Pilkada ! Begitu kurang lebih komentar sebagian masyarakat diluar jawa ketika ditanya apa pendapatnya tentang SBY - BOEDIONO. Pemilihan Boediono sebagai calon wakil presiden dari Partai Demokrat semakin memperjelas arah serta tujuan yang ingin digapaI oleh SBY. Semua orang tentu menghormati keputusan yang diambil oleh SBY tapi bagi sebagian orang diluar jawa akan melihat bahwa SBY mencoba membangun singgasana baru di republik indonesia. Kita bisa lihat, mulai dari Direktur Bni, Danjen Kopasus, Ketua Umum Partai Demokrat dan terakhir Anak beliau pun berhasil membuat garis tebal bahwa Singgasana itu pun kembali akan dibangun. Entah yang lain yang tidak diketahui dengan pasti oleh masyarakat. Dahulu dijaman suharto, duet Jawa - Jawa menjadi mimpi buruk bagi bangsa ini. Saat itu pemerintah ber-anggapan cukup dengan menempatkan menteri dari daerah tersebut sudah cukup untuk mengurus daerah daerah diindonesia yang tersebar dari sabang - merauke. Sehingga pemerataan pembangunan tersentralize pada pusat ibukota dan wilayah wilayah Jawa sedang daerah daerah lain lebih dari 30th terabaikan dan dibiarkan hidup dalam kemiskinan sehingga memunculkan separatisme hampir diseluruh indonesia. Cukup sudah apa yang pernah terjadi, jangan pernah lagi terulang masa masa itu pada bangsa ini. Ambon, poso, kalimantan, sulawesi, sumbar dan aceh menjadi bukti nyata bahwa ini adalah pemilihan presiden bukan pemilihan kepala daerah. Dan seperti nya gaya seperti itu akan kembali di ulang dengan sudah terpilihnya Boediono sebagai Cawapres SBY. Menjadikan duet Jawa - Jawa kembali terulang. Kita butuh kebijakan yang lebih holistik dan punya kekuatan penuh dilevel presiden atau wakil presiden untuk mempertahankan NKRI. Kita juga tidak ingin di diamkan dengan Posisi Menteri saja yang mewakili daerah daerah diindonesia, karena kita bukan anak kecil yang bisa di diamkan dengan mainan ketika menangis. Dan satu hal yang pasti kita tidak ingin dipecah belah karena seluruh masyarakat indonesia berdaulat dari sabang - merauke. Mari kita sama sama melihat jauh ke depan, mari kita menjadikan kebanggaan ketika pemeraatan pembangunan serta kesejahteraan rakyat itu terjadi. Apalah artinya satu menteri dalam sebuah kabinet jika penguasa yang memimpin membangun sistem kehancuran bagi bangsa ini dan daerah daerah seluruh indonesia. Salam Hormat Ronal Chandra (30th) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
