Apo karano pamiliknyo ...........................antahlah, tapi ambo picayo iko murni dari redaksi dan tidak ado titipan dari komisaris. Tapi nan mamasukan berita ko di palanta cubo masukan pulo nan lain, bia tambah rami.
Ambo kini sedang mambaco koran nasional, berita luar neferinyo selalu memberitakan tokoh nan punyo komitment tinggi kepado apo nan menjadi paham inyo dalam ba politik. Suu Kyi, tokoh padusi nan mambuek kagum awak. Komitment, iko bahaso nan penting disiko. Bara gadang pengorbanannyo. Bukan hanyo harto tetapi siksaan demi siksaan ndak bisa mambuek nyo barobah komitment terhadap demokrasi.
Lai bisa tabanyangkan diawak, seorang anak pendiri bangsa. Kok diawak yo maikuik kama arah aia sajo. Nan penting wak den sanang. Sebagai anak pendiri bangsa Birma atau myamar, tentu inyo mandapekprioritas/anak emas. Tapi karena komitment nyo tu nyo rela mandarito.
KOK DIAWAK..................................antahlah, kadang haragodiri dilacurkan
NAnang, jkt
nan sedang prihatin
Dari: Nofiardi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 18 Mei, 2009 13:28:59
Topik: RE: Bls: [...@ntau-net] Re: Apa kata politisi: Gamawan ke kubu SBY.
Senin, 18 May 2009
‘Saya Diminta, Bukan Meminta’
GAMAWAN
FAUZI:
PADANG, SINGGALANG --Sebuah dialektika Minangkabau tanpa sengaja kembali
terbangun dengan tampilnya Gamawan Fauzi dalam pendeklarasian pasangan
‘SBY-Berbudi’ (Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Red) di Bandung, Jumat (15/5)
malam lalu. Jika rasa hormat dan ragu pada Gamawan dipadu berkulindan, maka
dialektika akan melahirkan sebuah tesis baru bagi orang Minang untuk bermain di
pentas politik nasional.
Tesis baru itu menunjukkan makin pentingnya Minangkabau setelah lama merasakan,
‘ada yang hilang’ selama ini. Karena itu muncul tema ‘mambangkik batang
tarandam’.
Itulah antara lain kesimpulan yang dapat ditarik dari percakapan kalangan pers
dengan Gamawan Fauzi serta pembicaraan khusus Singgalang dengan Basrizal Koto
dan Shofwan Karim Elha secara terpisah di Padang, kemarin.
“Berdiri bulu roma saya melihat gubernur saya berdiri dengan gagahnya di atas
podium, Minangkabau telah bangkit rupanya,” kata tokoh perantau, Basrizal Koto
kepada Singgalang, tadi malam. Menurut dia, biarkan Gamawan mewakili urang awak
di kubu SBY dan yang lain di kubu Jusuf Kalla serta Megawati. “Mari kita sokong
pula urang sumando awak, Pak JK untuk maju, beliau kita hormati, SBY kita
hormati dan Buk Mega kita hormati,” katanya.
Sementara Shofwan Karim melihat, tampilnya Gamawan adalah awal dari dialektika
Minangkabau era baru. “Pada hakikatnya kita ingin SBY-JK bersatu, tapi nyatanya
tidak, lalu kita gamang dan jangan sampai kita basiarak pula karena ini,” kata
Rektor UMSB ini.
Diminta
Lebih dari 300 SMS masuk ke telepon genggam Gamawan Fauzi atas hadirnya ia
dalam deklarasi pasangan ‘SBY-Berbudi’ di Bandung JUmat malam itu. Dari ratusan
SMS itu, hanya dua yang menyesali.
“Apa ini bisa dijadikan ukuran? Saya tak tahu,” kata Gamawan kepada wartawan di
Gubernuran kemarin didampingi pejabat Gubernur Sumbar, Firdaus K.
Memang, untuk meluruskan persoalan itu, kepada wartawan Gamawan menjelaskan,
kehadirannya pada pendeklarasian pasangan ‘SBY-Berbudi’ itu atas permintaan SBY
bukan atas permintaan dirinya.
“Saya diminta Pak SBY untuk membacakan endorsement (dukungan). Ketika itu saya
sedang berada di Jakarta untuk Musrenbangnas, bersama kepala daerah lainnya di
Indonesia. Ini suatu kehormatan bagi saya, apalagi bagi masyarakat Sumbar,”
kata Gamawan di gubernuran, Minggu, (17/5).
Dikatakannya, usai Musrenbang, datang protokol istana menemuinya. Protokol itu
menyampaikan pesan dari SBY untuk meminta dia datang ke Istana. Sesampai di
Istana, Gamawan bertemu SBY. Lalu SBY meminta dia untuk membacakan endorsement
sebelum ia berpidato pada pendeklarasian ‘SBY Berbudi’.
“Sebelum menjawab pertanyaan Pak SBY, saya bertanya kepada beliau kenapa saya
yang dipilih. Kata Pak SBY, saya dipilih secara aklamasi,” sebut Gamawan.
‘Tolonglah saya Pak Gamawan, Bapak tidak punya konflik,” kata kata Gamawan
mengutip ucapan SBY padanya.
Telepon
Dikatakannya, sebelum ke Bandung, dia menelepon tokoh-tokoh Minang, seperti
Irman Gusman, Basril Djabar, Syahrul Ujud, Saafruddin Bahar, Azwar Anas, Hasan
Basri Durin, Leonardy Harmainy, dan lainnya. Selain itu Gamawan juga mengirim
pesan kepada JK.
“Dalam pesan singkat itu saya katakan, saya harap dengan permintaan Pak SBY itu
silaturrahmi kita selama ini tidak terputus. Begitupun dengan PDIP, saya juga
sudah SMS, kepada salah seorang petingginya,” sebut Gamawan, didampingi, Plt.
Gubernur Sumbar, Firdaus, K, Kepala Biro Humas dan Protokol, Suhermanto
Raza dan Kabag Pemberitaan Biro Humas, Zunaldi.
“Saya tidak pernah meminta apapun kepada Pak SBY, juga tidak jabatan. Setelah
semuanya selesai, tugas saya pun usai. Dalam masalah ini saya minta pengamat
jangan terlalu jauh, menafsirkan keberadaan saya pada pendeklarasian ‘SBY
Berbudi’. Saya tidak punya kepentingan apa-apa dalam hal ini, karena saya bukan
orang partai,” katanya lagi. Ia menyesali, pihak yang tidak menguasai persoalan
akan memaknakan lain.
Selain itu kata Gamawan, tidak ada aturan yang terlanggar ketika dia membacakan
endorsement itu. Begitupun dengan etika, karena Gamawan, juga telah meminta
berbagai masukan kepada orang-orang penting di daerah ini.
“Saya sangat hormat kepada Pak JK. Beliau begitu banyak memberikan hal-hal yang
berarti bagi Sumbar. Begitupun dengan Pak SBY,” papar Gamawan.
Ia berharap persoalan itu tidak terus melebar, karena keunggulan orang Minang,
harmonis dalam perbedaan. Begitupun dalam soal pilih memilih harus saling
menghormati. Lagipula ia hadir di sana atas nama salah seorang rakyat atau
tokoh, bukan atas nama gubernur. Menurut aturan atas nama gubernur pun tak
soal.
Masa cuti
Terkait masa cuti kata Gamawan, dia mengajukan cuti bukan untuk pendeklarasian
pasangan ‘SBY Berbudi’, tapi untuk acara keluarga. Gamawan mengajukan cuti satu
bulan yang lalu dan baru dikabulkan pada awal Mei lalu.
“Saya diajak adik-adik saya berlibur, tapi di awal masa cuti, saya diminta Pak
SBY,” kata dia.
Gamawan kemudian memperlihatkan surat cuti itu kepada para wartawan. Wartawan
pun membacanya dengan teliti.
Kebanggaan
Basrizal Koto, salah seorang tokoh Sumbar, mengatakan ditunjuknya Gamawan Fauzi
sebagai kehormatan bagi masyarakat Sumbar. Karena dari 33 provinsi, putra
Minang mendapat tempat untuk pendeklarasian pasangan ‘SBY Berbudi’.
“Saya merasa bangga ketika Gamawan tampil saat pendeklarasian itu. Ini sebuah
kehormatan dan kesempatan yang luar biasa,” kata Basrizal Koto.
Dikatakannya, sebelum Gamawan tampil, tentu dia sudah memikirkan langkah yang
terbaik. Siapa pun orang dalam posisi Gamawan, tentu akan memilih keputusan
yang sama.
“Dalam menentukan pilihan seseorang tidak bisa dipaksakan. Ibarat menuju ke
suatu tempat banyak kendaraan yang akan dipilih. Ke Jakarta misalnya, ada yang
naik Garuda, Lion dan lainnya. Tapi tujuannya tetap sama yaitu Jakarta.. Sama
juga dengan pemilihan presiden, siapa pun yang terpilih adalah untuk rakyat
Indonesia,” sebut Basrizal Koto.
Terkait orang sumando, kata Basko, orang Minang harus menghormatinya.
Begitupun dengan SBY apalagi ia sudah diberi gelar adat pula. Suami Mega juga
sudah diangkat jadi datuk. Tapi dalam memilih itu sudah urusan pribadi, setiap
warga negara memiliki hak pilih sendiri-sendiri.
Menurutnya, selaku putra Minang, dia bangga JK sebagai sumando orang Minang
tampil sebagai Capres mendatang. Di lain sisi dia juga bangga kepada SBY yang
juga berjasa kepada ranah Minang. Buktinya, SBY diberi gelar datuk oleh orang
Minang. SBY sangat hormat kepada orang Minang.
Netral
Akan halnya Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB) Shofwan Karim meminta
orang Minang secara kolektif netral dalam bersikap dan menjatuhkan pilihan
secara perorangan. “Saya melihat kehadiran Pak Gamawan di kubu SBY justru
sebagai sebuah dialektika Minangkabau,” kata dia.
Ia sependapat dengan Basrizal, semua Capres dihormati oleh orang Minang. “Jadi
dilema tatkala SBY-JK berpisah,” katanya.
Secara rasional, kata dia, orang Minang itu cerdik, jauh lebih cerdik dari yang
dibayangkan orang. “Jadi ini tak ada masalah sama sekali, enak-enak saja,”
tuturnya.
Lagipula, penduduk Sumbar hanya 2 persen dari total penduduk Indonesia. “Jika
dari jumlah jiwa kita tak ada apa-apanya, namun dari segi pengaruh kita
diperhitungkan,” katanya lagi.
Jika SBY memperhitungkan Sumbar lewat Gamawan Fauzi, maka hal itu sebagai
sebuah kehormatan. Sama halnya dengan JK memperhitungkan tokoh-tokoh Minang di
Jakarta. “Siapapun nanti yang menang, kita harus menang. Ada Gamawan di SBY,
ada Fahmi Idris di JK dan ada Fadlizon di Mega, bersyukurlah kita,” kata
dia.107/003/007
</TD< tr>
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=1589
-----Original Message-----
From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Nggak ada hubungannya GF ikut deklarasi SBY yg ala Obama itu dgn relasi Presiden-Gubernur. Deklarasi JK juga wapres, tp tdk menggunakan kekuasaannya ketika deklarasi. Kalau benar GF disuruh karena SBY Presiden dan GF Gubernur, berarti terjadi penyelewengan kekuasaan.
Dari berita yg sy baca, GF mengaku sedang cuti dari 13-24 Mei. Jd, kapasitasnya sbg warga negara. Tp cutinya koq lama sekali, ya?
ijp
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
