Sanak Palanta RN Kalau lah boleh saya sata sakaki tentang subject Pak GF gubernur Sumbar Jika memang Pak GF menginkan atau mengincar kursi Menteri dengan merapat ke SBY (jika terpilih nantinya menjadi Presiden) maka saya hanya melihat cara-cara Pak GF masuk ke Wilayah Politik artinya jika tidak dalam wilayah Politik GF duduk diam saja tanpa merapat ke tiga calon Capres, hanya menunggu saja sifatnya. Terlepas apakah dia merendah diri atau apapun gara2 membaca deklarasi SBY Berbudi..mungkin beragam pendapat lainnya dari sanak jika melihat dari segi etika. Moral dsb. Tapi jika masuk ke Wilayah Politik, maka saya jadi ingat apa ucapan teman saya yang menjadi anggota Dewan Propinsi di sebuah Propinsi di Sumatera, dia berkata seperti ini dalam obrolan semalam suntuk saya di kampong halamannya saat itu
Dalam Politik itu ya.. “Siapa dapat apa” nah mungkin harus begitu yang dilakukan GF dan itu harus merapat ke SBY atau masuk dalam wilayah politik. Lalu teman saya tersebut bercerita kalau dunia politik kita itu memang ibarat Candu yang kecendrungannya memabukan apalagi itu dalam proses, seperti pemilihan kepala Daerah (Wali Kota, Bupati, Gubernur yang telah dia rasakan) apalagi dalam tahap pemilihan orang nomor satu di negara kita. Lebih lanjut kawan saya bercerita setelah itu selesai semua maka nanti hasilnya akan tahu SIAPA DAPAT APA, SIAPA YANG MABUK, SIAPA YANG SADAR DAN BISA JUGA SIAPA YANG KENA RACUN…dan dia mengalamai hal seperti itu ketika masuk dan bermain di Wilayah Politik. Itu saja sato sakaki saya, lebih kurang mohon maaf Wass-Jepe --- Pada Ming, 17/5/09, Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis: > Dari: Andrinof A Chaniago <[email protected]> > Topik: [...@ntau-net] Re: Apa kata politisi: Gamawan ke kubu SBY. > Kepada: [email protected] > Tanggal: Minggu, 17 Mei, 2009, 3:27 AM > Kepercayaan untuk tampil itu > memang kebanggaan. Tapi, kebanggaan bisa pupus kalau > kesempatan itu diisi dengan sanjungan yang berlebihan, yang > tidak dilakukan tokoh lain. Kitapun tidak bangga lagi. Ini > soal kecerdasan emosional. > > > > > > 2009/5/16 <[email protected]> > > Asslm Pak Epy ,saya > sangat setuju dengan pendapat dan pandangan bapak terhadap > Bpk GF,yang beliau ditugaskan oleh seorang Presiden RI untuk > menjadi pembawa acara dalam deklarasi SBY dan Budiono ,ini > adalah suatu kehormatan buat seorang Gubernur yang dari > sekian banyaknya gubernur di RI ini hanya beliaulah seorang > GF yang terpilih ,karena beliau termasuk salah seorang yang > anti korup dan dinilai gubernur yang jujur . > > Wassalam Yulmatri Rais JKT > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > -----Original Message----- > From: bandarost <[email protected]> > > > Date: Fri, 15 May 2009 21:36:18 > To: RantauNet<[email protected]> > > Subject: [...@ntau-net] Re: Apa kata > politisi: Gamawan ke kubu SBY. > > > > > > > Assalamu'alaikumWrWb, > Dunsanak sapalanta yang terhormat, > > Kalau saya akan ke Padang dari Ciputat, saya punya beberapa > pilihan > kendaraan, antara lain naik taksi ke terminal Lebak Bulus, > sambung > > Damri ke Bandara Sukarno-Hatta, baru naik pesawat ke BIM. > Untuk menempuh karier politik di Indonesia zaman sekarang, > partai > politik menurut pendapat saya benar2 hanya berfungsi > sebagai kendaraan/ > wahana/vehicle semata. > > Banyak orang/tokoh pindah partai atau mendirikan partai > baru sampai > lebih dari satu kali. Belum lagi koalisi yang aneh2 akhir2 > ini. Jadi > saya rasa dengan iklim kepartaian seperti sekarang ini, hal > ini wajar2 > saja orang memilih atau mengganti > "kendaraan"nya. > > Partai adalah wahana. Pindah partai tidak sama dengan > pindah agama. > Jadi kalau GF tampaknya seperti bertukar kendaraan untuk > sasaran yang > lebih besar yang mudah2an terkait dengan ranah Minang, saya > pribadi > akan mendoakannya. > > Banyak jalan ke Roma, banyak jalan bagi urang awak untuk > berkiprah di > level yang lebih tinggi. > Hampir semua tokoh Minang masa lalu baru menonjol > ketokohannya sesudah > mereka berkiprah, bersaing dan berjuang diantara etnis > dan bangsa2 > > lain. Sangat jarang yang bisa menjadi besar dengan hanya > berkiprah di > ranah Minang saja. > Dengan sikon urang awak dan ranah Minang yang sering > dikatakan > "tertinggal" dalam beberapa diskusi di RantauNet > ini, terasa janggal > > juga kalau ada yang merasa malu dengan penampilan GF tadi > malam. > Saya sendiri tidak malu untuk mengatakan bahwa saya justru > bangga > dengan hal tersebut, apapun latar belakang penampilannya di > acara > itu. > Menyangkut malu, saya menjadi malu kalau sekiranya ada > urang awak yang > > melakukan perbuatan tercela dipandang dari sudut agama, > etika, > peraturan, dan perundangan. > > Maaf dan Wassalam, > > Epy Buchari (66-L) > Ciputat Timur > > > On 16 Mei, 10:25, dina <[email protected]> > wrote: > > > ambo iya satuju bana jo pandapek Da Andrinof, bagitu > mambaco di detik > > > > > > > > > > > > > Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
