Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Saya dapat menerima pandangan yang tercantum dalam tulisan Sanak Basril Djabar 
yang dikirimkan Sanak Nofend St Mudo. Menurut penglihatan saya, isinya padat, 
obyektif, seimbang, dan adil.
Memang tidak mudah bagi seorang anak untuk bersikap jika -- ibaratnya -- bapak 
dan ibunya bercerai.Namun, apa boleh buat, justru itu yang terjadi.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta) 


--- On Tue, 5/19/09, Nofend St. Mudo <[email protected]> wrote:


From: Nofend St. Mudo <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Tentang Gamawan Fauzi
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 19, 2009, 11:02 AM



Selasa, 19 May 2009

Oleh Basril Djabar

Adrenalin dan diskusi politik di kalangan tokoh Minang di kampung dan rantau
dalam beberapa hari ini menghangat karena kehadiran gubernur kita Gamawan
Fauzi dalam acara deklarasi Capres Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono
(SBY) di Bandung, Jumat pekan lalu. Diskusi yang menghangat itu, pertanda
baik bagi mengasah nyali politik kita. Inilah dialektika Minangkabau itu,
sebagaimana yang sering dikemukakan almarhum AA Navis.

Diskusi yang berkembang adalah sebuah dinamika karena itu kita maknai secara
dewasa, tidak emosional. Dua tokoh penting kita, SBY dan Jusuf Kalla (JK)
bersimpang jalan menjelang pilpres, sesuatu yang tidak kita kehendaki. Orang
Minang maunya, SBY-JK tetap menyatu. Alangkah indahnya jika demikian.

Namun politik sangat cair dan dinamis. Maka berpisahlah keduanya. Kita
tercengang. Apa boleh buat. Dalam keadaan apa boleh buat itulah, tiba-tiba
muncul Gamawan Fauzi, di Bandung. Muncullah diskusi, bahkan di sebagian
kecil kelompok masyarakat terbelah. Mendukung Gamawan dan menyesali
tindakannya.

Ada dua sudut pandang yang kemudian muncul, yaitu pandangan kultural dan
politis. Saya cenderung melihat, orang Minang lebih dekat dengan JK secara
kultural. Banyak alasan yang mendukungnya. Pertama JK urang sumando, kedua
kultur Sulawsi Selatan dan Minangkabau banyak kesamaan. Orang Sulawesi
Selatan belajar Islam dari Minangkabau. JK terasa lebih dekat kepada kita
dari sisi kultural.

Akan halnya SBY yang juga sudah diberi gelar datuk, dekat secara politis,
belum atau tidak secara kultural. Namun keduanya adalah pemimpin yang
sama-sama dihormati oleh orang Minangkabau. Hadirnya Gamawan di Bandung,
jelas itu dalam wilayah politis, lebih tegasnya dalam wilayah politik
praktis. Lantas kenapa JK tidak mendahului SBY mengundang Gamawan? Jawabnya,
JK mungkin lebih negarawan dan tidak mau mempersulit Gamawan Fauzi, mamak
rumahnya. Bisa diasumsikan juga, dalam hal ini SBY lebih menonjol aspek
politisnya ketimbang negarawannya. JK terasa lebih halus dan bermain cantik..

Kenapa Gamawan hadir di Bandung? Sudah dijelaskannya dari A sampai Z. Kita
memahami posisi Gamawan dan menghormati pilihan politiknya. Namun karena
pilihan itu pula, sebagaimana disebut di atas, ada masyarakat yang terbelah..

Sebentar lagi pilpres. Jika JK menang secara nasonal, atau menang di Sumbar,
maka tindakan SBY mengundang Gamawan bisa ditafsirkan sebagai tamparan bagi
SBY agar lebih hati-hati berpolitik di masa datang. Jika SBY menang? Gamawan
harus jadi menteri, sebab secara kualitas ia memang pantas untuk itu. Orang
Minang tak mau dijadikan kudo palajang bukik saja. SBY harus bisa
membuktikan, kemenangan partainya, bisa mengobati hati rakyat yang selama
ini muak pada partai-partai lama.

JK tahu isi hati Gamawan dan keduanya sangat dekat. Kita berharap SBY
memberlakukan Gamawan juga seperti JK menempatkan gubernur kita itu pula.
Kepada Gamawan, yang sudah terjadi, harus dihadang. Pilihan yang dijatuhkan
membawa berbagai konsekwensi. Mudah-mudahan ke depan Minangkabau akan penuh
dengan dialektika yang membangun dan Sumatra Barat akan kian maju.
Selamat mengikuti pilpres. *

(Catatan redaksi: Ada beberapa tulisan dengan tema yang sama di halaman
opini. Dengan diturunkannya semua tulisan itu, perdebatan soal kehadiran
Gamawan Fauzi di Bandung ditutup).

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=1612




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke