*Nampaknyo di urang Yahudi indak baitu. Bukan tanah dan harato pusako tinggi
nan mereka pentingkan, tapi kualitas sumber daya manusianyo.
Mereka mamiliah karier dalam bidang industri dan perdagangan, keuangan dan
perbankan, sarato musik, media massa, filsafat, ilmu pengetahuan dan
teknologi. Salamo ko jarang mereka nan bergerak di bidang pertanian nan baru
mereka tangani sasudah tabantuak negara Israel dalam tahun 1948.*

Pak Saaf yth.

Analisa Bapak menurut ambo benar sekali.
karena pemerintahan di SB telah kembali kepada sistem pemerintahan banagari
sedangkan tanah/pusako tinggi barado di nagari maka sebaiknya orang Minang
sebaiknya melihat/memberlakukan tanah/bumi di kampuang hanya sebagai lambang
persatuan kaum saja, bukan sebagai sumber kehidupan ekonomi.

Sudah saatnya pemerintah daerah tidak mendorong masyarakatnya
mengeklploitasi SD Alam berlebihan, tapi paculah masyarakat untuk
mengembangkan SD Manusia sehingga mampu merantau ke ujung dunia secara
moderen.

Sebagai contoh kasus di nagari ambo nan alah sampik, pemerintah menyediakan
dana untuk membuat jalan baru ke atas bukit, yang suatu saat nantinya akan
menjadi pemukiman penduduk.  Seharusnya pos pendanaan semacam ini tidak
perlu disediakan oleh pemerintah. Termasuk jalan mobil ka puncak bukik
Sidoali di Batusangka, nan katonyo untuk mengembangkan pariwisata.
Untuk melengkapi tulisasn iko silakan klik di :
http://www.nagari.or.id/?moda=palanta&no=104

Wassalam

Abraham Ilyas 64 th.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke