Saya lanjutkan cerita Sutan Mentari... Demikianlah Syaiful - bukan Saipul Jamil lho...- seorang pegawai negeri di lembaga yang kering, berkeinginan benar untuk memiliki sebuah TV. Ia berupaya mengenali satu persatu merek TV yang betebaran dipasaran, bahkan melalui Iklan yang di perankan para artis tak kalah membingungkan dirinya. Diantara merek TV yang ada, sebuah TV seharga 800 ribu, cukup terjangkau oleh koceknya bila ia mau menabung selama bebera bulan .
Syaiful seorang sarjana ekonomi lulusan Unand, namun dikehidupannya sebagai PNS - ia tak sanggup membeli langsung sebuah TV seharga itu. Gajinya sebagai pegawai golongan III a - freshgraduated hanya Rp 1,5 juta. Ia menyewa rumah perbulan seharga 450 ribu. Biaya hidup perhari 30 ribu, Alhasil ia masih memiliki sisa uang sebesar Rp 150 ribu sebulan. Dari sisa uang inilah ia menabung untuk membeli TV sebesar rp 100 ribu selama delapan bulan. Pikir punya pikir - dia sudah meneliti merek TV mulai dari merek Sonny, Toshiba, Sanyo, Sharp, Sanken, LG, dll. Karena ia orang sabar, maka diusulkan oleh Ibu Hifni rekan sekerjanya agar membeli TV bermerek " SABA". Kata Ibu Hifni ; ini TV orang Minang. Kita harus cinta minangkabau. Walau usul sang Ibu agak nyleneh dimata seorang Syaiful, namun ia ikuti saran Ibu hifni itu.Syaiful pun maklum bahwa membeli TV dengan mengumpulkan uang selama delapan bulan tentu butuh kesabaran. Merek TV " SABA " ini yang paling cocok untuk dirinya. Demikianlah pada hitungan ke delapan - Syaiful pun berencanakan merealisasikan niatnya. Ia membuka laci meja kerjanya untuk mengambil uang simpananya yang ditaruh didalam sebuah map. Masya Allah... ternyata uang itu raib tak bersisa. ..Syaiful panic. Mestikah ia yang selalu bersikap sabar itu gagal memiliki sebuah TV idamannya...??? Akhirnya Syaiful bertanya kepada Bu Hifni ; benarkah TV " SABA " itu ada....???? Jawab Bu Hifni : " Dulu merek TV SABA ada.. Pul.... Entah ya ..sekarang .. Yang ibu maksud dengan TV Saba, hanyalah sekedar gurauan kepada seorang pegawai muda yang berharap memiliki TV dengan sebuah kesabaran. Saba se lah yo pul....??? Mudahan Allah akan cepat menggantinya. Dua bulan kemudian Syaiful sudah memiliki "TOSHIBA ", yang diperolehnya dari Vocher pembelajaan ATK kantor. Ia memenangkan undian itu. Ada yang mempermasalahkan bahwa itu hak kantor. Namun ketika tidak ada aturan mengatur hal ini, maka atasannya mengizinkannya vocher itu menjadi milik Syaiful Wassalam Evy Nizhamul (Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang) http://hyvny.wordpress.com http://bundokanduang.wordpress.com --- On Sun, 5/24/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Memilih TV To: [email protected] Date: Sunday, May 24, 2009, 11:09 AM Minggu ini saya harus membeli TV untuk ditempatkan di kamar. Yang saya tahu TV yang paling bagus itu bermerk Philips. Tapi di toko langganan saya tak ada. Yang ada hanyalah merk-merk lain. Saya tak punya pengetahuan yang cukup tentang merk-merk yang ada. Saya berharap ada perwakilan-perwakilan perusahaan merk TV menemui saia. Lalu mereka jelaskan pada saya kelebihan-kelebihan TV yang mereka punyai. Tapi tentu tidak mungkin. Mereka pasti akan bilang begini: siapa sih loe? Artis bukan, pejabat bukan. Mereka hanya menemui saya melalui iklan-iklan di media massa. Brosur-brosur dan sebagainya. Kadang di TV mereka menggunakan artis untuk memberi tahu saya, TV ini keren loh.. Menghubungi langsung face to face potential consumer tentu tidak mungkin. Butuh waktu dan mahal boss. Makanya mereka bikin sistem komunikasi yang bisa menjangkau banyak orang. Yang masal sifatnya. Beberapa merk sudah masuk daftar pendek yang akan saya beli. Iklan dan komunikasi masal lainnya berperan penting sampai tahap ini. Tapi yang namanya beginian, tentu semua kecap nomer satu. Saya masih butuh referensi lain. Lalu saya ingat beberapa teman yang pernah memakai TV dengan merk yang hendak saya beli. Orang-orang tersebut saya coba tanya. Siapa tahu membantu. Sejauh proses ini, pengetahuan saya tentang merk ini masih dari pendapat teman dan informasi lainnya. Karena saya ember dan tukang gosip, informasi ini saya sampaikan ke orang lain yang hendak membeli TV juga. Tapi apapun masukan itu, keputusan apa yang saya beli pasti ada di tangan saya. Saya masih menganggap Philips masih yang OK. So far, saya belum berniat membeli TV. Biarlah saya tetap menonton TV yang ada di ruangan tamu. Pilihan mertua saya. Piss, MS/30/sijunjung/kampai/tgl di jakarta Powered by Telkomsel BlackBerry® --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
