Madahar nan batuduang ameh....., Syaiful iko alah jadi urang hebat dikantua Ibu mah... Alah jadi pejabat eselon bagian perlengkapan. Carito mamiliah TV " SABA " iko adalah canda Ibu ka si Ipul, dek inyo baru datang tembak langsung dari Padang kala itu. Istilahnya dia ini " MInang bangeettt..".
Alhamdulillah dia juga adalah teman Ibu yang pertama yang berasal dari Minang - satu ruangan lagi. Darinya Ibu belajar banyak budaya minang, k.l 17 tahun yang lalu. Hingga sekarang inipun - Ia adalah konsultan Ibu dalam memahami Adat dan Budaya Minang. ( he... he... ketauan nih ye... ketika ada yang bertayanya : Uni kan sudah lama tinggal di rantau .. kok bisa tau banyak tentang falsafah minang ? Ternyata Syaiful lah nara sumbernya. Syaiful ini urang pikumbuah mah....) Beko ibu sampaikan kisah masa lalunya pada si Ipul ini, bahwa dulu baliau ko kroni dari Pengusaha Kacang Tujin nan bakantua di Kandang Situmbin dakek Muaro Padang. Mungkin dek lah bangkrut kini perusahaan tu sahinggonyo baliau jadi pindah ka kantua ibuk. Seandainya cerita yang dimaksud ini bukalah dia orangnya, ibu akan tetap meledek Syaiful - konco ibu di kantua itu, sebagai kroni pengusaha kacang Tojin dari Kandang Situmbin...... Ha..ha... ha... hanyo sekedar garah sajo yo Batuduang Ameh.... Wassalam, Evy Nizhamul (Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang) http://hyvny.wordpress.com http://bundokanduang.wordpress.com --- On Mon, 5/25/09, Madahar (madahar) <[email protected]> wrote: From: Madahar (madahar) <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Memilih TV To: [email protected] Date: Monday, May 25, 2009, 12:00 AM wa'alaikum salam ww, buk Evy, sajak bilo pulo si Saiful ko bakarajo di kantua buk Evy. dulu baliau ko kroni dari Pengusaha Kacang Tujin nan bakantua di Kandang Situmbin dakek Muaro Padang. Apo lah bangkrut kini perusahaan tu buk atau ibuk alah mansabotase pulo tenaga ahli dari Perusahaan Kacang Tojin ko sahinggonyo baliau jadi pindah ka kantua ibuk. kalo io iko kajadiannyo mako adolah kewajiban kantua/perusahaan ibuk untuak mambalian si Saiful TV karano iko adolah bagian dari kesejahteraan nyo atau istilahnyo kompensasi untuak kapindahan baliau ka tampek ibuk. tarimo kasi. tolong dicurai papahan dek ibuk kajadian sabananyo baa mangko si Saiful bisa sajawat jo ibuk yo. wassalam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Evy Nizhamul Sent: Monday, May 25, 2009 10:29 AM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Memilih TV Saya lanjutkan cerita Sutan Mentari... Demikianlah Syaiful - bukan Saipul Jamil lho...- seorang pegawai negeri di lembaga yang kering, berkeinginan benar untuk memiliki sebuah TV. Ia berupaya mengenali satu persatu merek TV yang betebaran dipasaran, bahkan melalui Iklan yang di perankan para artis tak kalah membingungkan dirinya. Diantara merek TV yang ada, sebuah TV seharga 800 ribu, cukup terjangkau oleh koceknya bila ia mau menabung selama bebera bulan . Syaiful seorang sarjana ekonomi lulusan Unand, namun dikehidupannya sebagai PNS - ia tak sanggup membeli langsung sebuah TV seharga itu. Gajinya sebagai pegawai golongan III a - freshgraduated hanya Rp 1,5 juta. Ia menyewa rumah perbulan seharga 450 ribu. Biaya hidup perhari 30 ribu, Alhasil ia masih memiliki sisa uang sebesar Rp 150 ribu sebulan. Dari sisa uang inilah ia menabung untuk membeli TV sebesar rp 100 ribu selama delapan bulan. Pikir punya pikir - dia sudah meneliti merek TV mulai dari merek Sonny, Toshiba, Sanyo, Sharp, Sanken, LG, dll. Karena ia orang sabar, maka diusulkan oleh Ibu Hifni rekan sekerjanya agar membeli TV bermerek " SABA". Kata Ibu Hifni ; ini TV orang Minang. Kita harus cinta minangkabau. Walau usul sang Ibu agak nyleneh dimata seorang Syaiful, namun ia ikuti saran Ibu hifni itu.Syaiful pun maklum bahwa membeli TV dengan mengumpulkan uang selama delapan bulan tentu butuh kesabaran. Merek TV " SABA " ini yang paling cocok untuk dirinya. Demikianlah pada hitungan ke delapan - Syaiful pun berencanakan merealisasikan niatnya. Ia membuka laci meja kerjanya untuk mengambil uang simpananya yang ditaruh didalam sebuah map. Masya Allah... ternyata uang itu raib tak bersisa. ..Syaiful panic. Mestikah ia yang selalu bersikap sabar itu gagal memiliki sebuah TV idamannya...??? Akhirnya Syaiful bertanya kepada Bu Hifni ; benarkah TV " SABA " itu ada....???? Jawab Bu Hifni : " Dulu merek TV SABA ada.. Pul.... Entah ya ..sekarang .. Yang ibu maksud dengan TV Saba, hanyalah sekedar gurauan kepada seorang pegawai muda yang berharap memiliki TV dengan sebuah kesabaran. Saba se lah yo pul....??? Mudahan Allah akan cepat menggantinya. Dua bulan kemudian Syaiful sudah memiliki "TOSHIBA ", yang diperolehnya dari Vocher pembelajaan ATK kantor. Ia memenangkan undian itu. Ada yang mempermasalahkan bahwa itu hak kantor. Namun ketika tidak ada aturan mengatur hal ini, maka atasannya mengizinkannya vocher itu menjadi milik Syaiful Wassalam --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
