Assalamua'alaikumWrWb,

Dunsanak sapalanta,

Menarik mengikuti kehangatan suasana menjelang Pilpres yang juga
berhembus sampai ke palanta ini. Sudah banyak pembahasan yang
berlangsung, dan salah satu topik diskusi kemarin ini adalah mengenai
masih adanya optimisme dengan kehadiran sejumlah orang muda  berdarah
Minang yang terjun ke dunia politik dan memiliki kinerja  yang cukup
menonjol dan memberi harapan. Mereka ada  memback-up ketiga Capres,
sehingga siapapun yang menang, yang penting ada urang awaknya.
Tapi tampaknya kita tidak sadar bahwa  Bung Hatta ternyata "hadir"
secara intens setiap hari, setiap saat, pada berbagai kesempatan dalam
hingar bingar proses Pilpres yang sedang berlangsung saat ini. Tampak
pula tanda-tanda yang menyakinkan bahwa beliaupun akan hadir dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara setelah usainya "pesta demokrasi"
ini, dan malahan pada masa-masa mendatang.
Ada seorang putra Minang bernama Drs Revrisond Baswir MBA yang sejak
lama secara gigih mengembangkan konsep Ekonomi Kerakyatan di Pusat
Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Yogyakarta. Beliau adalah Kepala dari
Pusat Studi tersebut.
Dalam salah satu tulisannya "Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Rakyat &
Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional", beliau secara rinci
menguraikan peranan Bung Hatta dalam proses pengembangan konsep
Ekonomi Kerakyatan ini.
Diceritakan disana tentang perbincangan Bung Hatta di Berlin pada
bulan Juli 1922 dengan Tan Malaka, yang tampaknya memberi inspirasi
pada Bung Hatta, yang membuat beliau melakukan pengkajian secara
mendalam dengan mengunjungi Denmark, Swedia, dan Norwegia.
Pada tahun 1932 beliau membuat pamflet membahas demokrasi ekonomi untu
PNI Baru, dan kemudian berujung pada masuknya sistim ini di Pasal 33
UUD 45.
Bagi yang ingin mencermatinya silahkan klik link ini
http://kadaikopi.carpediem123.com/?p=1999
Saat ini sekurangnya 2 Capres menggotong "Ekonomi Kerakyatan" sebagai
tema utama kampanyenya. Satu orang lagi dituduh lawannya sebagai
penganut Neo Liberal. Tapi yang bersangkutan membantahnya, dan
menyatakan bahwa sistim ekonomi mereka juga pro rakyat.
Kita patut bersyukur kehadirat Allah SWT bahwa ternyata pemikiran Bung
Hatta masih relevan untuk masa kini dan untuk negara tercinta ini.
Semogalah generasi Minang masa kini menyadari bahwa sebenarnya ada
benang merah yang menghubungkan bapak-bapak bangsa berdarah Minang
masa lalu itu dengan masa kini jika kita bisa mencermatinya. Dengan
kesadaran ini semogalah   akan lahir sejumlah "Revrisond Baswir"
lainnya, dibentuknya pula Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan di Perguruan
Tinggi di Sumbar, dan tumbuh suburnya koperasi-koperasi yang
berkualitas di negeri kelahiran tokoh besar berwatak yang bernama
Hatta ini.
Bagaimana dengan Pilpres ? Ini akan mengalir seperti air dan prosesnya
akan selesai akhir tahun ini. Tapi perjuangan mengembangkan cita-cita
para bapak bangsa kita akan terus berlangsung sampai tercapainya cita-
cita idiel bangsa ini.

Wassalam,

Epy Buchari (66-L)
Ciputat Timur


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke