eramuslim.com
PKS, Jilbab, dan Kekuasaan
Senin, 01/06/2009 10:20 WIB
Bayanat
DPP PKS tentang pilpres yang dikeluarkan tanggal 25 Mei 2009, yang
lalu, antara lain, tertera lima butir pokok, bahwa ‘Terkait dengan
pribadi Boediono, beliau adalah muslim, dan tidak berpandangan
neo-liberal (Neolib).
http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7424
Kemudian, atas keputusan Majelis Syuro PKS ke XI, dan tercapainya
kesepakatan dengan Presiden SBY dan Partai Demokrat, maka diwajibkan
(fardu ‘ain) kepada seluruh kader memperjuangkan pasangan SBY-Boediono
untuk kemaslahatan (masholih) dakwah, umat, bangsa dan negara’.
Namun, dalam kesempatan lainnya, capres SBY meminta tim suksesnya
agar tidak kampanye politik simbol dan SARA. Pernyataan SBY itu
disampaikan didepan 2.500 tim suksesnya di Arena Pekan Raya Jakarta
(PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2009). “Akan tak baik
demokrasi kita, kalau diajukan politik simbol, politik SARA”, ucap SBY.
Pernyataan SBY ini, sebagai akibat polemik dikalangan masyarakat luas,
tentang perbandingan istri JK-Win, yaitu Ny. Mufidah dan Ny.Uga, yang
keduanya menggunakan jilbab (kerudung), dibandingkan dengan istri
SBY-Boediono, yaitu Ny.Kristiani dan Ny.Herawati, yang keduanya tidak
menggunakan jilbab.
Lebih lanjut, Presiden SBY, menambahkan ‘Kalau kampanye itu hanya
menjual simbol atau SARA, justru merugikan diri sendiri. Malah,
penggunaan politik simbol dan SARA membuat konflik yang seharusnya
tidak perlu. Idoelogi nasional sudah jelas, yaitu Pancasila dan
UUD’45’. Selanjutnya, SBY menegaskan, “Jelas bahwa Pancasila sebagai
ideologi. Kalau kembali konflik, jelas kita akan mundur kembali”,
tegasnya. (Republika, 31/5/2009).
Di bagian lain, Presiden PKS, Ir. Tifatul Sembiring, mengatakan,
‘Sebagian kader PKS beralih pilihannya kepada JK-Win, lantaran melihat
Mufidah Kalla dan Uga Wiranto berjilbab. Kedua istri JK-Win itu lebih
Islami dibandingkan dengan Ani Yudhono dan Herawati Boediono yang tidak
menggunakan jilbab. Hal senada, juga dikemukakan, Wakil Ketua Fraksi
PKS, menyatakan, ‘Ya, elektabilitas suara JK-Win terus meroket. Salah
satunya berkat pesona jilbab ‘loro’ (dua) dari Mufidah Kalla dan Uga
Wiranto. Lebih lanjut, Zul menambahkannya, ‘Sebagian kader PKS kepincut
JK-Win,karena pesona jilbab muslimah dua ibu calon RI-3 dan RI-4 itu,
tambahnya.
Sementara itu, JK merasa gembira, karena dia kaget menerima hasil
survei dua surat kabar nasional yang menunjukkan dukungan kepadanya
mencapai 50 persen, bahkan bukan hanya survei media massa nasional,
tapi juga survei internal PKS, yang menunjukkan tingkat dukungan
kepada JK-Win terus naik, sementara itu, dukungan terhadap SBY-Boediono
menurun.
Namun, faktanya, soal jilbab ini, secara tegas dari Partai Demokrat,
Ahmad Mubarok, menolak. “Keberagamaan itu sifatnya bathiniah, jadi
kalau sekarang pakai jilbab hanya untuk kampanye, itu malah menunjukkan
ketidak ikhlasannya”, ucap Mubarok. Ditambahnya, “Biarkan beliau
memutuskan sendiri, apakah akan memakai jilbab atau tidak. Jangan
memakai jilbab itu,karena menurut keinginan orang. Kesannya jadi
pura-pura, jadi biarkan saja begitu”, tambah Mubarok. Akhirnya, lagi,
Presiden PKS, Ir.Tifatul Sembiring, memberikan komentar lebih keras
dari Mubarok, 'Apa kalau istrinya berjilbab masalah ekonomi selesai?
Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik', tukas Tifatul. (Tempo,
7/6/2009)
JK yang istrinya Mufidah menggunakan jilbab, menolak dikaitkan
dengan isu SARA, dan ia mengecam dan mempertanyakan tudingan politisasi
agama. Memang, sejak sebelum pilpres pun, istri JK-Win sudah
menggunakan jilbab. Jadi, tidak ada kaitannya dengan politisasi agama.
Dalam kesempatan lain, JK menanggapi pernyataan Anas Urbaningrum,
yang menyatakan, agar tidak ada politisasi agama dalam kampanye
pilpres. “Berarti, ada fihak yang meminta istri saya dan istri Pak
Wiranto agar membuka jilbab. Kalau memang ada yang mau begitu, bilang
saja. Itu harus dicurigai, mau apa”, kecam JK. Lebih lanjut, “Masak
istri saya dan Pak Wiranto dibilang salah mengenakan jilbab”, tambah
JK, disertai nada yang tinggi.
Menanggapi polemik sekitar masalah jilbab yang sekarang ini
berkembang luas itu, dan adanya sebagian kader PKS, yang condong
memilih pasangan JK-Win, kemudian Dr. Idris Abdul Shomad, anggota DSP
(Dewan Syariah Pusat) PKS, memberikan pandangannya yang disampaikan
melalui pesan singkatnya (SMS), mengatakan, ‘Hisab individu itu di
akhirat berdasarkan komitment dan tanggungjawab di dunia, jika dia
komitment dengan PKS mesti ikut sebagai bentuk tanggungjawabnya
dihadapan Allah, atau dia melepas dengan PKS, sebelum pilpres. Islam
itu tidak hanya diukur dengan jilbab yang bersifat pribadi, tapi
masholih mursalah bagi dakwah yang harus dikedepankan’, ujar Dr. Idris.
Isi dari SMS ini mirip atau merujuk pada tulisan taujih syar'i di website DPP
PKS.
http://pk-sejahtera.org/v2/?op=isi&id=7427
Terlepas dari berbagai polemik yang sekarang berkembang dikalangan
masyarakat luas, soal jilbab ini, maka perlu dipahami perintah Allah
Ta’ala di dalam al-Qur’anul Karim :
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka
menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (jilbab) ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra
mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka,
atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama
Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mreka miliki, atau para pelayan
tua, yang tidak memiliki keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak
yang belum mengerti aurat perempuan. Dan, janganlah mereka
menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan, bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang beriman,
supaya kamu beruntung”. (An-Nur : 31).
****
Demikianlah para pembaca. Kami sajikan rubrik dialog baru, dan
semoga bermanfaat dan membuka wawasan. Kami mengucapkan banyak terima
kasih atas perhatian, dan tanggapannya di rubrik sebelumnya. Dengan
demikian rubrik sebelumnya kami tutup. Redaksi.
PUARMAN - (L41-Bekasi)
Telp : (021) 9232 4141 Mobile : 0856 8809 666
YM : puarman
e-mail : [email protected] www.puarman.blogspot.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---