Kalau boleh berpendapat, sepertinya Isu ini memang sengaja diangkat jadi komoditas politik yang tidak rasional lagi, alasan saya adalah: 1) SBY-JK sudah sejak 5 tahun lalu memerintah, selama masa itu tidak pernah ada yang protes atau mempermasalahkan istri-istri beliau tentang hal Jilbab ini, 2) Neoliberalisme, padahal Budiono sejak dulu dipercaya sebagai ahli ekonomi yang menjabat berbagai posisi penting di bidangnya termasuk posisi Gubernur BI yang diseleksi ketat oleh DPR dan menunjukan prestasi yang tiada cacat dari pemberitaan yang selama ini saya dengar
Saya jadi heran, kenapa tiba-tiba umat islam logikanya dibelokan (dibikin akut) dengan isu seperti ini?. Sudah saatnya umat islam berfikir bebas berdasarkan ilmu agama yang baik dan logika yang sehat. Wassalam, 2009/6/2 Puarman <[email protected]> > > eramuslim.com > > PKS, Jilbab, dan KekuasaanSenin, 01/06/2009 10:20 WIB > > Bayanat DPP PKS tentang pilpres yang dikeluarkan tanggal 25 Mei 2009, yang > lalu, antara lain, tertera lima butir pokok, bahwa ‘Terkait dengan pribadi > Boediono, beliau adalah muslim, dan tidak berpandangan neo-liberal (Neolib). > > http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7424 > > Kemudian, atas keputusan Majelis Syuro PKS ke XI, dan tercapainya > kesepakatan dengan Presiden SBY dan Partai Demokrat, maka diwajibkan (fardu > ‘ain) kepada seluruh kader memperjuangkan pasangan SBY-Boediono untuk > kemaslahatan (masholih) dakwah, umat, bangsa dan negara’. > > Namun, dalam kesempatan lainnya, capres SBY meminta tim suksesnya agar > tidak kampanye politik simbol dan SARA. Pernyataan SBY itu disampaikan > didepan 2.500 tim suksesnya di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, > Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2009). “Akan tak baik demokrasi kita, kalau > diajukan politik simbol, politik SARA”, ucap SBY. Pernyataan SBY ini, > sebagai akibat polemik dikalangan masyarakat luas, tentang perbandingan > istri JK-Win, yaitu Ny. Mufidah dan Ny.Uga, yang keduanya menggunakan jilbab > (kerudung), dibandingkan dengan istri SBY-Boediono, yaitu Ny.Kristiani dan > Ny.Herawati, yang keduanya tidak menggunakan jilbab. > > Lebih lanjut, Presiden SBY, menambahkan ‘Kalau kampanye itu hanya menjual > simbol atau SARA, justru merugikan diri sendiri. Malah, penggunaan politik > simbol dan SARA membuat konflik yang seharusnya tidak perlu. Idoelogi > nasional sudah jelas, yaitu Pancasila dan UUD’45’. Selanjutnya, SBY > menegaskan, “Jelas bahwa Pancasila sebagai ideologi. Kalau kembali konflik, > jelas kita akan mundur kembali”, tegasnya. (Republika, 31/5/2009). > > Di bagian lain, Presiden PKS, Ir. Tifatul Sembiring, mengatakan, ‘Sebagian > kader PKS beralih pilihannya kepada JK-Win, lantaran melihat Mufidah Kalla > dan Uga Wiranto berjilbab. Kedua istri JK-Win itu lebih Islami dibandingkan > dengan Ani Yudhono dan Herawati Boediono yang tidak menggunakan jilbab. Hal > senada, juga dikemukakan, Wakil Ketua Fraksi PKS, menyatakan, ‘Ya, > elektabilitas suara JK-Win terus meroket. Salah satunya berkat pesona jilbab > ‘loro’ (dua) dari Mufidah Kalla dan Uga Wiranto. Lebih lanjut, Zul > menambahkannya, ‘Sebagian kader PKS kepincut JK-Win,karena pesona jilbab > muslimah dua ibu calon RI-3 dan RI-4 itu, tambahnya. > > Sementara itu, JK merasa gembira, karena dia kaget menerima hasil survei > dua surat kabar nasional yang menunjukkan dukungan kepadanya mencapai 50 > persen, bahkan bukan hanya survei media massa nasional, tapi juga survei > internal PKS, yang menunjukkan tingkat dukungan kepada JK-Win terus naik, > sementara itu, dukungan terhadap SBY-Boediono menurun. > > Namun, faktanya, soal jilbab ini, secara tegas dari Partai Demokrat, Ahmad > Mubarok, menolak. “Keberagamaan itu sifatnya bathiniah, jadi kalau sekarang > pakai jilbab hanya untuk kampanye, itu malah menunjukkan ketidak > ikhlasannya”, ucap Mubarok. Ditambahnya, “Biarkan beliau memutuskan sendiri, > apakah akan memakai jilbab atau tidak. Jangan memakai jilbab itu,karena > menurut keinginan orang. Kesannya jadi pura-pura, jadi biarkan saja begitu”, > tambah Mubarok. Akhirnya, lagi, Presiden PKS, Ir.Tifatul Sembiring, > memberikan komentar lebih keras dari Mubarok, 'Apa kalau istrinya berjilbab > masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik', tukas > Tifatul. (Tempo, 7/6/2009) > > JK yang istrinya Mufidah menggunakan jilbab, menolak dikaitkan dengan isu > SARA, dan ia mengecam dan mempertanyakan tudingan politisasi agama. Memang, > sejak sebelum pilpres pun, istri JK-Win sudah menggunakan jilbab. Jadi, > tidak ada kaitannya dengan politisasi agama. > > Dalam kesempatan lain, JK menanggapi pernyataan Anas Urbaningrum, yang > menyatakan, agar tidak ada politisasi agama dalam kampanye pilpres. > “Berarti, ada fihak yang meminta istri saya dan istri Pak Wiranto agar > membuka jilbab. Kalau memang ada yang mau begitu, bilang saja. Itu harus > dicurigai, mau apa”, kecam JK. Lebih lanjut, “Masak istri saya dan Pak > Wiranto dibilang salah mengenakan jilbab”, tambah JK, disertai nada yang > tinggi. > > Menanggapi polemik sekitar masalah jilbab yang sekarang ini berkembang luas > itu, dan adanya sebagian kader PKS, yang condong memilih pasangan JK-Win, > kemudian Dr. Idris Abdul Shomad, anggota DSP (Dewan Syariah Pusat) PKS, > memberikan pandangannya yang disampaikan melalui pesan singkatnya (SMS), > mengatakan, ‘Hisab individu itu di akhirat berdasarkan komitment dan > tanggungjawab di dunia, jika dia komitment dengan PKS mesti ikut sebagai > bentuk tanggungjawabnya dihadapan Allah, atau dia melepas dengan PKS, > sebelum pilpres. Islam itu tidak hanya diukur dengan jilbab yang bersifat > pribadi, tapi masholih mursalah bagi dakwah yang harus dikedepankan’, ujar > Dr. Idris. > > Isi dari SMS ini mirip atau merujuk pada tulisan taujih syar'i di website > DPP PKS. > > http://pk-sejahtera.org/v2/?op=isi&id=7427 > > Terlepas dari berbagai polemik yang sekarang berkembang dikalangan > masyarakat luas, soal jilbab ini, maka perlu dipahami perintah Allah Ta’ala > di dalam al-Qur’anul Karim : > > *"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga > pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan > perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka > menutupkan kain kerudung (jilbab) ke dadanya, dan janganlah menampakkan > perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau > ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, > atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, > atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mreka > miliki, atau para pelayan tua, yang tidak memiliki keinginan (terhadap > perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti aurat perempuan. Dan, > janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka > sembunyikan. Dan, bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang > beriman, supaya kamu beruntung”.* (An-Nur : 31). > > **** > > Demikianlah para pembaca. Kami sajikan rubrik dialog baru, dan semoga > bermanfaat dan membuka wawasan. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas > perhatian, dan tanggapannya di rubrik sebelumnya. Dengan demikian rubrik > sebelumnya kami tutup. Redaksi. > > > PUARMAN - (L41-Bekasi) > Telp : (021) 9232 4141 Mobile : 0856 8809 666 > YM : puarman > e-mail : [email protected] > www.puarman.blogspot.com > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
