Temans, Sebagai pembanding dan penyeimbang, saya juga punya video wawancara emil salim di QTV ada 7 episode, agar kita bisa mendapat keterangan dari sisi lain tentang MAFIA BERKELEY ini supaya tidak menjadi fitnah. Dalam Islam fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
Sudah saatnya umat islam berfikir bebas berdasar agama yang baik dan logika yang sehat. wassalam, Rajoalam http://www.youtube.com/watch?v=GWyqubwuOvM&feature=PlayList&p=36B8F6A2B3A1F8C0&index=0&playnext=1 2009/6/2 Puarman <[email protected]> > Mafia Berkeley: Pengkhianat! > > *Pengantar Redaksi:* > > Mafia Berkeley dianggap sebagai ’otak’ atas segala carut-marut ekonomi di > Indonesia. Terjualnya sebagian besar aset strategis bangsa ini, semakin > membengkaknya nilai utang negara dan yang lainnya adalah keberhasilan > ’agenda’ mereka. Negara akhirnya ’tergadai’ oleh kapitalis asing. Negara ini > pun ’dihisap’ habis kekayaannya. Ujungnya, rakyat semakin hari semakin > sengsara. > > Apa sebenarnya Mafia Berkeley itu? Siapa saja yang termasuk di dalamnya? > Bagaimana operasi mereka sebagai ’komprador’ asing yang setia menjual > aset-aset negara? Bagaimana pola rekruitmen mereka? Yang terpenting, mengapa > mereka hingga saat ini ’tidak tersentuh’? > > Untuk menjawab itu semua, wartawan kami, Gus Uwik, mewawancarai Kusfiardi > (Mantan Koordinator Koalisi Anti Utang/KAU). Berikut petikan wawancaranya. > > *Sebenarnya, apa *Mafia Berkeley* itu?* > > Mafia Berkeley adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB), namun memiliki sistem > regenerasi yang mapan. Generasi awalnya adalah Prof. Widjojo Nitisastro, Ali > Wardhana, Emil Salim, Soebroto, Moh. Sadli, JB Soemarlin, Adrianus Mooy, dan > masih sangat banyak lagi. Yang sekarang dominan adalah Sri Mulyani, Moh. > Ikhsan, Chatib Basri, dan masih banyak lagi. Mereka tersebar pada seluruh > departemen dan menduduki jabatan eselon I dan II, sampai kepala biro. > > Ciri kelompok itu ialah masuk ke dalam kabinet tanpa peduli siapa > presidennya. Mereka mendesakkan diri dengan bantuan kekuatan agresor. Kalau > kita ingat, sejak akhir era Orde Lama, Emil Salim sudah menjadi anggota > penting dari KOTOE dan Widjojo Nitisastro sudah menjadi sekretaris Perdana > Menteri Djuanda. Widjojo akhirnya menjabat ketua Bappenas dan bermarkas di > sana. > > Setelah itu, presiden berganti beberapa kali. Yang “kecolongan” tidak masuk > ke dalam kabinet adalah ketika Gus Dur menjadi presiden. Namun, begitu > mereka mengetahui, mereka tidak terima. Mereka mendesak supaya Gus Dur > membentuk Dewan Ekonomi Nasional. Seperti kita ketahui, ketuanya adalah Emil > Salim dan sekretarisnya Sri Mulyani. Mereka berhasil mempengaruhi atau > “memaksa” Gus Dur; mereka diperbolehkan hadir dalam setiap rapat koordinasi > bidang ekuin. Tidak puas dengan itu, mereka berhasil membentuk Tim Asistensi > pada Menko Ekuin yang terdiri atas dua orang saja, yaitu Widjojo Nitisastro > dan Sri Mulyani. Dipaksakan bahwa mereka harus ikut mendampingi Menko Ekuin > dan menteri keuangan dalam perundingan Paris Club pada 12 April 2000, > walaupun mereka sama sekali di luar struktur dan sama sekali tidak > dibutuhkan. Mereka membentuk opini publik bahwa ekonomi akan porak-poranda > di bawah kendali tim ekonomi yang ada. Padahal kinerja tim ekonomi di tahun > 2000 tidak jelek kalau kita pelajari statistiknya sekarang. > > Yang mengejutkan, Presiden Megawati mengangkat Boediono sebagai menteri > keuangan dan Dorodjatun sebagai Menko Perekonomian. Aliran pikir dan sikap > Laksamana Sukardi sangat jelas sama dengan Berkeley Mafia. > > Presiden SBY sudah mengetahui semuanya dan tetap saja memasukkan > tokoh-tokoh Berkeley Mafia seperti Boediono, Sri Mulyani, Purnomo > Yusgiantoro, dan Mari Pangestu ke dalam kabinet pemerintahannya. > > *Mengapa disebut sebagai ’mafia’? Apakah memang membahayakan’?* > > Sebutan *mafia* bagi Mafia Berkeley, selain karena mereka adalah > sekelompok ekonom yang dirancang untuk mendukung hegemoni Amerika Serikat > (AS) dan merusak ekonomi Indonesia, juga mendapatkan dukungan penuh dari > lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank untuk selalu > mendapatkan kekuasaan di Pemerintahan Indonesia di bidang ekonomi. > > Kelompok ini sangat berbahaya karena Mafia Berkeley memang dirancang secara > sistematis untuk mengontrol ekonomi Indonesia. Kebijakan ekonomi yang > diambil berisi empat strategi utama, yakni: kebijakan anggaran yang ketat > dan penghapusan subsidi, meliberalisasi keuangan, meliberalisasi industri > dan perdangangana serta melakukan privatisasi. Kebijakan yang mereka > jalankan tersebut merupakan hasil rumusan dari IMF, Bank Dunia dan USAID. > > *Bagaimana awal masuknya Mafia Berkeley di Indonesia?* > > Kelompok mafia tersebut telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan > luar Indonesia selama sepuluh tahun sebelum berkuasa (1956-1966) sebagai > bagian dari strategi Perang Dingin menghadapi kekuatan progresif dan > revolusioner di kawasan Asia. > > Kelompok yang dikenal dengan Mafia Berkeley ini kebanyakan dari generasi > pertamanya lulusan Program Khusus di Universitas Berkeley, California. > Universitas Berkeley sendiri merupakan salah satu universitas terkemuka di > Amerika. Para mahasiswanya terkenal progresif dan mayoritas anti Perang > Vietnam. > > Namun, program untuk Mafia Berkeley dirancang khusus untuk orang Indonesia > yang dipersiapkan untuk di kemudian hari menjadi bagian dari hegemoni global > Amerika. Disebut mafia, mengambil idea dari organisasi kejahatan > terorganisasi di Amerika, karena mereka secara sistematis dan terorganisasi > menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia. > > *Atas dasar kepentingan apa mereka ‘ditanam’ di Indonesia? * > > Selain sebagai bagian dari agen hegemoni global Amerika, Mafia Berkeley > sekaligus berfungsi sebagai alat untuk memonitor kebijakan ekonomi Indonesia > agar sejalan dan searah dengan kebijakan umum ekonomi yang digariskan oleh > Washington. Garis kebijakannya adalah Washington Konsensus yang terdiri > dari: kebijakan anggaran yang ketat, penghapusan subsidi, liberalisasi > keuangan, liberalisasi industri dan perdagangan, serta privatisasi. > > *Bagaimana posisi Mafia Berkeley dalam Pemerintah? * > > Dalam pemerintahan, Mafia Berkeley selalu menargetkan untuk menguasai > jabatan di bidang ekonomi dan sumber daya. Jabatan tersebut bisa sebagai > menteri, staf ahli maupun posisi lainnya yang langsung berhubungan dalam > perumusan kebijakan ekonomi politik. Posisi tersebut sangat strategis. > > Menteri Keuangan, misalnya. Selain sebagai penentu kebijakan keuangan > negara, sekaligus sebagai bendahara negara. Artinya, tidak satu peser pun > uang negara bisa keluar tanpa persetujuan Menteri Keuangan. > > *Bagaimana kebijakan-kebijakannya saat ini terhadap pembangunan ekonomi > Indonesia? * > > Selama 40 tahun lebih berkuasa, kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh > Mafia Berkeley dalam pemerintahan tidak pernah memberikan perubahan bagi > kesejahteraan rakyat. Namun, hingga saat ini, Mafia Berkeley masih bercokol > di sektor-sektor vital, seperti di Departemen Keuangan, Departemen > Perdagangan, Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral, Bank Indonesia, dan > departemen lain yang berkaitan dengan sektor ekonomi strategis lainnya. > > Kebijakan yang mereka ambil memang tidak pernah mempertimbangkan aspek > kesejahteraan rakyat Indonesia. Mereka lebih memprioritaskan untuk > melaksanakan perintah dari IMF dan Bank Dunia. > > Berbagai kebijakan ekonomi yang dikeluarkan justru menghambat kemajuan > ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia. > > *Bisa disebutkan contoh-contoh kebijakannya? * > > Utang luar negeri, liberalisasi perdagangan dan keuangan, pencabutan > berbagai macam subsidi (termasuk subsidi BBM) dan privatisasi yang > menyerahkan aset milik negara pada pihak swasta maupun pemerintah asing. > > *Apakah Mafia Berkeley berdiri sendiri atau ada dukungan dari pihak luar > (asing)?* > > Mafia Berkeley mendapat dukungan penuh dari pemerintahan negara maju, > khususnya Amerika Serikat dan lembaga dan asosiasi ekonomi internasional. > Dukungan tersebut ditunjukkan dengan memberikan citra positif bahkan > penghargaan skala internasional terhadap Mafia Berkeley, walaupun mereka > belum menunjukkan hasil kerja seperti yang digambarkan dalam penghargaan > tersebut. Misalnya, waktu mereka memberikan penghargaan sebagai menteri > keuangan terbaik kepada Sri Mulyani. Kita *kan* tahu, saat itu dia baru > saja menjabat sebagai Menkeu, belum melakukan kerja yang berarti, tapi sudah > dapat penghargaan internasional. > > *Bagaimana hubungan mereka selama ini dengan ‘tuannya’?* > > Mereka akan selalu memberikan kemudahan bagi pergerakan modal asing untuk > menguasai perekonomian Indonesia, termasuk memastikan Indonesia tetap > membayar utang-utang lama dan meneruskan pembuatan utang baru. Dengan > ketergantungan utang ini, Mafia Berkeley bisa tetap berkuasa karena > memungkinkan pihak asing untuk mengontrol perekonomian nasional melalui agen > mereka, yaitu Mafia Berkeley. > > *Bagaimana Mafia Berkeley mempertahankan eksistensinya?* > > Mereka sudah memposisikan diri sebagai budak Kapitalisme dan agen asing. > Mereka akan melayani seluruh kemauan asing yang berkaitan dengan invasi > ekonomi untuk memiskinkan Indonesia. > > *Layaknya sebuah organisasi, mereka akan melakukan ‘kaderisasi’. Bagaimana > pola kaderisasi dan pendanaannya?* > > Kaderisasi dalam Mafia Berkeley telah dipersiapkan secara sistematis oleh > kekuatan luar Indonesia. Program kaderisasi yang terpenting di dalam Mafia > Berkeley adalah melalui pendidikan untuk orang Indonesia yang dipersiapkan > untuk di kemudian hari menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di > Indonesia. > > *Apa yang menyebabkan mereka hingga saat ini masih bisa eksis?* > > Karena mereka mampu melayani dengan baik para majikannya dan rakyat tidak > menaruh perhatian serius pada sepak terjang Mafia Berkeley. Belum ada aksi > protes dalam bentuk massif yang menggugat kejahatan mereka selama ini. > Padahal kekisruhan politik akibat kenaikan BBM yang sekarang terjadi, aktor > utamanya adalah Mafia Berkeley. > > *Lalu bagaimana melawannya hingga mereka semua ‘terusir’ dari negeri kita? > * > > Untuk membersihkan Mafia Berkeley di pemerintahan kita harus memiliki > agenda yang terstruktur dan berjalan simultan. Hal penting yang harus kita > lakukan adalah bagaimana memperkuat opini publik, bahwa penyebab > kesengsaraan rakyat hari ini adalah Mafia Berkeley. Jika rakyat ingin keluar > dari kesengaraan ini maka Mafia Berkeley harus disingkirkan jauh-jauh dari > seluruh aspek kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Mereka layak > disingkirkan, karena mereka adalah agen asing dan pengkhianat. *[]* > > > ** > http://hizbut-tahrir.or.id/2008/07/08/mafia-berkeley-pengkhianat/ > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
