Don't worry my bro,
saya jg tidak suka tuh dengan fiqhnya MAR yang dukung mendukungnya pakai fiqh 
kemungkinan menang yang menurut saya nyeleneh dan tidak menunjukan seorang 
pejuang dan pekerja keras, bagi saya yg jelek tetap jelek, bukan karena MAR 
terus jadi bagus dan dibela.

Jadi yang saya tunjuk itu bisa ke MAR dan bisa juga ke yang lain yang pakai 
jurus milih nyeleneh kayak main judi gitu, klo kemungkinan yang menang tuyul 
apa bakal dipilih juga?

Soal ngarep, he...he...memangnya ada partai atau capres yang tidak mengharapkan 
dukungan, marah2 atau tidak itu kan cara sama halnya dengan yang memakai cara 
"biru bisa, hijau bisa" yang penting bisa dapat suara atau ancam-mengancam - 
ini marah2 juga ga ya? - keluar biar dapat porsi gedean, iya lucu juga ya 
apalagi melihat sebuah acara talk show di Metro tv yang menghadirkan politisi 
mudo Jeffry Geovanni jo Annis Matta, cadiak dan lamak melihat gaya politisi 
mudo urang awak ko basile lidah, santai tapi nonjok.


wassalam,
harman




________________________________
From: Ronald P Putra <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 3, 2009 9:39:06 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: Perkataan tifatul tentang jilbab


hmmmm, komentar-komentar yang menarik.... 
sayang kurang tepat sasaran dan dramatisasi
yang berlebihan .... 

Menjadikan isu ttg jilbab menjadi isu
sholat, adalah hiperbola yg berlebihan, tdk perlu. Apalagi pake astaghfirullah
segala. Kata "jika", dipasangkan dengan apapun akan menjadi bola
liar yg bisa multi tafsir. Mengaitkan 2004 dgn 2009 juga tdk relevan. Pd
2004, ada pihak yg sangat ngarep didukung dan pake marah-marah .... (kalo
dipikir lucu juga...)  sedangkan 2009, MAR sendiri yg mengatakan bahwa
dukung SBY krn salah satunya memiliki kemungkinan menangnya paling besar.
 Jadi siapa menunjuk siapa disini ? 

wassalam, 
Ronald P Putra 





[email protected]  
Sent by: [email protected] 
06/03/2009 09:08 AM 
Please respond to
[email protected] 
 To [email protected]  
cc 
 
Subject [...@ntau-net] Re: Perkataan tifatul tentang
jilbab 

 
 
 



2004 :
Yang jadi isyu korban jilbab istri capres/cawapres adalah Amien Rais, saat
itu keraguan mendukung MAR jg dikarenakan jilbab istrinya Wiranto lebih
dekat dengan jilbab akhwat PKS dari pada jilbab istri MAR, sehingga puasa
daud-nya MAR pun gugur dikarenakan jilbab istrinya, Wiranto dan keluarganya
bisa menerima dakwah PKS, bedanya dengan dakwah Islam apa ya?

2009 :
Memangnya jika Istri capres/cawapres pakai jilbab persoalan ekonomi, pendidikan
dll bisa selesai --> Dukungan untuk SBY tidak perlu lagi lihat pakaian
istri si capres/cawapres.

Hmmm..sayang ini tidak keluar di 2004, senjata makan tuan.

Yang jadi persamaan di 2004 dan 2009 adalah
mendukung capres yang kemungkinan Menangnya Paling Besar, yang lain2
itu cuma bumbu.

pelajaran buat kita semua, supaya tidak seenaknya membawa - bawa hukum
atau simbol2 agama hanya untuk kepentingan yang lebih sempit - apalagi
untuk sekedar menyerang lawan politik - kalau ternyata kita sendiri tidak
bisa menjalankannya, hari ini haram tapi besok bisa halal besok bisa mubah
besoknya lagi bisa makruh tergantung mana yang lebih menguntungkan -->
hukum disesuaikan dengan kepentingan :-(


wassalam,
harman St. Idris

-----Original Message-----
From: [email protected][mailto:[email protected]] 
On Behalf Of [email protected]
Sent: Tuesday, June 02, 2009 11:27 PM

Dear Dunsanak,

Kurang lebih 2hari ambo timbang2 postingan iko.antah ado relevansinyo dengan
minang atau tidak tapi anggaplah iko kegelisahan ambo sebagai orang Minang.

Ketila isu jilbab ini naik kepermukaan ada reaksi keras dalam perkataan
Presiden PKS Tifatul sembiring seperti ini "apa kalau istrinya berjilbab
masalah ekonomi,pendidikan,kesehatan maka masalah akan selesai atau jadi
lebih baik?".

Lamo ambo patuik patuik, jadi terpikir diambo apakah jika isu sholat
terangkat maka perkataannya jadi seperti ini "apakah kalau capresnya
sholat
maka masalah ekonomi,pendidikan dan kesehatan jadi selesai atau lebih baik?

Astagfirullah Astagfirullah, bukan kah jilbab adalah perintah agama dalam
alquraan?

Semoga ini cuma ungkapan emosi sesaat.saya membaca ini dimedia islam dan
tempo.

Salam hormat
Ronal chandra






---

This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you 
are not the intended recipient (or have received this e-mail in error) 
please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any 
unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this 
e-mail is strictly forbidden.


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke