Waalaikumsallam Wr Wb

Pak Nizhamul yang budiman dan salam kenal dari saya serta Dunsanak
Palanta RN yang Mulia

Terima kasih analisis dari Bapak, paling tidak membuka wawasan saya
lebih beragam lagi dari berbagai analisis dunsanak yang lain, terlepas
dari pro dan kontra atau memang ada kecendrungan sedikit banyak
terhadap pilihan kita (jika tidak golput) saya pikir seandainya
kecendrungan Bapak pada salah satu Capres itu syah-syah saja di picu
atau didukung dengan berbagai alasan dan analisis dalam melihat ketiga
capres.Mungkin hampir sama dengan saya ya jelas sekali saya penya
kecendrungan sementara sebelum menentukan pilihan pada hari H ya
kecendrungan saya jika tidak JK ya SBY, biar tidak meragukan saya
balik jika tidak SBY ya JK.

Saya melihat seorang pemimpin itu ya harus cerdas, berwawasan,
intelektual, bisa berkomunikasi dengan baik dalam menyampaikan sesuatu
terlepas dia dikritik atau dihujat maka jawabannya lebih tenang,
jikapun emosi lebih disampaikan dengan bahasa-bahasa tersirat yang
halus yang kadang2 terasa "menyindir", tapi tetap dalam penyampaian
baik bahasa verbal maupun bahasa tubuhnya selalu nyaman orang meilhat,
malah membuat senyum, bahkan senyum getir sekalipun. Apalagi ditunjang
dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, sebab ini bahasa buat
seluruh dunia, tentunya pemimpin kita akan bertemu dengan para
presiden2, PM dan Pemimpin lembaga-lembaga tertinggi di dunia seperti
PBB, IMF, MEE dan lain-lain lembaga yang ikut berperan mengatur dunia
ini.

Mungkin kita ditelevisi akan melihat pemimpin kita yang bisa berbahas
"global" ini duduk tenang tanpa ribet pakai "ear phone" mendengarkan
paparan pemimpin lain yang berbahasa Inggris kecuali kalau bahasa
pemimpin negara lain memakai bahasa Nasionalnya, bahasa Mongolia
misalnya. lalu ketika Pemimpin kita ini tampil didepan dalam sidang2
kepala Negara di Dunia juga menyampaikan dalam bahasa Inggris yang
baik, tentunya sedikit banyak akan "menaikan gengsi" pemimpin itu
sendiri dan negara kita, sederhananya jika pemimpin ini tidak bisa
Bahasa Inggris tentu masyarakat dunia berpikir "apa tidak ada pemimpin
di Indonesia yang bisa bahasa Inggris"

Pendapat saya membawa-bawa Bahasa Inggris ini tentu hanya bagian atau
katakan ibarat sebuah mesin hanya Baut-baut kecil saja, bukan itu yang
paling utama, tetap yang paling utama seperti harapan kita semua
bagaimana pemimpin terpilih ini bisa berbuat lebih baik..lebih..baik
terus berusaha lebih baik untuk meningkatkan kesejehteraan masyarakat
disegala sektor.

Jika memang dari ketiga itu tarok lah Baik semua dan Mumpuni jadi
Presiden tetap hanya satu yang terbaik kelak, seperti kata-kata bijak
"Tidak ada dua raja dalam satu kota".

Terakhir jika ketiganya baik, maka bagi saya yang terbaik sementara
jika tidak JK ya SBY, jika tidak SBY ya JK, seandainya berlansung dua
putaran Mega  v  SBY ya menyempit pilihan saya..SBY tentu, jika Mega v
JK tentunya JK, Jika SBY dan JK..ini yang susah, jika masih juga susah
saya menentukan pilihan saya pikir di hari H boleh lah saya "mengurut
buah baju atau bawa-bawa tokek ke TPS" toh siapan yang terpilih
diantara dua itu bagi saya adalah yang terbaik...seperti kata Pak
Saaf..sayang juga seharusnya LANJUTKAN itu ya SBY dan JK satu periode
lagi. Tapi begitulah Politik lagi-lagi seperti kata Pak Saaf "Bola
Liar dan begitu mencair". Tentunya di picu juga dengan hasil Pemilu
Legislatif yang telah berlansung faktanya Demokrat jadi pemenang walau
tidak mutlak-mutlak betul dari dua dibawahnya GOLKAR dan PDI P.
Tentunya dengan kemenangan begitu SBY cukup punya alasan untuk perjaya
diri maju jadi Presiden dan menentukan pilihannya pasangannya tanpa
membawa-bawa dari Partai lain, saya pikir lain cerita misalnya
Demokrat nomor 3 misalnya, jikapun SBY maju maka dia akan mencari
wakilnya dari Partai yang cukup punya suara dalam pemilu legislatif
yang telah berlansung.

Saya juga menaruh respek kepada "grass root" PDI P yang betul2
mempunyai masa Militan, apapun cerita orang tentang Megawati bagi
mereka Megawati harus menjadi Presiden, ya nama besar orang tuanya
tidak bisa dikesampingkan masih banyak terutama di Jawa penganggum dan
pemuja Soekarno. Kita bisa buktikan memang faktor Megawati yang anak
Soekarnolah yang mendongkrak suara PDI-P, bukan Partainya, banyak elit
PDI-P terpecah dan bikin Partai baru seperti Laksamana Sukardi dengan
B Roy Janis, buktinya gagal total dalam Pemilu kemaren. Ini jugalah
yang memaksa para elite partai PDI-P terus mempertahankan Megawati
sebagai ketua Umumnya..Ditingkat ely silahkan saja pecah atau
bersiteru, tapi mereka ditingkat Grass root tidak peduli segala hiruk
pikuk, gonjang ganjing, intrik politik pada elit mereka selagi
Megawati anak Soekarno pemimpin mereka maka mereka akan tetap loyal
tidak pindah ke elite yang menyebrang bikin partai baru.

Semoga yang terbaik yang memimpin negeri ini, dan tidak kalah penting
Pilpres nanti berjalan aman, lancar dan tertib tidak terjadi "chaos"
yang berakibat keadaan darurat dengan memberlakukan jam malam
misalnya, lalu kekuasaan diambil oleh Militer

Terlebih terkurang mohon maaf

Wass-Jepe (44, Pku)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke