Riri jo dunsanak sa palanta, Kalau ado nan punyo akses ka Da Fasli Djalal, ado rancak no ditanyo ka baliau, dek Da Fasli tamasuak pimpinan nan manyusun sistem standardnisasi iko dan beberapa kali baliau muncul di TV untuak sosialisasi.
Wassalam Tan Ameh (50+) ----- Original Message ----- From: Riri Chaidir To: [email protected] Sent: Monday, June 08, 2009 9:46 AM Subject: [...@ntau-net] Re: DPR: Hapus Ujian Nasional Waalaikumsalam wr.wb. Z, PT itu sendiri kan merupakan bagian dari Sistem Pendidikan yang highly controlled oleh petinggi pendidikan toh? Baik SLA maupun PT berada dalam sistem yang sama yang tercermin dalam SATU UU Sistem Pendidikan Nasional yang sama. Mereka dimanaje oleh departemen yang sama (kalaupun Ditjen nya beda, tapi Menteri dan Sekjennya kan sama .). Nah, kalau ada satu sub sistem yang "tidak percaya" dengan sub sistem yang lain, maka yang perlu diragukan itu sistemnya secara keseluruhan donk, setidaknya inter relasi antar sub sistem. Tapi mungkin "tidak mustahak" kalau mempermasalahkan itu, yang lebih gampang adalah, anak2 murid aja disuruh ujian lagi dan ujian lagi . Riri Bekasi, L, 47 ------------------------------------------------------------------------------ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Z Chaniago Sent: Monday, June 08, 2009 9:13 AM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: DPR: Hapus Ujian Nasional Assalamu'alaikum Ww Da Riri....salah satu nan indak picayo ka UAN tingkek SLA adolah perguruan tinggi..... dima PT mambuek sendiri ujian masuak..sarupo SPMB,SIMAK-UI dll..... sebagai standar input... Jadi ? ... kalau sekadar untuak benchmark kualitas pendidikan nasional....kan ndak masalah...., cuma kalau untuak jadi syarat kelulusan .... ambo sapandapek jo Da Riri... Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak Pada 8 Juni 2009 08:10, Riri Chaidir <[email protected]> menulis: Sanak Ridha, kalau para petinggi pendidikan indonesia itu memahami konsep sistem (yang ada di literatur), seharusnya mereka malah berpikir untuk menghapuskan ujian nasional itu. Sistem yang ada sekarang sudah sangat2 mengatur tentang standardisasi input. Semua input nya disatndardisasi, mulai dari fasilitas sekolah, literatur, kualifikasi guru, manajemen sekolah, baju seragam, sepatu seragam, jam berangkat, jam pulang .. Praktek yang saya lihat sekarang itu sample sizenya sangat2 besar - 100% dari jumlah murid - yang kemudian "diuji ulang lagi" waktu mereka masuk ke tingkatan pendidikan yang lebih tinggi. Itu dari segi jumlah peserta yang harus diuji, dalam hal mata pelajaran apalagi, kabarnya (maaf, saya tidak punya data tentang ini), jumlah mata pelajaran yang di UAN kan semakin banyak . Riri Bekasi, L, 46 (l. 1400 H/1980 M) -- Z Chaniago - Palai Rinuak Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan Adat menjadi rasional . --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
