telalu jauh begesernya kebijakan politik urang sumatra barat, kasihan rakyat 
pekerjaan masih banyak nan hrs di kerjakan...
 
salam 
zamzamir Chaniago
42 th jkt

--- Pada Sen, 8/6/09, Muzirman -- <[email protected]> menulis:


Dari: Muzirman -- <[email protected]>
Topik: [...@ntau-net] JK-WIN LARANG KEPALA DAERAH JADI TIM SUKSES.
Kepada: [email protected], "rantaunet" <[email protected]>, "MuzIrman 
Irman" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 8 Juni, 2009, 4:32 PM



 aSSwRwb, Saya kutip sbg laporan Republika (jelas di bawah),
"Fahmi menilai masuknya kepala daerah berstatus PNS dalam tim sukses Pilpres 
sebagai melanggar UU.Fahmi berasa kasihan kepada kepala daerah yang memaksakan 
diri masuk dalam tim kampanye agar dilihat Susilo Bambang Yudhoyono, padahal 
Yudhoyono  tidak menyukai orang-orang yang melanggar peraturan."
 
Wah melanggar hukum? kan kami lagi cuti yg boleh dong sbg individu dan hak 
setiap warga negara, ha ha,..
 
Halo sanak2 dan rekan2 , LSM, dll ajukan proposal ke pak Fahmi, utk membawa PNS 
tsb yg berpihak ke satu calon PILpres, kepengadilan,
siap kan juga datanya seandainya mereka mengunakan fasilitas Pmrth. Bhw birorat 
Pmrth adalah netral dalam suatu pemilihan.
Tujuan nya utk memperadilan mereka penjabat tsb adalah uytk memberikan 
pembelajaran politik kpd masyarakat ramai, dusanak awak sekalaian.
Lihat sbg contoh, waktu Gamawan Fauzi ke Bandung, sdh di gembor kan lagi 
cuti... 
Wass. MuzirmanTanjung.
-------------------------------------------------

Pilpres » Partai 




JK-WIN Larang Kepala Daerah Jadi Tim Sukses

By Republika Contributor
Selasa, 09 Juni 2009 pukul 01:12:00 

 
PADANG -- Tim Kampanye Capres-Cawapres Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) tidak 
membenarkan kepala daerah berstatus PNS (gubernur, bupati, walikota atau 
wakilnya) masuk dalam tim kampanye JK-Win."Selama saya menjadi ketua tim 
kampanye JK-Win, saya tidak membenarkan itu. Kasihan mereka, jika suatu saat 
digugat orang bagaimana?" kata Ketua Tim Kampanye Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) 
tingkat nasional, Fahmi Idris di Padang, Senin.

Fahmi menilai masuknya kepala daerah berstatus PNS dalam tim sukses Pilpres 
sebagai melanggar UU.Fahmi berasa kasihan kepada kepala daerah yang memaksakan 
diri masuk dalam tim kampanye agar dilihat Susilo Bambang Yudhoyono, padahal 
Yudhoyono  tidak menyukai orang-orang yang melanggar peraturan.

Ia menyoroti tim kampanye Capres/Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono 
daerah Sumbar yang didalamnya terdapat 17 pejabat negara seperti gubernur, 
bupati, walikota atau wakilnya.Selain itu, sembilan orang Wakil Bupati/Walikota 
di Sumbar juga masuk dalam tim tersebut sebagaimana dibacakan dalam pelantikan 
tim kampanye SBY-Boedino daerah Sumbar di Gedung Pustaka Proklamator RI, Bung 
Hatta di Bukittinggi, Minggu.

Gubernur bersama 15 Bupati/Walikota dan sembilan Wakil Bupati/Walikota itu 
tercatat dalam Dewan Pakar tim kampanye SBY-Boediono Sumbar.Nama para pejabat 
negara itu masuk dalam Surat Keputusan (SK) Tim Kampanye SBY-Boediono Tingkat 
Nasional Nomor : 03/SK/TIMKAMNAS.SBY-BUDIONO/V/2009 tanggal 31 Mei 2009, 
ditanda tangani Ketua Tim, M Hatta Rajasa dan Sekretaris, H Marzuki Alie, SE, 
MM.

Dalam SK itu disebutkan, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menempati jabatan Wakil 
Ketua Dewan Pakar tim kampanye SBY-Boedino Sumbar, sedangkan 15 Bupati/Walikota 
dan sembilan Wakil Bupati/Walikota tercatat sebagai anggota Dewan Pakar.Bupati 
dalam tim ini adalah Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim, Bupati 50 Kota Amri 
Darwis, Bupati Solok Gusmal, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Pesisir Selatan 
Nasrul Abit, Bupati Solok Selatan Syafrizal J, Bupati Sijunjung Darius Apan, 
Bupati Dharmasraya Marlon dan Bupati Pasaman Barat Syahiran.

Kemudian, Walikota Padang Fauzi Bahar, Walikota Sawahlunto Amran Nur, Walikota 
Padang Panjang Suir Syam, Walikota Payakumbuh Yoserizal, Walikota Pariaman 
Mukhlis R dan Walikota Solok Syamsu Rahim.Wakil Bupati (Wabup) masuk dalam tim 
kampanye SBY-Boediono adalah Wakil Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Wabup 50 
Kota Irfendi Arbi, Wabup Pasaman Hamdy Burhan, Wabup Pesisir Selatan Syafrizal, 
Wabup Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Wabup Solok Selatan 
Nurfirmanwansyah

Selanjutnya, Wakil Walikota  Padang Mahyeldi Ansyarullah, Wakil Walikota Padang 
Panjang Edwin, Wakil Walikota Payakumbuh Syamsul Bahri dan Wakil Walikota 
Pariaman Helmi Darlis.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi Jufri tercatat sebagai Ketua Dewan Pengarah 
tim kampanye SBY-Boedino Sumbar. 
Terkait banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah masuk tim kampanye 
SBY-Boedino Sumbar, Koordinator tim kampanye SBY-Boediono tingkat nasional 
untuk wilayah Sumbar, Dasrul Djabar mengatakan, bahwa pejabat negara tersebut 
bersedia bergabung atas kesadaran sendiri.

"Ini kan pemilihan presiden, maka setiap pilihan berdasarkan kesadaran termasuk 
bagi para kepala daerah di Sumbar itu yang dengan kesadaran sendiri masuk tim 
kampanye SBY-Boediono," katanya.Ia menyatakan, tidak ada perintah dari Presiden 
SBY, agar para kepala daerah itu bergabung dalam tim kampanye SBY-Boediono.

Selain itu sejumlah kepala daerah tersebut juga berasal dari partai politik 
yang berkoalisai dengan Partai Demokrat untuk mencalonkan SBY-Boediono pada 
Pemilihan Presiden 2009, tambahnya. ant/kpo





      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke