Dengan Menyebut Nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Subhanallah Pak Muchlis, saya bangga mendengar cerita Bapak. Kuliah atau 
bekerja memang bukan penghalang ASI. Selamat buat putri Bapak dan cucunya, 
semoga menjadi anak-anak yang sholeh yang meng-Agungkan Nama Allah SWT dengan 
kalimat "La Ila Haillallah...."

Alhamdulillah putri Bapak dokter yang baik, benar dan terpuji, karena tidak 
sedikit dokter, bidan, puskesmas  dan rumah sakit yang pro susu formula, bahkan 
mereka bersekutu dengan memajang iklan di puskes dan RS atau memberi sampel 
susu formula kepada bayi. Karena pengetahuan ibu kurang mengenai keajaiban dan 
kehebatan ASI akhirnya tergoda juga memberi susu formula..

Sekali lagi barokallahu Pak...

SAlam hangat dari saya. Seorang ibu rumah tangga biasa penggiat ASI yang 
prihatin terhadap nasib jutaan bayi yang tak mendapatkan hak nya....
 
Untuk Pak Ilyas, itu lah tantangan terberat kini pak. Dengan tangan lemah ini 
ambo mancubo menginggatkan para ibu untuk tidak tergoda terhadap makar yang 
diciptakan para pemilik capital yang mencoba mengganti ASI dengan produk buatan 
mereka.

untu sanak Alang Palabah, good luck, semoga misinya sukses beramal ma'ruf nahi 
munkar, mengkampanyekan kehebatan ASI. semoga dicatat Allah SWT sebagai amal 
ibadah dan meringankan langkah kakinya ke syurga kelak, amin.... 

=================


 "Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan"


Yesi Elsandra, 34 tahun
Ibu 2 anak
Bandung





________________________________
From: Muchlis Hamid <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, July 21, 2009 7:11:52 PM
Subject: [...@ntau-net] Re: Kuliah atau Bekerja Bukan Penghalang ASI


Assalamu 'alaikum,
 
Anak saya drg Mira Fithria ikut membuktikan "Kuliah atau Bekerja Bukan 
Penghalang ASI".
Waktu dia mengikuti pendidikan spesialis SpKG - spesialis konservasi gigi  di 
Universitas Indonesia, ia melahirkan anak laki-laki. Dia jalankan program ASI 
Eklusif 6 bulan, setelah itu bayi diberikan makanan tambahan dan ASI tetap 
diberikan. Sekarang anaknya berumur 10 bulan. Rencananya feeding ASI akan 
dijalankan sampai berumur 2 tahun.
 
Yang repot memang dalam 6 bulan pertama, sebelum berangkat ke kampus sudah 
disediakan ASI. Bahkan waktu pergi seminar ke Hongkong selama 5 hari 
perjalanan, ASI sudah di-stock. Beruntung kakaknya yang dokter gigi juga 
mempunyai bayi 40 hari lebih tua. Waktu itu bayi terpaksa diinapkan di rumah 
kakaknya.
 
Hari ini Mira menjalani ujian kompre dan dinyatakan lulus sebagai SpKG.
 
Yang lebih lagi adalah kakek dan neneknya. Kami bekerjasama menjaga bayi untuk 
mendukung Mira. Pokoknya konsentrasi saja saja kepada program dan selesaikan 
pada waktunya. Alhamdulillah selesai juga, on time.
 
Demikian Pak Abraham Ilyas, Drg.

Wassalam,
 
Muchlis Hamid


> 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke