Selamat untuk Pak Muchlis Hamid yang telah berhasil mendidik putrinya dalam
pendidikan formal di FKG serta pendidikan nonformal dalam pemakaian ASI
eklusif.

Tidak semua tenaga medis/paramedis yang mempraktekkan/menganjurkan
penggunaan ASI ini seperti yang disinyalir kmd Yesi Elsandra :
"......., *itu lah tantangan terberat kini pak. Dengan tangan lemah ini ambo
mancubo menginggatkan para ibu untuk tidak tergoda terhadap makar yang
diciptakan para pemilik capital yang mencoba mengganti ASI dengan produk
buatan mereka*."

Saya setuju hal ini bisa disebut makar terhadap kemanusiaan, bila
mempromosikan ASI agar diganti dengan susu formula.
Apalagi sasaran promosi tersebut kaum ibu (di Indonesia) yang sebagian besar
pengetahuannya masih kurang.

Wassalam

Abraham Ilyas

www.nagari.org

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke