Bukittinggi | Selasa, 28/07/2009 15:35 WIB
Travel Warning, Pengusaha Cafe Gigit Jari Roshanty - Padang Ekspres <http://www.padangekspres.co.id> Travel warning (larangan bepergian) yang sempat gencar disampaikan beberapa negara di Eropa pada warganya agar tidak mengunjungi Indonesia, berdampak langsung pada jumlah tamu mancanegara asal eropa yang berkunjung ke Bukittinggi. Sepinya kunjungan bule ini tak hanya berimbas pada lesunya beberapa kunjungan wisata andalan, tapi juga dikeluhkan para pengusaha cafe yang terletak di sepanjang jalan Ahmad Yani, Kampung Cina Bukittinggi. Ade, 28, contohnya, salah seorang karyawan dan pengelola Cafe Bedudal ini mengatakan, kunjungan tamu mancanegara, khususnya dari Eropa, bisa dihitung dengan jari dalam satu bulannya. "Kalau bulan Juli dan Agust ini termasuk lumayan ramai lah, soalnya kan sedang pick season (musim liburan), ada sekitar 20 orang yang baru datang dari Belanda dan Australia. Kalau hari biasa, wah..paling-paling cuma lima sampai delapan orang saja, "ujarnya. Dalam hari normal, Ade mengatakan, omset penjualan hanya ratusan ribu saja, tapi kalau tamu yang berkunjung agak ramai, dalam satu malam omset bisa membengkak Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. "Umumnya kalau ramai, para tamu ini sering mengadakan party (pesta), disinilah kita baru bisa dapat untuk agak lumayan, karena makanan dan minuman akan laku terjual, "ujar Ade. Sepinya tamu mancanegara yang berkunjung ke Bukittinggi secara langsung berimbas pada geliat bisnis cafe yang ada di seputaran Kampung Cina. Pada tahun 1990 an hingga awal 2000 an dulu, bisnis cafe dikawasan ini maju pesat. Sekarang, tidak banyak yang bertahan, beberapa diantara cafe-cafe yang ada di sepanjang jalan kampung cina, malah ada yang tutup atau pemiliknya mengalihkan ke usaha lain yang lebih menjanjikan. Sementara tujuan wisata andalan yang sebelumnya sempat memiliki nilai jual tinggi dan diminati banyak bule, seperti perjalanan 10 hari ke Pulau Siberut, kini mulai mati suri. "Dulu para guide (pemandu wisata) bisa 2 kali trip berangkat ke pulau Siberut untuk treking, dengan jumlah tamu 8 hingga 12 orang. Sekarang, tamu yang datang setiap harinya ke cafe kami saja tidak sampai sebanyak itu, "ujar Asril, salah seorang pemandu wisata yang kini beralih profesi menjadi wiraswasta. Namun keluhan para pengusaha cafe tersebut sangat berbeda dari data yang diperoleh Padang Ekspres (grup padang-today.com) dari Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Zulfikri. Dalam data tersebut menggambarkan pada 2007 dan 2008, terdapat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bukittinggi. Untuk tahun 2007 saja tercatat sebanyak 8959 tamu eropa dari total 30.428 wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 9855 dari total 33470 tamu yang berkunjung ke Bukittinggi. "Umumnya para bule yang terdata tersebut berasal dari Amerika, Canada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Inggris, Australia, Selandia Baru, Denmark dan Swedia, "ujar Zulfikri. Zulfikri mengatakan, untuk tingkat kunjungan per jumlah negara ke Bukittinggi, tamu dari Eropa memang kalah banyak dari tamu negeri tetangga kita, Malaysia. "Tapi bukannya sepi sekali, "tegasnya.(*) http://www.padang-today.com/?today=news&id=8122 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
