Ungkapan pak ryan,
Travel warning ko bukan dek bom sajo...tapi dek virus flu H1N1...malah pesrta 
dari China dan Singapura membatalkan penyertaan nyo di Lomba Perahu Naga di 
Padang bukan karano Bom...tapi Virus... 
 
ndak satuju wak lo, seakan2 daerah wak yg banyak yg kanai virus tu....padahal 
negara2 tuh yg mamasouan virus tu,,,
 

JAKARTA, BANGKA POS -- Sebanyak 13 penyanyi asal Indonesia yang sedang 
mengikuti festival paduan suara di Korea Selatan masih dikarantina di National 
Hospital, Kyionggi, Korea Selatan. Kendati kondisi kesehatan membaik, mereka 
belum dibolehkan kembali ke Indonesia karena masih menunggu sampai pulih betul, 
dan memastikan tidak adanya kasus baru.

Ati, tour leader Elfa's Secioria mengatakan hanya 10 anggota Elfa yang positif. 
"Kami hanya 10, tidak benar 12 orang. Dan saat ini kami sudah segar, dan siap 
manggung kalu diminta" kata Ati dalam wawancara via telepon internasional, 
Minggu (12/7).

Dalam acara ini, pihak Elfa's telah memberangkatkan 100 personil di ajang yang 
cukup bergengsi tersebut. Rombongan besar tersebut berangkat pada 4 Juli 2009. 
Ajang ini diadakan di empat kota di propinsi Gyeongnam, Korea Selatan pada 6-17 
Juli 2009. Rombongan Elfa's tersebut berhasil menyabet emas untuk kategori 
musik etnik. Secara terisah, Duta Besar Dubes RI untuk Korsel, Damen Nicholas 
mengatakan hingga kemarin, masih ada 13 orang asal Indonesia yang dirawat di 
National Hospital, Kyonggi. "Mereka bukan semuanya penyanyi Elfa, tetapi 
termasuk dari Unhas Makassar, Manado, Vocalista Angles dari Yogya. Sampai 
Minggu ini mereka masih dikarantina," ujar Damen.

Menurut dia, peserta dari Indonesia berjumlah 336 orang orang. Sebanyak 32 
orang telah pulang melalui ke Yogyakarta. "Namun karena mereka satu kelompok, 
ya masih ditahan, sambil menunggu negatif serta siapa tahu ada kasus baru," 
kata Damen.

"Saya bicara dengan onliene dengan mereka, mereka bercanda-bercanda terus. 
Mereka mengatakan, kami tidak sakit pak Dubes, tetapi karena diuruh istirahat, 
ya kami ikuti. Walaupun teman-teman dinyatakan negatif, bisa saja terjadi, 
karena masa inkubasi flu babi 3-7 hari. Itu yang dikhawatirkan, makanya 
dikarantina. Kalau tidak ada muncul kasus baru, maka dapat dinyatakan negatif 
dan dipulangkan," kata Dubes RI untuk Korea Selatan, Damen Nciholas.

Di Jakarta, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, Indonesia 
berstatus kejadian luar biasa (KLB) dalam hal penyebaran penyakit flu babi atau 
virus H1N1. Keputusan itu mengikuti sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang 
menyatakan flu babi KLB karena sifat penyakit pandemik di seluruh dunia. Hingga 
Minggu (12/7), pelbagai di Indonesia sendiri ditemukan 66 kasus flu babi, dan 
13 warga negara Indonesia sedang dikarantina pada satu rumah sakit di Kores 
Selatan karena positif terjangkit virus H1n1.

Dari 66 penderita di Indonesia, hingga saat ini tidak ada korban meninggal. 
Para penderita flu babi itu antara lain 6 orang dirawat di Rumah Sakit Umum 
Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta (14 pasien), 
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (21 pasien), RS Sanglah Denpasar (16 pasien), 
RS Sardjito Yogyakarta (6 pasien), RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (2 
pasien) dan RS Kandou Manado (1 pasien).

Sedangkan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan hingga 6 
Juli 2009, jumlah kasus flu babi atau virus H1N1 di seluruh dunia mencapai 
94.512 kasus dengan korbanh)meninggal 429 orang. Di antara data itu, ditemukan 
4.591 kasus terbaru yang menelan korban jiwa 47 orang.

Walau menetapkan Indonesia berstatus kejadian luar biasa, Menkes Siti Fadila 
Supari meminta masyarakat tetap tenang. "Kami mengharap masyarakat tidak perlu 
panik, walau flu babi kini adalah memang KLB. Untuk kasus KLB ini kami sudah 
beri edaran kepada petugas kesehatan agar siap menangani pasien. Sekali lagi 
masyarakat jangan panik, toh angka kematiannya sangat kecil. Jangan justru 
sampai merugikan dari segi-segi yang lain," ujar Menkes Siti dalam jumpa pers 
di kediamannya di kawasan Kuningan, Jaakarta, Minggu (12/7).

"Walaupun saya tidak mengumumkan KLB secara khusus, Indonesia otomatis KLB 
karena WHO menyatakan pandemic alert sudah sampai level 6. Ini berarti sudah 
KLB seluruh dunia," tandas Siti Fadillah Supari.

"Jadi jangan dibilang saya tidak mengumumkan KLB karena secara otomatis dengan 
pengumuman WHO seluruh dunia KLB," tegas Menkes lagi.(persda network/mun/amb)

***

Flu babi diketahui bermula dari Mexico. Hingga data terakhir WHO, negara di 
benua Amerika itu, flu babi menewaskan 119 orang dari terjangkit 10.262 kasus. 
Walau b demikian, korban meninggal terbanyak ditemukan di Amerika Serikat 170 
orang, dari 33.902 kasus yang ditangani.

Korban tewas terbesar ketiga di dunia adalah Argentina, 60 korban dari 2.485 
pasien. Disusul Kanada, menewaskan 25 orang dari 7/983 penderita.

Indonesia memang sudah dikepung flu babi sebab negara-negara tetangga juga 
terjangkit flu babi. Malaysia menemukan 12 kasus, dan Siangpura 1.055 kasus, 
Kedua negara berhasil memulihkan kesehatan pednerita, sehingga tanpa korban 
meninggal. dan Sedangkan Filipana didapati 1.709 kasus dengan kirban meninggal 
seorang, Thailand 7 korban meninggal dari 2.076 kasus flu babi, dan Australia 
menemukan 5.298 kasus flu burung dengan angka kematian 10 orang. (Persda 
Network/mun/amb)
sumber: Bangka Pos Cetak
 
renny,ancol

--- On Wed, 7/29/09, Ryan Firdaus <[email protected]> wrote:


From: Ryan Firdaus <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Travel Warning, Pengusaha Cafe Gigit Jari
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 29, 2009, 2:34 PM






Assalamualaikum wr.wb...
 
sanak Zorion...antianlah tuu...manyalahan Negara Jiran...
 
ambo manyimak tulisan2 dari sanak nan lain satantang 'Travel warning' ko..cubo 
sanak simak baliak..nan bakurangan tu wisatawan dari eropa..pabilo pulo masonyo 
negara jiran manyibuak2 untuak mempolitisir...cubo sanak baco peringatan dari 
Makngah dri santa Cruzs..di lengkap kan jo video klip pulo sakali..
 
inok-inok-i jo hati nan lapang...bukan dek Dandam Kasumat! sabalum 
manulih...ingek2 juo masih rami dunsanak kito nan barado di negara Jiran, malah 
ado nan alah jadi warga negara gai..tapi mereka masih jati Minang! dan masih 
acok pulang mambaok keluarga masiang2 ka kampuang...
 
Travel warning ko bukan dek bom sajo...tapi dek virus flu H1N1...malah pesrta 
dari China dan Singapura membatalkan penyertaan nyo di Lomba Perahu Naga di 
Padang bukan karano Bom...tapi Virus... 
 
Ambo sabana heran dengan sikap angku Zorion ko...kalau ado masaalh peribadi jo 
negara jiran ko jan jadikan palanta ko jadi tampek malapehkannyo...
 
ambo mohon maaf ka sado sanak palanta RN ko kok ado kato nan kurang adaik 
no...ambo pun bukan mudo sangaik...tapi mungkin dipengaruhi dek darah mudo...
 
wassalam,
ryan L 42 ipoh


 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke