Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Wak basuo malam di aula Bung Hatta tu lah galak manih ananda nampak Ndi, mudah2 
an capek lo anak2 Andi gadang nak capek lo baminantu, ha ha

Tan Ameh
  ----- Original Message ----- 
  From: jupardi andi 
  To: rantaunet rantaunet 
  Sent: Thursday, July 30, 2009 5:36 PM
  Subject: [...@ntau-net] HUT EMAS ITU- Dalam Suka ada (sedikit) Duka by : Jepe



        Assalamualaikum Wr Wb

        Adi Dunsanak Palanta RN uan mulia



        Dalam pulang bertugas yang tertunda saya masih tersangkut di Kota Dumai 
untuk sesuatu urusan, dikamar hotel saya mencoba menulis sebuah kisah dari 
berbagai keeping-keping kemeriahan HUT Emas SMA 1 Landbouw Bukit Tinggi. 
Selamat membaca semoga ada hikmah dibalik kejadian yang saya alami ini 
Wass-Jepe 



        ***



        HUT EMAS ITU 

        Dalam Suka ada (sedikit) Duka

                                                                                
               

        By : Jepe





        Jum’at,  malam Sabtu itu (24 Juli) begitu meriahnya suasana malam 
gembira dipanggung terbuka halaman sekolah SMA 1 Bukit Tinggi dalam menyambut 
peringatan ulang tahun emasnya yang ke 50,  para alumninya bersuka ria 
melepaskan kerinduan satu sama lain, bersenda gurau saling berbagi cerita penuh 
suka,canda dan tawa. Tepuk gemuruh diberikan pada alumni dari Pekanbaru-Riau 
ketika saya yang ikut berpatisipasi pada HUT ini bersama mereka menampilkan 
tari indang, bernyanyi dan berpantun. Dibalik suka tersebut tersimpan sedikit 
kisah duka yang saya alami dan kisah duka itu menimpa putri ketiga saya “my  
nice little girl” Regita Putri Nabila yang berumur 7 Tahun 5 bulan dan duduk 
bangku kelas 2 SDN Pekanbaru 



        Selesai kami menampilkan tari, nyanyi dan pantun tersebut saya duduk di 
bagian depan sayap kiri panggung bersama kakanda Nofrin dan Adinda Adek Kurnia 
Chalik sambil menyaksikan beberapa rangkaian acara dan hiburan yang ditampilkan 
alumni. Uda Nofrin sering beranjak dari kursinya tentunya sebagai “Mat Kodak”  
Ia begitu sibuk mengabadikan setiap momen acara tersebut dengan kamera yang 
digantungkan dilehernya. Sementara anak saya yang akrab dipanggil Regi tak 
kalah sibuknya juga jepret sana sini dengan “Pocket CamDig” yang digenggamnya, 
apapun momen acara tersebut tidak luput dari bidikannya dengan kamera ditangan 
layaknya seorang photographer cilik. Regi mondar mandir disekitar panggung yang 
tingginya lebih kurang 1,5 Meter, kadang-kadang Ia maju terlalu dekat ke bibir 
panggung untuk memotret berbagai acara yang ditampilkan para alumni SMA 1. Da 
Nofrin menyaksikan Regi yang sibuk “tak menentu” potret sana sini didepan 
panggung sempat “nyeletuk” pada saya “Wah..anak Jepe ada bakat tuh jadi 
Photographer” lalu ketika Regi menghampiri saya , Da Nofrin berkata sambil 
mengusap kepala Regi “Nanti bisa seperti Om ya”



        Regi kembali dengan aksinya dibawah panggung dengan kameranya seperti 
biasa jeprat jepret sana sini entah apa yang dijepret yang penting terlihat 
“sibuk” seperti Om Nofrin, tapi tiba-tiba “Ya Allah Ya Tuhanku” Kameramen yang 
lagi bertugas diatas panggung tergelincir dan kehilangan keseimbangan tak pelak 
lagi jatuh bersama kamera yang dipundaknya. Kameramen yang bertubuh tegap ini 
jatuh peris menimpa anak saya Regi tanpa ampun Regi tertindih dan itu saya 
saksikan lansung dengan mata kepala saya bagaimana jatuhnya sang kameramen dari 
panggung dan menimpa anak saya. Semua orang yang menyaksikannya menjerit. Saya, 
Da Nofrin dan Adek Kurnia berlari menemui Regi.



        Regi terjerembat ke tanah sementara kamera ditangannya terpelanting, Ia 
menangis tersedu-sedu sebelum saya peluk telah didirikan Regi oleh orang 
terdekat yang membantunya.



        “Aduhh sayang..apa yang sakit sayang..terkilir tangan dan kakimu Nak” 
rintihan saya ketika Regi berada dipelukan saya. Regi tidak menjawab hanya 
menangis dan menangis sambil kaki dan tangannya kesakitan, lalu saya teliti 
sekujur tubuhnya pada bagian siku dan  pergelangan serta telapak kaki kiri 
kanannya lecet dan mulai mengeluarkan darah sepatunya copot. Regi saya gendong 
dan papah dari depan panggung lalu saya dudukan “Sakit sayang..sakit tangan 
Regi” saya coba membujuknya, Regi hanya bisa menangis dan menangis dalam 
dekapan ibunya yang sedang repot menggendong adiknya Zidane yang tertidur. 
Seorang Ibu baik hati alumni SMA 1 dan salah satu Uni (maaf lupa namanya bagian 
rombongan kami yang tampil membawakan pantun dengan Pak Emi) mencoba membujuk 
Regi dengan mengusap kepalanya serta membersihkan luka-luka dipergelangan  dan 
telapak kakinya dengan tisu). Saya hanya bisa menyaksikan dengan sedih hati, 
perasaan saya galau dan buncah takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada 
tubuhnya. Regi sudah mulai meredakan tangisnya sambil memeluk istri saya yang 
duduk menggendong adiknya sambil menenangkanya. Hati dan perasaan saya sudah 
kacau, patah dan tidak bersemangat lagi menyaksikan rangkaian acara hiburan 
yang masih ditampilkan.



        Akhirnya saya memutuskan untuk pulang balik ke hotel tempat kami 
menginap di kota Bukit Tinggi, Regi dipapah istri saya berjalan sambil  
terpincang-pincang menahan sakit luka dikaki, sementara saya menggendong anak 
bungsu saya yang tertidur ke halaman depan sekolah dimana mobil saya parkir. 
Dikursi belakang mobil Regi saya tidurkan lalu meluncur meninggalkan halaman 
sekolah SMA 1. Disebuah warung yang masih buka dipersimpangan jalan menuju 
jalan utama Bukit Tinggi saya singgah untuk membeli obat luka bermerek 
Betadine. Mobil saya pacu menuju hotel tempat kami bermalam. Sesampai dikamar 
hotel Regi saya baringkan. Ia masih merintih kesakitan lalu saya periksa 
sekujur tubuhnya dan saya tanyakan “ada yang sakit dalam tubuh Regi” 
Alhamdulillah Regi menjawab tidak ada cuma lengan kirinya sedikit sakit mungkin 
terkilir lalu saya coba urut secara perlahan lengannya yang sakit ini kakinya 
saya selonjorkan. 



        Luka lecet dipergelangan dan tapak kakinya saya bersihkan dengan kapas 
kosmetik ibunya yang telah saya basahi dengan air hangat lalu saya oleskan 
betadine pada bagian yang luka. Regi sudah mulai kelihatan nyaman karena 
kelelahan dan capek secara”psikologis” mengingat kejadian tersebut akhirnya Ia 
tertidur pulas. Saya lalu mengambil wuduk dan menunaikan shalat Isya, diakhir 
sholat saya berdoa dengan khusuk



         “Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau mudahkan dan 
tidak ada yang sulit jika Engkau menghendakinya kemudahan..Ya Allah engkau maha 
segalanya lindungilah dan berikanlah kemudahan itu pada kami,pada anak kami 
yang tertimpa musibah yang tidak pernah kami bayangkan, Ya Allah ampuni dosa 
kami jika memang kami lalai dalam menjaga titipanMu…Ya Allah jika besok pagi 
menjelang tunjukanlah pada kami Regi anak dari hambaMu yang lalai ini kembali 
seperti semula dengan segala keceriaannya dan senyumnya yang menawan…maaf kami 
ya Allah..sembuhkan anak kami dari sakit yang dideritanya. Sesungguhnya kami  
milikMu ya Allah dan kami akan kembali kepadaMu, berilah kami pahala atas 
musibah yang menimpa kami…Amin ya Rabballalamin”



        Selesai shalat Isya dan berdoa saya menghampiri Regi yang tidur dan 
dipeluk oleh adiknya serta Ibunya, lalu saya usap dan belai kening serta 
rambutnya dengan penuh rasa sayang dan iba,  saya daratkan ciuman ke pipinya 
yang menggemaskan. Lalu saya tidur disampingnya. Kami mengapit kedua anak kami 
yang tertidur pulas. Paginya Regi bangun dan sudah menampakan senyumnya sambil 
melihat dan meraba luka lecet dikaki sekali –kali adiknya Zidane bertanya “Napa 
kaki kak Egi…luka ya ..sakit ya”…Regi hanya bisa menjawab “Iya kakak ditimpa 
orang Dan”.Kamar mandi di hotel saya atur airnya biar hangat buat Regi mandi, 
setelah semua beres Regi membuka baju dan celananya menuju kamar mandi dan 
mandi sepuasnya dengan air hangat yang mengucur dari “shower” membelai sekujur 
tubuhnya. 



        Setelah kami semua mandi dan berdandan rapi lalu turun kebawah untuk 
sarapan pagi yang disediakan hotel. Regi cukup lahap menyamtap mie goreng 
dengan telor mata sapi dengan segelas teh panas. Tuntas sudah sarapan pagi kami 
dengan jalan sedikit tertatih-tatih Regi menuju mobil, lalu kami meluncur ke 
Kota Bukit Tinggi di pagi yang cuacanya sangat cerah, sejenak kami 
keliling-keliling di Kota Bukit Tinggi yang pada waktu itu memang sangat meriah 
oleh para Alumni yang sedang jalan kaki dan berolah raga. Sabtu jam 10 pagi 
kami istirahat sejenak menikmatinya panorama Ngarai Sianok. Regi sudah mulai 
lagi dengan keceriaannya dan mulai banyak bicara “Pa gimana kameranya..rusak” 
Tanya Regi pada saya. Oh ya..Papa belum coba, lalu saya ambil kamera yang 
tersimpan dalam tas jinjing istri saya, tombol “power” saya tekan, 
Alhamdulillah kamera poket digital saya masih berfungsi dengan normal, lalu 
sambil bercanda saya sapa Regi “Regi mau jeprat jepret lagi” Regi hanya bisa 
tersenyum kecut jika mengingat kejadian semalam “Nggak papa aja yang potret”.



        Saya lalu mengambil beberapa foto di panorama Ngarai Sianok, setelah 
puas mengelilingi Panorama Ngarai Sianok sekitar jam 11 an kami bergerak ke SMA 
1  dan berencana makan siang menikmati nasi kapau yang dijajakan oleh stan-stan 
makanan seputar halaman belakang sekolah tersebut. Sesampainya dihalaman 
belakang sekolah kami lansung menuju stan nasi kapau lalu saya pesan dua 
bungkus nasi ramas, buat Regi saya pesankan menu kegemarannya yaitu ayam goreng 
bumbu, buat saya..waww double “sambanyo” yaitu tunjang nan tatapak dan dendeng 
balado. Kami makan dengan lahap sambil duduk dikursi kayu anak sekolah 
sementara hiburan musik Kim yang dibawakan “Uwo” telah dimulai, sambil nasi 
disuap kami juga menyimak nomor yang keluar dinyanyikan Uwo dan mencoret dengan 
spidol pada kertas yang bertuliskan sederet angka baik mendatar maupun menurun. 
Regi tak kalah antusiasnya menyimak dan mencoret angka-angka sambil sekali-kali 
bertanya pada saya angka yang keluar.



        Saat sholat Zuhur masuk . permainan hiburan musik Kim istirahat sejenak 
dan nanti dilanjutkan lagi pada pukul 13.30 Wib, kami tidak meneruskan lagi 
mengikuti acara tersebut karena  ada sesuatu hal yang menganggu. Biasalah 
bemper Zidane beratnya sudah bertambah dan Ia mulai gelisah. Kami putuskan 
balik ke hotel dan istirahat tidur siang dan malamnya kami ingin juga 
menyaksikan acara puncak HUT Emas SMA 1 Bukit Tinggi yang diselenggarakan di 
Hall Gedung Bung Hatta yang terletak diseputar Jam Gadang. Kami siang menjelang 
sore itu entah kenapa empat beranak tidur dengan pulas larut dengan mimpi 
masing-masing.Ya dalam sebuah suasana suka kadang-kadang terselip juga suasana 
duka, tapi duka yang saya alami tetap membuat kami bahagia karena hal yang kami 
kuatirkan dengan anak tercinta kami “My Nice Little Girl” Regita  Putri Nabila 
tidak berujung pada situasi yang membahayakan bagi dirinya. Hanya rasa syukur 
dengan memuji namaMu ya Allah yang dapat kami persembahkan buatMu.



        ***



        Dumai, Pulang yang tertunda, 30 Juli 2009




       


------------------------------------------------------------------------------
  Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
  Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang
  


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke