GULAI
UDANG
Dulu
ketika masih ABG dikampung
Kami
sering menyenter udang yang menempel
Di
tepian tabek gadang
Lalu
menangkapnya dan mempermainkannya
Ketika
kolam tetanggaku yang banyak udangnya
Di
lepas airnya dan dipanen ikannya
Aku
sering ikut menangkap udang disana
Udangpun
banyak ditemui di aliran air
Yang
keluar dari kolam itu
Sehingga
sewaktu waktu aku menangkapnya
Menggorengnya
dan memakannya panas-panas
Hmm
harum baunya , dan manis rasanya
Di
rantauku Bengkulu
Banyak
udang di jual di pasar
Dengan
berbagai jenis dan
Harga
yang berbeda
Mulanya
aku tak tau
Rasa
udang tidak sama dan harganya berbeda
Pokoknya
udang ya begitulah rasanya
Ku
beli yang harganya murah saja
Pernah
suatu hari ketika kami di Jakarta
Maksud
hati ingin irit
Kami
pilih menu udang
Ketika
perut sudah kenyang dan
Hendak
membayar di kasir
Kami
jadi tercengang
Harga
udang lebih dari yang lainnya
Lama-lama
membeli dan mengkonsumsi udang
Akhirnya
aku jadi tau mana yang enak sekali rasanya
Aku
tak tau namanya
Tapi
sudah hapal bentuk dan warnanya
Paling
enak rasanya kalau ketika membeli
Udangnya
masih hidup dan
Di
goreng atau di gulai hari itu juga
Beberapa
hari yang lalu
Banyak
wajah yang kelihatan sendu
Tanggal
satu Agustus menjadi tanggal tua sekali
Karena
tidak mungkin gajian
Kemaren
wajah sendu berubah ceria
Seperti
rumput dapat air di musim panas
Tadinya
mulai layu, kemudian jadi segar
Di
tanggal tua dapat rejeki tak terduga
Bendahara
membagikan uang ….
Yang
memang menjadi hak kami
Alhamdulillah
Akhir
pekan mejadi ceria
Pagi
ini tukang ikan yang baru jadi langgananku
Datang
dan memanggil-manggilku
Ikan
terusan yang pernah ku beli padanya
Rasanya
luar biasa
Cepat=cepat
ku bilang padanya
Aku
mau beli ikan Terusan
Lalu
mulailah dia memotong dan
Memperlihatkan
padaku sesuatu yang warnanya putih
Yang
di keluarkannya dari perut ikan
“
Ini di ekspor keluar untuk dijadikan
Benang
yang dipakai untuk operasi
Cobalah
lihat, kuat sekali dan tak mudah di gunting”
Sementara
dia memotong-motong ikan
Aku
lihat jualannya yang lain
Eh
ada udang yang lumayan besar
Aku
coba timbang dan hitung
Ada
28 ekor jumlahnya sekilo
Ku
Tanya berapa harganya sekilo
“
Rp 70 ribu, ini biasanya orang Cina yang beli “
Aku
jadi bimbang
Akhirnya
ku beli juga
Sesekali
memanjakan selera kataku padanya
Kubersihkan
udang tersebut
Ku
kasih garam dan jerukKu siapkan bumbu langkok dan daunBawang putih, bawang
merahCabe giling sedikit sajaSantan kelapa dari kelapa yang sedang tuanya
Lalu
ku gulai dan kucoba garamnya
Hmmm
enak sekali
Ketika
sudah masak
Terbayang
ke dua orang anak
Mereka
makan apa ya hari ini ??
Bengkulu,
1 Agustus 2009
Hanifah
Damanhuri
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---