Propinsi | Kamis, 20/08/2009 17:22 WIB

YLKI Desak PLN Jelaskan Pemadaman di Sumbar

 

Padang, (ANTARA) - Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Sumatera Barat, Dahnil Aswad mendesak, PT PLN memberikan penjelasan yang
utuh kepada masyarakat tentang penyebab terjadinya pemadaman listrik
bergilir, sejak Mei lalu. 

"Penjelasan PLN harus utuh, jangan sepotong-potong dan ditutup-tutupi,"
kata Dahnil yang dihubungi, Kamis. 

Dia menegaskan, pemadaman listrik sudah menimbulkan kerugian yang besar
bagi konsumen di Sumbar. Konsumen di sini adalah konsumen langsung,
rakyat yang tidak bisa belajar, terganggu usahanya, dan karyawan
perusahaan terganggu produktivitasnya. 

"Kalau sudah begitu, investor pun akan enggan masuk untuk investasi ke
Sumbar, dan merugikan ekonomi daerah," katanya. 

Dia menilai, rakyat Sumbar masih cukup baik dalam merespons pemadaman
listrik. Kalau ini terjadi di tempat lain, kondisinya akan berbeda. 

Karena itu, PLN diminta untuk menjelaskan kepada masyarakat Sumbar
secara konkrit tentang pemadaman listrik bergilir yang satu hari
rata-rata berlangsung selama tiga jam. 

Dahnil menilai, pemadaman listrik di Sumbar merupakan persoalan sistem
kelistrikan secara nasional yang tidak cepat diatasi pemerintah. 

"Pemerintah selama ini hanya memberi perhatian terhadap pembangunan
Jawa-Bali yang dekat dengan pusat kekuasaan," katanya. 

Semestinya, ada pemerataan dalam pembangunan di daerah-daerah di
Indonesia, khususnya pembangunan pembangkit. 

Persoalan diperparah dengan terlambatnya pemerintah daerah
memperjuangkan pembangunan pembangkit jauh-jauh hari. 

Termasuk di Sumbar, katanya, meski ada pembangunan pembangkit listrik
Teluk Sirih di Padang, namun tetap saja terlambat. "Ada kesan, lemahnya
upaya pemerintah daerah mendorong bagaimana pembangkit itu terealisasi
dengan cepat," kata Dahnil. 

Kondisi yang sama juga terjadi di kalangan PLN. Akibatnya, rakyat Sumbar
dirugikan dengan pemadaman listrik bergilir, katanya. 

Humas PT PLN Wilayah Sumbar Asril Kalis menjelaskan, terjadinya
pemadaman listrik di Sumbar disebabkan turunnya elevasi air, tempat
beroperasinya pembangkit. 

Hal itu mengakibatkan operasional pembangkit yang memasok daya listrik
tidak optimal yang berujung defisitnya daya listrik di Sumbar.
Defisitnya daya listrik juga disebabkan pemeliharaan pembangkit di
wilayah Sumatera Selatan.*/GTR)

 

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=1&id=42691

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Thursday, August 20, 2009 11:01 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] PLN

 

Aslmkm,wr wb...

Dunsanak yg ado dirantau net..

Iko mungkin ka 2 kalinyo ambo curhat tentang PLN...

Cuma yang ambo binguangkan kok ndak ado solusi pasti yg diagiahkan PLN
ka masyarakat tentang pemadaman lampu secara keseluruhan ko.

Yang saketek ambo dan kawan2 ambo sesalkan,semakin hari PLN ko sakalamak
hatinyo se mamatian lampu,dan takadang durasi nyo ndak main2 gai,bantuak
2 hari nan lalu,mati lampu di rumah ambo dari jam 12 malam sampai jam 7
pagi,7 jam nyomatian,apo maksudnyo tuh.

Kadang tambah maju dunia ko ,tp tambah bantuak tingga di pedalaman ambo
kini.


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke