Ass Wr Wb Da Riri,dinda Ephi,Pak Boes sarato adi dunsanak kasadonyo,
Ambo pribadi turut prihatin dengan kondisi pemadaman Listrik di Sumatera Barat saat ini,karena adanya defisit tenaga listrik yang cukup besar saat ini walaupun sudah ada pasokan bantuan dari SUMBAGSEL sebesar 200MW (Sebagaimana informasi dari Pak Rudi Antono-PLN Batam bbrp hari yang lalu). Menurut hemat ambo,sebetulnya tidak ada satupun pihak pun yang senang dengan kondisi ini,baik PLN maupun masyarakat luas. Tapi yang jelas ini adalah masalah yang sangat serius dan dilematis bagi masyarakat luas saat ini,yang tentunya memerlukan solusi yang cepat dan tepat. Seharusnya kalau PLN mau dan Pemda pun agak sedikit tegas,sebetulnya masyarakat luaslah yang terlebih dahulu yang harus diprioritaskan mendapatkan pasokan listrik ini. Karena kalau pada skala Perusahaan2/Industri2/kantor2/Mall2/ dsb di Sumatera Barat saat ini, tentunya mereka sudah punya genset sendiri (generator),sebagai back up lisriknya.Jikalau adapun yang belum punya genset,tentunya dengan kekuatan financial mereka, mereka akan sanggup membeli genset sendiri untuk mengatasi problem ini. Disinilah diperlukan keberanian Pemda dan kearifan serta keberpihakan kebijakan dari PT.PLN kepada rakyat luas sebetulnya.Kepentingan masyarakat luaslah yang seharusnya kita dahulukan.Karena merekalah golongan yang mempunyai bargaining position yang paling lemah. Demikian saja sedikit urung rembug ambo,terlebih terkurang ambo mohon ma'af. Wassalam, Kurnia Chalik _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Riri Mairizal Chaidir Sent: Wednesday, August 26, 2009 10:55 AM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: PLN Phi, kalau jo PLN itu memang sulit, jan ka rakyat badarai, Gubernur Riau dan Kepri pun kesulitan dengan ini (beritanya ada bbrp di internet). Saran ambo, untuak mensiasati rasa "hopeless", marilah kita berpikir positif terhadap apa yang terjadi. Mungkin tradisi mati lampu tanpa pemberitahuan ini bias kita jadikan obyek wisata (ba'a ibu MAPPAS?). Atau acara bakalam2 ko awak promosikan, toh banyak wisatawan berkunjung ka Baduy Dalam dek karano ingin tahu bagaimana kehidupan tanpa listrik. Di bawahko ambo copykan foto dari FB Nofend yang menggambarkan Shalat Tarawiah dengan cahaya lilin dan komentar2 "hopeless" (atau justru positif): * Mungkin PLN bermaksud baik, mengingatkan kita ke jaman Rasulullah .... * Mengingatkan kita suatu saat akan muncul zaman kegelapan ..... * Kkita jadikan itu obyek wisata dengan tag: "Sumbar, negeri yang indah dengan cahaya lilin ..." atau semacamnya. * Masih modern mah sanak. Dulu awak pakai lampu togok je nyeh, nan sumbayang khusuak juo nyo * PLN, mentes keimanan sanak awak bulan puaso ko kamanahan hati atau ka tarui baturo2?? RIri Bekasi, L, 47 bakalam kalam.jpg --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
