From: Muzirman -- <[email protected]>
Date: 2009/8/23
Subject: "jangan banyak dip[lomasi dengan Malingsia"
To: [email protected]


17/08/2009 - 14:45
<http://www.inilah.com/berita/politik/2009/08/17/143195/jangan-banyak-diplomasi-dengan-malaysia/#><http://www.inilah.com/berita/politik/2009/08/17/143195/jangan-banyak-diplomasi-dengan-malaysia/#>
 'Jangan Banyak Diplomasi dengan Malaysia'

(*Istimewa*)

*INILAH.COM <http://inilah.com/>, Jakarta - Para veteran meminta pemerintah
Indonesia tidak kalah gertak dengan Malaysia. Sengketa wilayah seperti di
Ambalat, Kalimantan Timur jangan selalu diatasi dengan cara lunak jika sudah
jelas kesalahannya.*

"Kalau kapal perang Malaysia sudah berani masuk ke wilayah NKRI, tembak
saja. Jangan banyak diplomasi karena mereka sudah salah," kata Ketua Cabang
Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karhi (68), usai menghadiri
peringatan detik-detik proklamasi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat di
Pontianak, Senin (17/8).

Karhi menilai saat ini terlalu banyak melakukan upaya diplomasi, namun hasil
akhirnya selalu merugikan. Sebagai veteran perang yang ikut serta dalam
Operasi Dwikora tahun 1963-1966, dia masih ingat saat terjadi konfrontasi
dengan Malaysia. Saat itu Soekarno menegaskan tentara harus merebut kembali
wilayah Indonesia yang diambil musuh sebelum ayam berkokok.

Dia pun mengenang perang merebut wilayah Kalimantan Utara dari Malaysia yang
saat itu masih bersekutu dengan Inggris. Meski para tentara menggunakan
senjata seadanya, namun tak ada rasa gentar sedikit pun.

"Kami tidak takut menghadapi tentara Malaysia dan Inggris yang saat itu
sudah menggunakan senjata canggih," ujarnya.

Pada awal Juni 2009, kapal perang TNI AL KRI Untung Surapati-872 mengusir
kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD

Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan RI di perairan Blok
Ambalat. Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509
dan heli Malaysian Maritime Enforcement Agency serta pesawat Beechraft yang
juga mencoba memasuki wilayah Blok Ambalat.

Berdasarkan data TNI AL, ada 9 kali pelanggaran wilayah oleh unsur laut dan
udara TLDM maupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur,
khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya selama periode Januari sampai
April 2009.

Konsul Malaysia di Pontianak, Zairi M Basri pernah menyatakan persoalan
mengenai tapal batas di perairan Ambalat dapat diselesaikan secara damai
oleh pemimpin kedua negara. Bagaimanapun, Indonesia dan Malaysia berasal
dari rumpun bangsa yang sama dan berada dalam satu kawasan.

"Kedua kepala negara, Malaysia dan Indonesia, akan menyelesaikan yang
terbaik. Dengan cara damai, bukan kekerasan," ujar Zairi. [*/fiq]

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke