Sepakat 100% dengan Sanak Ryan; lebih baik qta mendiskusikan dan melaksanakan 
upaya nyata pelestarian dan antisipasi agar hal2 semacam ini tidak terjadi lagi;

ASLIM NURHASAN
+62811918886 |+62811103234
Powered by |Berbuat Nyata |Produktif |Positif |Konstruktif |Sinergis |Ā®

-----Original Message-----
From: Ryan Firdaus <[email protected]>

Date: Mon, 24 Aug 2009 06:50:06 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Fwd: "jangan banyak dip[lomasi dengan Malingsia"


bung Muzirman...perkataan Malingsia yg bapak tuliskan di sini merupakan 
perkataan yang kesat...sebagai orang minang yang selalunya pandai dalam 
menggunakan kosa kata yang halus...coba lah guna bahasa yang sopan...

ruangan ini untuk berbincang bukan untuk melepaskan geram

haraf maaf untuk Rang Dapua untuk peringatan ini...

wassalam, 
ryan L 42 suku piliangĀ  asa Balingka...Ipoh




________________________________
From: Muzirman -- <[email protected]>
To: rantaunet <[email protected]>
Sent: Monday, August 24, 2009 1:28:24 AM
Subject: [...@ntau-net] Fwd: "jangan banyak dip[lomasi dengan Malingsia"




From: Muzirman -- <[email protected]>
Date: 2009/8/23
Subject: "jangan banyak dip[lomasi dengan Malingsia"
To: [email protected]



17/08/2009 - 14:45 
'Jangan Banyak Diplomasi dengan Malaysia'

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Para veteran meminta pemerintah Indonesia tidak kalah 
gertak dengan Malaysia. Sengketa wilayah seperti di Ambalat, Kalimantan Timur 
jangan selalu diatasi dengan cara lunak jika sudah jelas kesalahannya.
"Kalau kapal perang Malaysia sudah berani masuk ke wilayah NKRI, tembak saja. 
Jangan banyak diplomasi karena mereka sudah salah," kata Ketua Cabang Legiun 
Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karhi (68), usai menghadiri peringatan 
detik-detik proklamasi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Senin 
(17/8).
Karhi menilai saat ini terlalu banyak melakukan upaya diplomasi, namun hasil 
akhirnya selalu merugikan. Sebagai veteran perang yang ikut serta dalam Operasi 
Dwikora tahun 1963-1966, dia masih ingat saat terjadi konfrontasi dengan 
Malaysia. Saat itu Soekarno menegaskan tentara harus merebut kembali wilayah 
Indonesia yang diambil musuh sebelum ayam berkokok.
Dia pun mengenang perang merebut wilayah Kalimantan Utara dari Malaysia yang 
saat itu masih bersekutu dengan Inggris. Meski para tentara menggunakan senjata 
seadanya, namun tak ada rasa gentar sedikit pun.
"Kami tidak takut menghadapi tentara Malaysia dan Inggris yang saat itu sudah 
menggunakan senjata canggih," ujarnya.
Pada awal Juni 2009, kapal perang TNI AL KRI Untung Surapati-872 mengusir kapal 
perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD 
Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan RI di perairan Blok Ambalat. 
Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509 dan heli 
Malaysian Maritime Enforcement Agency serta pesawat Beechraft yang juga mencoba 
memasuki wilayah Blok Ambalat.
Berdasarkan data TNI AL, ada 9 kali pelanggaran wilayah oleh unsur laut dan 
udara TLDM maupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur, 
khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya selama periode Januari sampai 
April 2009. 
Konsul Malaysia di Pontianak, Zairi M Basri pernah menyatakan persoalan 
mengenai tapal batas di perairan Ambalat dapat diselesaikan secara damai oleh 
pemimpin kedua negara. Bagaimanapun, Indonesia dan Malaysia berasal dari rumpun 
bangsa yang sama dan berada dalam satu kawasan.
"Kedua kepala negara, Malaysia dan Indonesia, akan menyelesaikan yang terbaik. 
Dengan cara damai, bukan kekerasan," ujar Zairi. [*/fiq]



      



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke