tidak seharusnya milis RN dijadikan forum caci maki bangsa serumpun. apolai banyak dusanak awak urang minang nan warga malaysia.
On 8/24/09, Muzirman -- <[email protected]> wrote: > Sdr.Ryan, wah anda cukup "offensive disini, sbg nya anda tidak berhak > berkesimpulan dmk, saya juga punya taktik yg berbeda dgn anda dalam > menghadapi Malaingsia ini, (dlm psywar), dan anda bukan Moderator lagi, hak > anda kalau tak senang lapor saja ke Moderator, krnn ini saya perlu kasih > tahu anda spy jangan "offensive lagi". Spy anda maklum. Dr artikel diatas > saja sdh mengarah ke perang, kal;au anda mau ber sopan2 bermanis 2 itu hak > anda, saya hargai. Anda sdh minta maaf sama rang Dapua, berarti anda paham > dalam hiaerki komunikasi, toh terus nyelonong. Itu keciiiil man. I will > fight back. You got it. > > Muzirman Tanjung. > ===================================== > > 2009/8/24 Ryan Firdaus <[email protected]> > >> bung Muzirman...perkataan Malingsia yg bapak tuliskan di sini merupakan >> perkataan yang kesat...sebagai orang minang yang selalunya pandai dalam >> menggunakan kosa kata yang halus...coba lah guna bahasa yang sopan... >> >> ruangan ini untuk berbincang bukan untuk melepaskan geram >> >> haraf maaf untuk Rang Dapua untuk peringatan ini... >> >> wassalam, >> ryan L 42 suku piliang asa Balingka...Ipoh >> >> ------------------------------ >> *From:* Muzirman -- <[email protected]> >> *To:* rantaunet <[email protected]> >> *Sent:* Monday, August 24, 2009 1:28:24 AM >> *Subject:* [...@ntau-net] Fwd: "jangan banyak dip[lomasi dengan Malingsia" >> >> >> >> From: Muzirman -- <[email protected]> >> Date: 2009/8/23 >> Subject: "jangan banyak dip[lomasi dengan Malingsia" >> To: [email protected] >> >> >> 17/08/2009 - 14:45 >> <http://www.inilah.com/berita/politik/2009/08/17/143195/jangan-banyak-diplomasi-dengan-malaysia/#><http://www.inilah.com/berita/politik/2009/08/17/143195/jangan-banyak-diplomasi-dengan-malaysia/#> >> 'Jangan Banyak Diplomasi dengan Malaysia' >> >> (*Istimewa*) >> >> *INILAH.COM <http://inilah.com/>, Jakarta - Para veteran meminta >> pemerintah Indonesia tidak kalah gertak dengan Malaysia. Sengketa wilayah >> seperti di Ambalat, Kalimantan Timur jangan selalu diatasi dengan cara >> lunak >> jika sudah jelas kesalahannya.* >> >> "Kalau kapal perang Malaysia sudah berani masuk ke wilayah NKRI, tembak >> saja. Jangan banyak diplomasi karena mereka sudah salah," kata Ketua >> Cabang >> Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karhi (68), usai menghadiri >> peringatan detik-detik proklamasi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat di >> Pontianak, Senin (17/8). >> >> Karhi menilai saat ini terlalu banyak melakukan upaya diplomasi, namun >> hasil akhirnya selalu merugikan. Sebagai veteran perang yang ikut serta >> dalam Operasi Dwikora tahun 1963-1966, dia masih ingat saat terjadi >> konfrontasi dengan Malaysia. Saat itu Soekarno menegaskan tentara harus >> merebut kembali wilayah Indonesia yang diambil musuh sebelum ayam >> berkokok. >> >> Dia pun mengenang perang merebut wilayah Kalimantan Utara dari Malaysia >> yang saat itu masih bersekutu dengan Inggris. Meski para tentara >> menggunakan >> senjata seadanya, namun tak ada rasa gentar sedikit pun. >> >> "Kami tidak takut menghadapi tentara Malaysia dan Inggris yang saat itu >> sudah menggunakan senjata canggih," ujarnya. >> >> Pada awal Juni 2009, kapal perang TNI AL KRI Untung Surapati-872 mengusir >> kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD >> >> Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan RI di perairan Blok >> Ambalat. Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509 >> dan heli Malaysian Maritime Enforcement Agency serta pesawat Beechraft >> yang >> juga mencoba memasuki wilayah Blok Ambalat. >> >> Berdasarkan data TNI AL, ada 9 kali pelanggaran wilayah oleh unsur laut >> dan >> udara TLDM maupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur, >> khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya selama periode Januari sampai >> April 2009. >> >> Konsul Malaysia di Pontianak, Zairi M Basri pernah menyatakan persoalan >> mengenai tapal batas di perairan Ambalat dapat diselesaikan secara damai >> oleh pemimpin kedua negara. Bagaimanapun, Indonesia dan Malaysia berasal >> dari rumpun bangsa yang sama dan berada dalam satu kawasan. >> >> "Kedua kepala negara, Malaysia dan Indonesia, akan menyelesaikan yang >> terbaik. Dengan cara damai, bukan kekerasan," ujar Zairi. [*/fiq] >> >> >> >> > >> > > > > -- Wassalaamu'alaikum ajoduta/61/usa --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
