Bung Nofrins "surau" dlm pengertian yg sesungguhnya memang hilang dalam 
masyarat Minang. Pertengahan 90-an saya menjelajah banyak kampung utk hunting 
lokasi shoting "anak seribu pulau" karya Garin Nugroho. Akhirnya ketemu di 
pedalaman Sijunjung, dan memang settingnya sama dgn apa yg diceritakan Muhammad 
Radjab masa kecilnya di Singkarak awal abad 20. Anak laki2 di Sijunjung tidur 
di surau suku mereka masing2. Tapi sekarang semuanya sudah berubah, dan anak 
laki2 tidur di rumah orang tuanya. Pengaruh media tampaknya sangat kuat, dan 
mereka menonton televisi di rumah sampai malam, sehingga surau kosong dan 
lapuk. Banyak alasan yg dapat dikemukakan, tp itulah, perubahan besar telah 
terjadi di Minangkabau.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Y. Napilus" <[email protected]>
Date: Sun, 6 Sep 2009 00:46:18 
To: <[email protected]>
Cc: WSTB<[email protected]>; IPMPP<[email protected]>; Milis 
SMA1Bkt<[email protected]>; Gebu Minang<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Foto: SURAU TUO 1905 - BATIPUAH BARUAH, Pdg Panjang

Sanak Nofiardi, 
 
Artinya, tak ditemui lagi disana tawa ceria ponakan kita seperti pada Des 2006 
lalu di foto ini:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_ybggal&Itemid=77&pdisp=photographer&picid=947&uid=120
 
Juga anak-anak bermain seperti ini disana:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_ybggal&Itemid=77&pdisp=photographer&picid=955&uid=120
 
Foto2 diatas diambil ketika saya mengajak 2 orang senior fotografer dari 
Jakarta hunting foto ke Sumbar dan ditemani bbrp fotografer dari Padang. 
 
Walaupun mungkin tidak harus sama persis penerapannya, tetapi apakah akan 
hilang fungsi Surau di masa mendatang yg dahulunya pernah melahirkan 
tokoh-tokoh cendekiawan Minang...? 
 
Salam,
Nofrins
www.west-sumatra.com
 
 
--- On Sun, 9/6/09, Nofiardi <[email protected]> wrote:


From: Nofiardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Foto: SURAU TUO
To: [email protected]
Date: Sunday, September 6, 2009, 10:47 AM








 
Surau Tua
PadangKini.com | Jumat, 04/09/2009, 11:41 WIB 
Surau Nagari Lubuk Bauk, Batipuh Baruh, Tanahdatar tak lagi dipakai sejak 
dijadikan situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala 
Batusangkar. Surau tua terbuak dari kayu ini didirikan pada 1905 yang 
diprakarsai bekas kepala nagari Batipuh Baruh Engkuh Dt Rangkayo Marajo. Surau 
ini terdiri empat tingkat dengan lantai panggung dengan dinding polos tanpa 
ukiran.
 
http://www.padangkini.com/foto/single.php?id=848
 




From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Riri Mairizal Chaidir
Sent: Saturday, September 05, 2009 2:57 PM
To: [email protected]
Cc: 'WSTB'; 'Gebu Minang'; 'IPMPP'; 'MAPPAS'
Subject: [...@ntau-net] Re: Foto: SURAU TUO 1657 di Kayu Jao - Kab. Solok,Sumbar
 
Saya rasa pointnya bukan "tahun berapa surau ini didirikan", tapi bagaimana 
melestarikannya, dan bahkan bisa "menghidupkan" daerah sekitarnya.
 
Kalau menurut saya, jika itu ditanyakan ke pebisnis pariwisata tentunya dia 
akan berhitung, seberapa "worth" bangunan tersebut untuk dipromosikan. Karena 
di milis ini banyak pakar dan praktisinya, tentu saya tidak dalam posisi untuk 
berwacana "bagaimana caranya".
 
Kalau dari sisi pemeritah, itu mungkin saja, asal bisa "mempromosikan"nya ke 
Pemkab (bukan ke Pemprov, krn ini bukan soal policy lagi). Setahu saya, pemkab2 
di Sumbar memasukkan "pariwisata" sebagai salah satu "urusan pilihan" 
berdasarkan PP38/2007. Pendekatannya bisa dengan mengingatkan ini potensial 
untuk pariwisata dan/ obyek yang harus dikonsevasikan
 
Riri
Bekasi, l, 47
 
 


      



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Y. Napilus
    • ... edyutama
      • ... sjamsir_sjarif
      • ... Syafrinal Syarien
        • ... edyutama
          • ... Riri Mairizal Chaidir
            • ... yumetra fidel amir
              • ... ASLIM NURHASAN
            • ... Nofiardi
              • ... Y. Napilus
                • ... edyutama
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
                • ... yusrinal bayma
                • ... Zulhelmi U. Iska
                • ... ASLIM NURHASAN
                • ... Nofiardi
                • ... Reni Sisri Yanti
              • ... Nofiardi
                • ... Riri Mairizal Chaidir
    • ... Arman Bahar

Kirim email ke