Surau memang alah jarang di kampuang awak tu kini, tapi musajik tambah
gadang dan tambah mantereng. Salah satu fungsi surau sebagai pusat
pendidikan di zaman dulu, kini alah diambil alih dek SD, SMP, SMA nan
samakin batambah.

 

Helmi, jkt

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of yusrinal bayma
Sent: Wednesday, September 09, 2009 01:56 AM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: Foto: SURAU TUO

 

Surau lai banyak di Minangkabau,tapi nan sembahyang banyak pulo.
Kiniko urang Minang alah banyak nan indak ka surau....................



Pada 7 September 2009 19:32, asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal
nanang, nanang, nanang, nanang <[email protected]> menulis:

Tantu semakin tuo usianyo semakin rentan terhadap banyaknya tamu2 nan
datang. Sebagai sebuah bangunan nan bernilai tinggi dan juo merupakan
simbol majunyo Islam pado maso dan tingginyo tingkek keilmuan tentang
tehnologi material pada maso itu. 
Kini nan paraluadolah merawat bangunan tersebut dan dijadikan daya tarik
bagi kunjungan wisata religi. Untuak itu tantunyo harus ado perluasan
lahan dari kawasan masjid. Tentunyo degan dijadikan sebagai kawasan
wisata religi secara otomatis masyarakat sekitar akan dapek peningkatan
pendapatan, syaratnyo pemerintah melakukan pendampingan kreatifitas,
pendampingan pelayanan, pendampingan dan pelatihan mambuek soevenir
sarato aturan main barusaho di kawasan iko. Sadonyo dikelola dan ditaata
dan aturan mainnyo jaleh. Tantunyo kesepakatan iko hasil rembug antro
pemerintah dan masyarakat.
sedang kan icon nyo adolah masjid/surau tuo iko. Yang jadi pertanyaan?
lai tappikikan dek pemerintah, kok lai lai instrument utk memajukan
kawasan iko tampa marusak masjid/surau tuo iko.


Sagetek diskusi, kok labiah lanjuik didiskusikan ambo dengan senang hati
ikuik dan iko salah satu objek nan ka ambo lipuik di majalah arsitektur.


Nanang, jkt  

 

________________________________

Dari: Nofiardi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 6 September, 2009 10:47:27
Judul: [...@ntau-net] Re: Foto: SURAU TUO

 

Surau Tua

PadangKini.com | Jumat, 04/09/2009, 11:41 WIB  

Surau Nagari Lubuk Bauk, Batipuh Baruh, Tanahdatar tak lagi dipakai
sejak dijadikan situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan
Purbakala Batusangkar. Surau tua terbuak dari kayu ini didirikan pada
1905 yang diprakarsai bekas kepala nagari Batipuh Baruh Engkuh Dt
Rangkayo Marajo. Surau ini terdiri empat tingkat dengan lantai panggung
dengan dinding polos tanpa ukiran.

 

http://www.padangkini.com/foto/single.php?id=848

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Riri Mairizal Chaidir
Sent: Saturday, September 05, 2009 2:57 PM
To: [email protected]
Cc: 'WSTB'; 'Gebu Minang'; 'IPMPP'; 'MAPPAS'
Subject: [...@ntau-net] Re: Foto: SURAU TUO 1657 di Kayu Jao - Kab.
Solok,Sumbar

 

Saya rasa pointnya bukan "tahun berapa surau ini didirikan", tapi
bagaimana melestarikannya, dan bahkan bisa "menghidupkan" daerah
sekitarnya.

 

Kalau menurut saya, jika itu ditanyakan ke pebisnis pariwisata tentunya
dia akan berhitung, seberapa "worth" bangunan tersebut untuk
dipromosikan. Karena di milis ini banyak pakar dan praktisinya, tentu
saya tidak dalam posisi untuk berwacana "bagaimana caranya".

 

Kalau dari sisi pemeritah, itu mungkin saja, asal bisa
"mempromosikan"nya ke Pemkab (bukan ke Pemprov, krn ini bukan soal
policy lagi). Setahu saya, pemkab2 di Sumbar memasukkan "pariwisata"
sebagai salah satu "urusan pilihan" berdasarkan PP38/2007. Pendekatannya
bisa dengan mengingatkan ini potensial untuk pariwisata dan/ obyek yang
harus dikonsevasikan

 

Riri

Bekasi, l, 47

 

 

The above message is for the intended recipient only and may contain
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If
you are not the intended recipient, you are hereby notified that any
dissemination, distribution, or copying of this message, or any
attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error
please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the
charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it
contains the original message) thereafter. Thank you. 



 

________________________________

Wajib militer di Indonesia? 
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

    • ... Syafrinal Syarien
      • ... edyutama
        • ... Riri Mairizal Chaidir
          • ... yumetra fidel amir
            • ... ASLIM NURHASAN
          • ... Nofiardi
            • ... Y. Napilus
            • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
              • ... yusrinal bayma
              • ... Zulhelmi U. Iska
              • ... ASLIM NURHASAN
              • ... Nofiardi
              • ... Reni Sisri Yanti
            • ... Nofiardi
              • ... Riri Mairizal Chaidir
  • ... Arman Bahar

Kirim email ke