Batua tu sanak Nanang, takana langkah ampek mangaliek, stlh pinggang kanai cuek , masalah nya bgmn kedepannya? pada zaman ygsaling bersaing dgn sumber daya terkuras, pasar yg di bombardir oleh barang2 yg murah spt China, Vietnam,.. maka setiap negara berusaha menguras sumber daya tersedia yg bisa di manfaat kan, mis: kita berasumsi mendatang kan pendatang haram , utk bekerja pada ladang sawit mereka dgn tujuan utk menyaingi posisi utama Indonesia pada pasar sawit international, pd waktu dulu mereka butuh pendatang Indonesia krn utk menyaingi jumlah penduduk melayu yg tersaing oleh Non Melayu/Chinese.
Kalau Wagub sdh berkata dmk, usaha2 kedepan adalah menurut saya perlu di perkuatnya Lembaga2 Social utk mendorong daan mengugah Pemda utk meng inventarisaikan,/mendokumentasikan, mematenkan, "kebudayaan2 dan produk2 anak nagari utk kemaslahatan anak nagari kita sendiri di masa depan. InsyaAllah. Wass. Muzirman Tanjung -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2009/9/29 asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang <[email protected]> > abih cakak takana silek he.....he.....kama sajo salamo ko pak > > ------------------------------ > *Dari:* Nofiardi <[email protected]> > *Kepada:* [email protected] > *Terkirim:* Selasa, 29 September, 2009 10:28:26 > *Judul:* [...@ntau-net] Re: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan > > > > Propinsi | Senin, 28/09/2009 20:03 WIB > > *Wagub: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan* > > > > Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Marlis Rachman menilai > masakan khas asal Sumatera Barat kurang dipromosikan, sehingga masakan ini > sangat gampang diklaim sebagai milik orang lain. > > Hal ini menyusul diklaimnya masakan asal Sumbar, yakni nasi kunyik, > randang, lamang tapai, kue lopi, goreng bilih sebagai milik Malaysia. > > “Kita sangat mengaharapkan peran dinas pariwisata dalam mempromosikan > masakan-masakan khas ini, dan itu belum terlambat untuk menyatakan kepada > pemerintah mereka bahwa itu berasal dari Sumatera Barat,” ujar mantan Rektor > Universitas Andalas ini. > > Ia menambahkan, nasi kunik ini juga bukan hanya ada di Sumatera Barat, > melainkan hampir ada di seluruh Indonesia. Perbedaannya hanya terletak dari > bahan bakunya. Nasi kunik yang berwarna kuning asal Sumbar menggunakan > ketan, sedangkan nasi kuning dari daerah lain (nasi tumpeng) menggunakan > beras. > > “Itu bahkan sudah menjadi kebudayaan Indonesia secara umum, dan jika ada > klaim dari Malaysia, memang kurang pas, dan kemungkinan penyebabnya karena > masyarakat Malaysia juga banyak yang berasal dari Sumatera Barat,” > sambungnya. > > Ke depan, sambung Wagub, diharapkaan makanan ini akan dipatenkan, apalagi > tanggal 2 Oktober mendatang, pihak UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu > Pengetahuan dan Budaya Dunia) akan memberikan sertifikat bahwa batik itu > memang berasal dari Indonesia. > > “Langkah-langakh yang dilakukan sebenarnya telah ada untuk mematenkan > kebudayaan ini, dan ini tidak sulit, tetapi masyarakat kita saja yang malas > untuk mengurusnya, karena memang ada persyaratan-persyaratan yang harus > dipenuhi dengan berkoordinasi dengan Depkumham,” jelasnya mengakhiri. > (ril/wij) > > http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=1&id=49075 > > > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *Muzirman -- > *Sent:* Tuesday, September 29, 2009 12:06 AM > *To:* rantaunet > *Subject:* [...@ntau-net] Malaysia Bajak Makanan SUMBAR > > > > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: *Muzirman --* <[email protected]> > Date: 2009/9/28 > Subject: Malaysia Bajak Makanan SUMBAR > > aSSwRwB, Apakah kita krn ada kaitan kebudayaan, bisa saja mereka meng > klaim "makanan kita (baca makanan Malingsia), > > suatu hal yg paralu kita pertanyakan dan kita pertahan kan . > > kalau kita kunjnungi youtube tari piring, ada sekelopmok mhs malingsia, yg > menari kan tari pring tsb, dgn ber etika mereka > > menyebutkan tari pring ini bersal dari SUMBAR, " that is a good boy", ini > di Unv.Pensylvania, tp yg nyata kwlaitas tari piring > > Sumbar jelas lbh unggul dr malingsia. > > Apakah krn kelalaian kita mem patent kan makanan kita? kelihatan nya > pihak2 terkait perlu kita dorong utk mengkaji dan melaksanakannya.. > > Wass. Muzirman Tanjung. > > ------------------------------------------------------------------------ > > > The above message is for the intended recipient only and may contain > confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you > are not the intended recipient, you are hereby notified that any > dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, > is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us > immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. > Please delete the message and the reply (if it contains the original > message) thereafter. Thank you. > > > ------------------------------ > Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya > sekarang!<http://id.mail.yahoo.com> > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
