Selain Malaysia, dari koran Tribun yg pernah saya baca, Riau juga sudah 
berencana utk mematenkan rendang, sebagai masakan asli Melayu. Azali Johan, 
salah seorang tokoh melayu Riau, memaparkan, bahwa rendang melayu tidak sama 
dengan rendang Minang, bumbu dan cara masaknya berbeda, katanya menegaskan. 
 
Kab. Kampar / Bangkinang, Kab. Kuansing / Taluak Kuantan. Adalah penduduk Riau 
yang berbahasa minang, mereka memegang garis keturunan, bersuku-suku turun 
dari ibu (Matriachat), punya datuak sebagai pemimpin adat, tetapi banyak 
diantara anak muda mereka sekarang, kalau ditanya, mereka akan menjawab saya 
orang melayu.  Jadi tidak heran, kalau mereka ingin mematenkan rendang sebagai 
masakan Melayu. 
 
Selain itu acara balimau menjelang puasa, yang  menjadi tradisi di kedua 
kabupaten tsb. Juga mereka klaim sebagai tradisi asli Melayu. 
 
Padahal sebagai perantau di Riau, saya telah berkunjung dan bermukim dibeberapa 
tempat yang berbahasa Melayu (Bengkalis, Selat Panjang, Siak Sri Indrapura), 
Mereka tidak mengenal acara Balimau, mereka juga mengakui bahwa Rendang adalah 
masakan Minang.
 
Kalau kita pergi ke Malaysia, tepatnya ke negeri Sembilan, di Gerbang masuk 
kerajaan ini, kita akan disambut dengan gerbang yang bentuk atapnya persis sama 
dengan atap rumah gadang. Di Seremban gedung DPRnya juga beratap rumah gadang. 
Mereka pakai adat Minang, pemimpin adat bergelar Datuk, tetapi mereka berbahasa 
Melayu. 
 
Usul ambo, indak usahlah awak saliang mangklaim iko punyoden, iko asanyo dari 
nenek moyangden, padohal kalau diuruik kabulakang, mungkin nenek moyang awak 
samo urangnyo. Jalan nan paliang elok, sarancaknyo mari kito sambuang baliak 
tali nan putuih jo dunsanak- dunsanak awak nan alah lamo tapisahkan dek situasi 
dan kondisi. Kito barundiang mudah-mudahan dapek kato sapakaik, dimapun awak 
barado tataplah handaknyo mangaku sebgai urang Minang. Jadi kalaupun inyo di 
Malaysia atau di Riau, inyo mangaku inyo urang Minang maka tidak ada alasan 
lagi utk basitagang, iko warisan moyang den, iko indak wa ang punyo doh, dsb.
 
Salam
Bujang Farid,
Perantau Minang di Riau.

--- Pada Sel, 29/9/09, asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, 
nanang, nanang, nanang <[email protected]> menulis:


Dari: asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang 
<[email protected]>
Judul: Bls: [...@ntau-net] Re: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 29 September, 2009, 12:14 PM






abih cakak takana silek he.....he.....kama sajo salamo ko pak





Dari: Nofiardi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 29 September, 2009 10:28:26
Judul: [...@ntau-net] Re: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan







 
Propinsi | Senin, 28/09/2009 20:03 WIB
Wagub: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan
 
Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Marlis Rachman menilai masakan 
khas asal Sumatera Barat kurang dipromosikan, sehingga masakan ini sangat 
gampang diklaim sebagai milik orang lain. 

Hal ini menyusul diklaimnya masakan asal Sumbar, yakni nasi kunyik, randang, 
lamang tapai, kue lopi, goreng bilih sebagai milik Malaysia. 

“Kita sangat mengaharapkan peran dinas pariwisata dalam mempromosikan 
masakan-masakan khas ini, dan itu belum terlambat untuk menyatakan kepada 
pemerintah mereka bahwa itu berasal dari Sumatera Barat,” ujar mantan Rektor 
Universitas Andalas ini. 

Ia menambahkan, nasi kunik ini juga bukan hanya ada di Sumatera Barat, 
melainkan hampir ada di seluruh Indonesia. Perbedaannya hanya terletak dari 
bahan bakunya. Nasi kunik yang berwarna kuning asal Sumbar menggunakan ketan, 
sedangkan nasi kuning dari daerah lain (nasi tumpeng) menggunakan beras. 

“Itu bahkan sudah menjadi kebudayaan Indonesia secara umum, dan jika ada klaim 
dari Malaysia, memang kurang pas, dan kemungkinan penyebabnya karena masyarakat 
Malaysia juga banyak yang berasal dari Sumatera Barat,” sambungnya. 

Ke depan, sambung Wagub, diharapkaan makanan ini akan dipatenkan, apalagi 
tanggal 2 Oktober mendatang, pihak UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu 
Pengetahuan dan Budaya Dunia) akan memberikan sertifikat bahwa batik itu memang 
berasal dari Indonesia. 

“Langkah-langakh yang dilakukan sebenarnya telah ada untuk mematenkan 
kebudayaan ini, dan ini tidak sulit, tetapi masyarakat kita saja yang malas 
untuk mengurusnya, karena memang ada persyaratan-persyaratan yang harus 
dipenuhi dengan berkoordinasi dengan Depkumham,” jelasnya mengakhiri. (ril/wij) 
http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=1&id=49075
 




From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Muzirman --
Sent: Tuesday, September 29, 2009 12:06 AM
To: rantaunet
Subject: [...@ntau-net] Malaysia Bajak Makanan SUMBAR
 
 

---------- Forwarded message ----------
From: Muzirman -- <[email protected]>
Date: 2009/9/28
Subject: Malaysia Bajak Makanan SUMBAR



aSSwRwB, Apakah kita krn ada kaitan kebudayaan, bisa saja mereka meng klaim 
"makanan kita (baca makanan Malingsia),

suatu hal yg paralu kita pertanyakan dan kita pertahan kan .

kalau kita kunjnungi youtube tari piring, ada sekelopmok mhs malingsia, yg 
menari kan tari pring tsb, dgn ber etika mereka

menyebutkan tari pring ini bersal dari SUMBAR, "  that is a good boy", ini di 
Unv.Pensylvania,  tp yg nyata kwlaitas tari piring

Sumbar  jelas lbh unggul  dr malingsia.

Apakah krn  kelalaian kita  mem patent kan    makanan kita?  kelihatan nya 
pihak2 terkait perlu kita dorong  utk mengkaji dan melaksanakannya..

Wass. Muzirman Tanjung.

------------------------------------------------------------------------

 The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you. 




Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!




      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Muzirman --
    • ... Nofiardi
      • ... ASLIM NURHASAN
      • ... Riri Mairizal Chaidir
        • ... Rasyid, Taufiq (taufiqr)
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... Muzirman --
        • ... Bujang Farid
          • ... sjamsir_sjarif
    • ... Nofend St. Mudo
    • ... jupardi_jp

Kirim email ke