Ribuan Warga Padang Diduga Masih Terjebak Reruntuhan

Kamis, 1 Oktober 2009 06:07 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 462 kali

Jakarta (ANTARA News) - Diperkirakan ribuan warga Kota Padang masih
terjebak di antara reruntuhan gedung, rumah, hingga pertokoan yang rubuh
akibat gempa berkekuatan 7,6 skala di barat daya Pariaman, Sumatera
Barat (Sumbar), Rabu sore (30/9).

Hingga Kamis dinihari, sekira pukul 03.30 WIB, masih ada 200 tamu Hotel
Ambacang yang diduga tertimbun reruntuhan dan belum terevakuasi.

Delapan dari 19 siswa bimbingan belajar Gama belum dapat ditemukan dan
dievakuasi dari reruntuhan tempat mereka belajar. Sedangkan tujuh anak
yang dievakuasi mengalami luka berat, empat lainya meninggal dunia.

Berdasarkan laporan wartawan ANTARA di Kota Padang, jumlah gedung,
rumah, ruko, hingga pertokoan yang runtuh akibat gempa mencapai ratusan.
Beberapa gedung pemerintahan seperti Bapeda Provinsi Sumbar, Kantor
Dinas Sosial Provinsi Tingkat I, Gedung Balai Kota, Bank BNI, mengalami
kerusakan cukup parah akibat gempa.

Berbagai perguruan tinggi di kota tersebut juga mengalami rusak berat.
Beberapa bagian dari perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Putra
Indonesia, Universitas Andalas, dan Universitas Negeri Padang bahkan
runtuh.

Sesaat setelah gempa yang kekuatan 7,6 skala richter yang disusul gempa
berikutnya berkekuatan 6,2 skala richter, kebakaran mulai terjadi di
Kota Padang. Sekitar 40 bangunan terbakar setelah gempa terjadi.

Akses jalan menuju Kota Padang baik dari Bengkulu, Pekanbaru, maupun
Medan terputus. Gempa membuat banyak ruas jalan di Silaing Bawah yang
menghubungkan Padang Pariaman dengan Padang Panjang tertutup longsor.

Berdasarkan keterangan seorang warga Kota Padang, Oyon Sudisman (43),
rumah warga di wilayah Si Guntur, Kecamatan Tarusan, Pesisir Selatan
Padang banyak yang runtuh.

Ia mengatakan di titik longsor terlihat tumpukan material batu-batu
besar dan kayu sehingga truk tidak dapat melintas. Hanya kendaraan roda
dua yang dapat melewati daerah tersebut.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Andi, warga Padang dari Kecamatan
Kuraji, ia terpaksa melalui jalur Solok selama empat jam untuk dapat
tiba di Padang. 

Kondisi mengenaskan juga terjadi di Kabupaten Padang Pariaman di Sungai
Giringging, tempat terdapat puluhan rumah warga yang roboh. Namun
demikian belum dapat diketahui jumlah korban jiwa di Padang Pariaman dan
Pesisir Selatan Kota Padang.

Sebanyak 200 warga mendatangi Radio Republik Indonesi (RRI) Padang untuk
mencari tahu keberadaan sanak saudara mereka yang belum diketahui
keberadaannya. 

Walikota Padang, Fauzi Bahar telah menetapkan RRI Padang sebagai posko
informasi bagi warga yang hilang.

Fauzi Bahar juga memerintahkan jajarannya untuk segera menggunakan
seluruh alat berat yang ada untuk mempemudah proses evakuasi. Namun
demikian 80 unit alat berat yang ada di daerah tersebut masih dirasakan
kurang, mengingat jumlah gedung yang runtuh mencapai ratusan.

Untuk itu, Walikota Padang meminta bantuan tambahan alat berat dari
daerah lain untuk mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak
reruntuhan.

Padamnya aliran listrik ditambah hujan deras yang mengguyur Kota Padang
sejak sore hingga malam hari semakin mempersulit proses evakuasi yang
dilakukan gabungan Tim SAR, TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat.

Tiga rumah sakit di Kota Padang, yakni Rumah Sakit M Jamil, Rumah Sakit
Tentara Ganting, dan Rumah Sakit Yos Sudarso yang juga rusak akibat
gempa tetap menerima korban gempa yang berhasil dievakuasi.

Hingga pukul 03.30 WIB tercatat 24 korban meninggal di Rumah Sakit M
Jamil, 23 korban meninggal di Rumah Sakit Tentara Ganting, dan 22 korban
meninggal di Rumah Sakit Yos Sudarso.

Operasional rumah sakit sendiri dapat terus berlangsung dengan
menggunakan genset. Namun demikian Kepala Rumah Sakit M Jamil, Zukyat
Iskandar mengatakan rumah sakitnya masih membutuhkan genset dan solar
untuk dapat terus beroperasi, mengingat aliran listrik masih padam.

Selain genset dan solar, ia juga menegaskan bahwa rumah sakitnya
membutuhkan banyak stok darah, carian infus, kain pembalut patah tulang,
perbang, dan obat-obatan lainnya. Rumah sakit juga memerlukan tambahan
tenda serta tempat tidur untuk pasien. 

Dari Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar Rapat Terbatas Bidang
Kesra untuk membahas penanganan tanggap darurat menyusul terjadinya
gempa yang meluluhkan sebagian Sumatera Barat. 

Pemerintah Pusat menetapkan Tanggap Darurat Sumbar selama dua bulan, dan
mengeluarkan dana tanggap darurat sebesar Rp100 miliar.

Meko Kesra mengatakan, dampak gempa di Sumbar diperkirakan sama dengan
gempa Yogyakarta yang menewaskan ribuan jiwa.(*)

COPYRIGHT (c) 2009

http://www.antara.co.id/berita/1254352062/ribuan-warga-padang-diduga-mas
ih-terjebak-reruntuhan

 

 

________________________________

From: Nofiardi 
Sent: Thursday, October 01, 2009 8:00 AM
To: '[email protected]'
Subject: RE: [...@ntau-net] Re: Korban Gempa Sumbar Terus Bertambah

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke