Kab. Padang Pariaman | Minggu, 04/10/2009 08:48 WIB

Evakuasi 400 Warga Tertimbun Longsor Dilanjutkan

 

Pariaman, (ANTARA) - Evakuasi terhadap lebih kurang 400-an warga di
Pulau Koto, Lubuk Laweh Kenagarian Tandikek dan Cumanak Nagari Lareh
Panjang, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar terus dilanjutkan dengan
mengandalkan dua unit alat berat. 

Data di Posko Polda Sumatra Selatan (Sumsel) yang melakukan
indentifikasi mayat yang dievakuasi di Pulau Air, Nagari Tandikek,
mencatat hingga Minggu pagi jumlah korban yang sudah berhasil dievakuasi
secara manual sebanyak 21 jasad di tiga perkampungan penduduk itu. 

Pencarian korban gempa disertai tanah longsor Gunung Tigo, Tandikek itu,
sejak hari pertama pascagempa 30 Oktober 2009 itu, dilakukan secara
manual oleh tim SAR gabungan karena minimnya peralatan. 

"Kita hanya mengandalkan cangkul milik masyarakat dan ada mesin pemotong
kayu yang didatangkan dari Riau," kata seorang petugas SAR yang enggan
disebutkan namanya. 

Terkait, satu unit alat berat escavator sampai ke lokasi pada Jumat
sore, tetapi material longsor campuran tanah, batu dan pohon kayu
sehingga tak maksimal. 

Namun, sejak Minggu (4/10) sudah dua unit alat berat beroperasi,
termasuk sejummlah truk pengangkut material longsor, berupa bantuan dari
PT Jaya Konstruksi di Payakumbuh yang sampai di lokasi Sabtu malam. 

Tiga perkampungan penduduk di Kenagarian Tandikek, Kecamatan Patamuan
Padangpariaman itu, sedikitnya dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK) 
Laporan dari masyarakat yang masih tersisa warga di Dusun Lubuk Laweh
--pemukiman penduduk yang padat dari tiga dusun tertimbun longsor itu--,
hanya sekitar 15 orang yang tersisa. 

Upaya evakuasi pada hari ketiga pascagempa juga berdatangan, termasuk
tim Rescue dari Jepang dan Swiss dengan mengandalkan seekor anjing
pelancak. 

Salah seorang Tim Dokter Posko Kesehatan Polda Sumatra Selatan (Sumsel),
Iptu, Rahmat Fajar, menyebutkan mayat korban yang berhasil dievakuasi
kemudian dilakukan identifikasi di posko. 

Selanjutnya, bagi warga yang mengenal jasad korban atau mengaku adalah
pemiliknya, dipersilahkan untuk segera menguburkannya. 

"Kita hanya memberi batas waktu mayat yang berhasil dievakuasi berada di
posko hingga sorenya, guna menghindari bauk tak sedap menyebar di
lingkungan posko,"katanya. 

Terkait, memasuki hari keempat pascagempa jasad korban yang ditemukan
sudah mulai membusuk sehingga perlu segera penguburannya. 

"Kalau dibiarkan lama di lingkungan posko, tentu dampaknya terhadap
aktivitas dan kondisi kesehatan petugas. Tapi mayat-mayat yang telah
ditemukan sudah dikuburkan semua pihak keluarga dan penduduk setempat,"
kata Rahmat. 

Pantauan ANTARA di lokasi, menunjukkan bekas perkampungan penduduk yang
berada di keliling bukit itu, seperti 100 hektare lahan kosong yang baru
digarap untuk dijadikan perkebunan karena hanya hamparan tanah kuning
yang terlihat. 

Tetapi ketika menelusuri tumpukan-tumpukan tanah kuning yang diwarnai
batang pohon durian dan kelapa, masih terlihat serakan puing-puing
bangunan rumah dan pakaian. 

Sedangkan rumah yang masih terlihat berdiri sudah rusak dan tak lagi
layak huni, bahkan ada yang rata dengan tanah. (*/wij)

 

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=12&id=49807

 

 

________________________________

From: Nofiardi 
Sent: Saturday, October 03, 2009 11:40 AM
To: '[email protected]'
Subject: RE: [...@ntau-net] Re: Laporan Hari ke3: 400 Orang Terkubur
Hidup-hidup pada Pesta Pernikahan

 

400 Orang Terkubur Hidup-hidup pada Pesta Pernikahan

Sabtu, 3 Oktober 2009 | 10:27 WIB

Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu

 

 






The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke