Manuruik klarifikasi Gubernur tadi malam di TV One disaat ditanyo dek P'Karni 
Ilyas masalah penjarahan dan diskriminasi terhadap warga keturunan 
iko.....beliau mangatokan bahwa indak ado "penjarahan" sarupo berita nan 
beredar..nan tajadi adolah pencurian disebuah toko di depan Mesjid Nurul 
Iman.....dan indak ado perlakuan diskriminasi terhadap warga keturunan....dan 
juo.. satiok  jam 7 malam baliau rapek jo sagalo pihak baik dari keamanan, 
aparat pemerintahan..mambahas dan mananyokan permasalah2an nan tajadi 
dilapangan.............bisa jadi dalam keadaaan sarupo iko banyak isu2 negatif 
nan kadang2 timbue...

beliau juo manyampaikan bahwa untuk pendistribusian bantuan...persentasenya 
tergantung kerusakan yang terjadi dan ini disepakati bersama2 dengan semua 
kepala daerah.
salam,
Yansen
Lk/sawangan, 37+



________________________________
Dari: Harman <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 6 Oktober, 2009 16:11:39
Judul: [...@ntau-net] Re: Aksi pencurian marak pascagempa di Padang --> KALAKUAN


"orang yang mengaku petugas penyelamat dan mengoperasikan alat berat itu
meminta bayaran Rp 300-500 ribu. "Kalau tidak mau, tidak diladeni.
Kalau mau bayar, baru digali,"

nampak nyo alah tajadi pak plus pemerasan kepihak korban  ...

wassalam,
harman

Harian Komentar
5 Oktober 2009

Aksi pencurian marak pascagempa di Padang
Korban Mengaku Diminta Bayar Petugas Penyelamat


Padang, KOMENTAR
Benar-benar keterlaluan. Aksi kejahatan dilaporkan mening-kat pascagempa di 
Kota Pa-dang. Jubir Polda Sumatera Barat, Ajun Komisaris Besar Kawedar 
mengatakan, penja-rahan terjadi di pusat grosir Sentral Pasar Raya, Padang dan 
di sebuah biro perjalanan di depan Matahari Department Store. Semua peralatan 
biro perjalanan itu dijarah.

Polda Sumatera Barat kini meningkatkan penjagaan de-ngan menempatkan beberapa 
personel di setiap tempat eva-kuasi, pertokoan dan mall. Ka-wedar mengatakan 
polisi telah menangkap lima pencuri dan penjarah di sejumlah tempat di Kota 
Padang. "Kami memper-ketat penjagaan dengan mema-sang police line, karena ada 
pencuri pura-pura menjadi pe-tugas evakuasi, tapi kemudian mengambil AC," kata 
dia.

Sementara beberapa warga keturunan Tionghoa korban gempa di Kota Padang juga 
mengaku diperas orang yang mengaku petugas penyelamat. "Mereka minta bayaran 
kalau mau rumahnya ditolong," kata Mariana, mahasiswi ketu-runan Tionghoa asal 
Padang. Mariana mendapat kabar itu dari kerabatnya yang menjadi korban 
pemerasan di Padang. Keluarganya yang masih ter-timbun puing-puing rumah belum 
bisa dievakuasi karena minimnya bantuan. "Saya belum bisa kontak keluarga di 
Padang," ujarnya di Jakarta.

Menurut dia, pemerasan terhadap warga Tionghoa ke-rap terjadi, termasuk ketika 
gempa Nias. "Teman saya (warga keturunan Tionghoa) juga diminta bayaran kalau 
rumahnya mau dibongkar," ujarnya. Mariana mengaku tak bisa berbuat apa-apa. 
"Bi-ngung, mau minta tolong siapa lagi?" kata dia, yang mengaku tak tahu satuan 
asal petugas penyelamatan itu.

Sedangkan Jin, warga ketu-runan Tionghoa di Padang, mengatakan, untuk 
mem-bongkar puing-puing rumah-nya, orang yang mengaku petugas penyelamat dan 
mengoperasikan alat berat itu meminta bayaran Rp 300-500 ribu. "Kalau tidak 
mau, tidak diladeni. Kalau mau bayar, baru digali," ujar Jin melalui sambungan 
telepon. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa," ujar warga kawasan Pondok, Padang, 
ini.


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke