Jepe dan dunsanak sadonyo. Manaruihkan diskusi bbrp hari nan lalu, kalau manuruik ambo, rumah bukan hanya sekedar tempat tinggal yang aman dan nyaman, tapi juga bagian dari fashion.
Atau malah tabaliak, nan partamo fashion nyo dulu, baru soal aman dan nyaman. Contohnyo, bbrp waktu belakangan ko di Jakarta urang sibuk membangun rumah "Minimalis", padahal kalau untuak Jakarta, awak mati kaangek-an dek nyo, tapaso pulo ba AC terus2an. Kalau ujan lah becek pulo halaman ... Tapi itulah trend. Kalau trend orang ga peduli lagi kalau rumah minimalis sebetulnya ga cocok untuk daerah tropis Jadi baliak ka diskusi, manuruik ambo, tagantuang jo trendsetters. Kalau ado trendsetters, entah itu pejabat tinggi, artis, atau celebrities lainnya membuat rumah tahan gempa dari bambu atau apalah, orang lain pasti mengikuti. Tinggal sekarang, bagaimana "menggugah" para calon trendsetters itu? Riri -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Thursday, October 08, 2009 12:35 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Bangunan Tahan Gempa: Ringan Murah,..... Manuruik ambo paralu dikaji juo mengenai batuang nan dianyam lalu diplester semen sarupo nan disampai sanak andiko ko rato2 rumah kampuang dulu tamasuak dikampuang ambo mamakai SASAK ko Dengan pertimbangan 1. Kayu konvesional atau kayu dari hutan tropis yang selama ini kita kenal dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan kalau di ranah terkenal dengan kayu banio misalnya atau kayu dari keluarga Meranti Balam dan Kapur semakin langka dan mahal serta isu lingkungan yang berdampak kepada ekosistem hutan tropis rusak dengan segala akibatnya jika masih mengandalkan kayu alam ini 2. Sasak yang dianyam dari bambu mudah didapat. Dan salah satu sumber daya alam yang mudah serta cepat diperbaharui (fast growing and renewable species) 3.Sasak yang diplester semen saya pikir tentu labih responsif terhadap gempa dibandingkan bata yang yang disusun lalu diplestersecara logika sasak dari anyaman bambu saling kait berkait dan menyatu dibandingkan bata dalam bentuk teurai satu persatu yang disusun. Ketika diguncang gempa cukup besar tentunya sasak ini leboh lentur dan fleksibel dan beban tekanan dan goyangan gempa dibagi rata pada setiap anyaman bambu yang saling berhubungan dan menyatu 4. Biaya lebih murah karena tidak memerlukan material seperti semen dan pasir yang banyak ketika memplester sasak ini dibandingkan batu bata yang disusun dan juga jika terjadi gempa bahan ini jika runtuh (terkelupas plester) tidak terlal berbahaya dibandingkan tenbok bata yang runtuh Mungkin lebih banyak lagi keunggulan sasak yang rata2 menjadi dinding rumah2 tua kakek kakek kita dulu dikampung Sasak ini sebuah kearifan lokal orang tua kita dulu yang dilapisi atau diplester tipis semen ini perlu dipertimbangkan sebagai bahan bangunan yang responsif menahan gempa besar disuatu sisi anyaman bambu atau sasak ini rentan terhadap serangan kumbang bubuk dan cepat lapuk maka dengan plesteran semen keawetan sasak didalmnya selalu terjaga Jadi rumah dengan konstruksi kayu bisa dikombinasi dengan partisi atau dindingnya dengan sasak yang diplester tipis semen ini lebih responsif juga saya pikir jika menggunakan papan semen gipsum sebagai partisi atau dinding pembatas dll Sekarang kerja yang cukup berat adalah sosialisi penggunaan sasak ini sebagai bahan bangunan kepada masyarakat yang sudah terlanjur berpikir bahwa rumah beton lebih menunjukan status sosial atau gengsi dimata masarakat Masyarakat perlu "didoktrin" tentang kearifan orang2 tua kita dulunya dalam menggunakan sasak ini mumpung ada bukti didepan mata kepala masyarakat sendiri rumah2 berkonstruksi beton atau semen kongkrit jika terjadi gempa besar banyak yang runtuh dan luluh lantak Sosialisi lebih kepada rumah berfungsi sebagai tempat berlindung dari hujan dan panas Serta tingkat keamanan yang tinggi jauh dari bahaya jika terjadi gempa besar seperti saat ini Lupakan rumah beton yang lebih kepada status sosial atau gengsi toh dari segi estetika rumah kayu kombinasi sasak disemen ini bisa dirancang dan dipandang dengan indah semisal sasak bersemen ini di cat dengan warna2 jaman sekarang model model rumah minimalis ang lagi tren sekarang Sebagai contoh pernah liatkan sebuah kamar dindingnya triplek ang dicat tembok dipandang dari jauh seperti dinding beton tapi setelah kita dekati dan diketok ternyata triplex yang dicat saa pikir hampir sama dengan sasak ang diplester lalu dicat Wass Jepe Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: andiko <[email protected]> Date: Thu, 08 Oct 2009 11:53:08 To: <[email protected]> Cc: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Bangunan Tahan Gempa: Ringan Murah,..... Di kampuang, rumah urang gaek ambo mamaki konstruksi gabungan kayu jo tembok. Di dalam temboknyo ado anyaman batuang yang kami sabuik sebagai sasak. Setelah rumah di agiah rangko dasar berupa kayu dan sasak, barulah kemudian ditempe jo plaster semen. Satangah rumah alah diubah konstruksinyo mamakai bata. Ternyata yg relatif tahan guncangan justru setengah rumah yg konstruksinyo mamakai kayu jo sasak tadi. Baru kini ambo paham apo ujuik jo mukasuik Pak Gaek (Kakek) ambo mambuek konstruksi mode itu. Padahal ambo dulu mangecekkan kok rumah kito jadul banget, minta diubah mode urang lain manjadi rumah bata. Sakitu dulu Andiko Sutan Mancayo --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
